Imam Pujo Mulyatno
Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Soedarto, SH, Kampus Undip Tembalang, Semarang, Indonesia 50275

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisa Shop Level Planning dengan Metode Jalur Kritis pada Reparasi TB. Tanjung Buyut I-206 dan TB. Arek Suroboyo-3 Winda Dwi Argiyan; Imam Pujo Mulyatno; Sarjito Jokosisworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 10, No 4 (2022): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek reparasi kapal sering terjadi keterlambatan disebabkan perencanaan yang kurang matang pada setiap bengkel. Penelitian ini menggabungkan repair list TB Tanjung Buyut I-206 dan repair list TB Arek Suroboyo-3, menjadi schedule shop level planning. Menghasilkan nilai produktivitas pada setiap bengkel: pipa, fabrikasi, listrik, mesin, sandblasting, pengecatan, outfitting, serta tank cleaning. Metode jalur kritis dipergunakan untuk mengetahui percepatan proyek dengan alternatif penambahan tenaga kerja atau alternatif penambahan jam kerja (lembur) yang mengakibatkan perubahan pada cost. Sehingga diperoleh jalur kritis yang baru. Berdasarkan analisa dengan software microsoft project didapatkan jalur kritis, kemudian dilakukan crashing project menghasilkan alternatif penambahan tenaga kerja yang mengalami percepatan durasi normal proyek dari 60 hari menjadi 35 hari yaitu 25 hari atau 41,67%. Sedangkan dengan alternatif penambahan jam kerja (lembur) mengalami percepatan durasi normal proyek dari 60 hari menjadi 37 hari yaitu 23 hari atau 38,33%. Dihasilkan analisa berupa nilai produktivitas setiap bengkel sebagai berikut: bengkel pipa 3,5 m/hari orang, fabrikasi 266 kg/hari orang, listrik 11 unit/hari orang, mesin 11,5 unit/hari orang, sandblasting 134 m²/hari orang, pengecatan 138 m²/hari orang, outfitting 12,4 unit/hari orang, serta tank cleaning 12,3 unit/hari orang. Kesimpulan pada penelitian ini alternatif penambahan tenaga kerja lebih efektif dalam pengerjaan reparasi kapal.
Reschedule Reparasi Lambung Pada Kapal TB. Pancaran 811 dan BG. Alika 101 Dengan Shop Level Planning and Schedulling Berbasis CPM Mira Fatimah; Imam Pujo Mulyatno; Deddy Chrismianto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 10, No 4 (2022): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawatan kapal merupakan suatu upaya yang dilaksanakan guna menjaga daya tahan dan produktivitas pada kapal. Pada proyek perbaikan kapal seringkali terjadi keterlambatan pelaksanaan pekerjaan, sehingga diperlukan adanya upaya penjadwalan supaya kegiatan tersebut selesai tepat waktu. Untuk mengantisipasi terjadinya keterlambatan proyek reparasi TB. Pancaran 811 dan BG. Alika 101 diterapka metode Shop Level Planning and Schedulling dan Critical Path Method. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jalur kritis pada suatu aktivitas pekerjaan, membuat network diagram, menghitung percepatan durasi pekerjaan dengan penambahan jam kerja dan penambahan tenaga kerja, menghitung nilai produktivitas pada bengkel. Hasil pada penelitian ini ditunjukkan dengan adanya 21 lintasan kritis pada network diagram sehingga terdapat kemajuan durasi dari jadwal awal. Setelah adanya upaya crashing dengan penambahan jam kerja didapatkan percepatan waktu 3 hari dari 33 hari menjadi 30 hari atau 9,09%. Sedangkan dengan alternatif penambahan jumlah tenaga kerja menghasilkan percepatan waktu 4 hari dari 33 hari menjadi 29 hari atau 12,12%. Hasil perhitungan nilai produktivitas bengkel yaitu : sandblasting 91,57 m2/mandays, painting 36,40 m2/mandays, outfitting dan fabrikasi disesuaikan berdasarkan tingkat kesulitan dan spesifikasi pekerjaan, pipa 1,93 meter/mandays. Jadi berdasarkan penelitian ini alternatif penambahan tenaga kerja lebih efektif dan efisien untuk percepatan durasi proyek.
Analisa Faktor Penyebab Keterlambatan Proyek Reparasi dengan Metode Fault Tree Analysis (FTA) dan Penjadwalan Ulang dengan Critical Path Method (CPM) pada Kapal MT. Alice XXV di Galangan Semarang Sri Wahyuningsih; Imam Pujo Mulyatno; Sarjito Joko Sisworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 1 (2023): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek reparasi MT. Alice XXV yang direncanakan selesai dalam 22 hari, namun dalam pelaksanaan lapangan proyek reparasi tersebut selesai dalam 33 hari. Sehingga proyek reparasi mengalami keterlambatan, metode untuk mendapat penyebab keterlambatan proyek reparasi yaitu Fault Tree Analisis (FTA). Selanjutnya menganalisa penjadwalan ulang dengan Critical Path Method (CPM). Tujuan penelitian ini yaitu mendapatkan faktor penyebab keterlambatan proyek reparasi kapal dan mendapatkan penjadwalan ulang dengan alternatif penambahan jam kerja dan alternatif penambahan tenaga kerja. Hasil analisa FTA mendapatkan basic event penyebab utama keterlambatan proyek reparasi yaitu penggunaan peralatan secara berlebihan dengan probabilitas sebesar 0,009321. Hasil penjadwalan ulang diperoleh percepatan dengan alternatif penambahan jam kerja (lembur) selama 4 jam, mengalami percepatan durasi 21,25% atau 6 hari lebih cepat dari durasi normal 33 hari menjadi 27 hari dan penambahan biaya sebesar 13,97% yaitu Rp. 93.000.000,00. Sedangkan percepatan dengan alternatif penambahan tenaga kerja mengalami percepatan durasi 25% atau 6 hari lebih cepat dari durasi normal 33 hari menjadi 27 hari dan penambahan biaya sebesar 1,35% yaitu Rp. 82.700.000,00. Sehingga dapat disimpulkan penjadwalan dengan alternatif penambahan tenaga kerja lebih efektif dan biaya tambahan yang dikeluarkan tidak terlalu besar.
Analisis Optimalisasi Waktu Dan Biaya Pada Proyek Pembangunan Kapal Angkut Tank 7900 DWT Ayuni Kusumadwitya; Imam Pujo Mulyatno; Ocid Mursid
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 1 (2023): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek pembangunan baru Kapal Angkut Tank 7900 DWT mengalami keterlambatan selama 22 hari yang disebabkan oleh keterlambatan material pada bagian machinery part, sehingga perlu dilakukan analisis optimalisasi waktu dan biaya. Variabel bebasnya adalah waktu dan biaya, sedangkan variabel tetapnya yaitu volume pekerjaan. Data penelitian ini berasal dari building schedule yang bertujuan untuk mendapatkan lintasan kritis, crash cost, crash duration, cost slope, dan durasi serta biaya optimal setelah dipercepat. Percepatan dilakukan menggunakan Metode Time Cost Trade Off (TCTO) yaitu mendapatkan lintasan kritis sehingga durasi berkurang dari durasi normal 152 hari menjadi 130 hari karena terjadi crashing selama 22 hari yaitu 14,5%. Optimalisasi biaya dari biaya normal Rp. 40.456.609.000,00, setelah dipercepat biaya bertambah menjadi Rp. 40.494.107.629,00 sebesar 0,09%, sedangkan jika mengalami keterlambatan 22 hari maka biaya bertambah menjadi Rp. 41.346.654.398,00 karena dikenakan denda sebesar Rp. 890.045.398,00 yaitu 2,2%.