Singgih Saptadi
Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Soedarto, SH, Kampus Undip Tembalang, Semarang, Indonesia 50275

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

USULAN PERANCANGAN DASHBOARD PORTOFOLIO PENILAIAN CPL BERBASIS OBE (OUTCOME BASED EDUCATION) DI DEPARTEMEN TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS DIPONEGORO Raihan Zakyrafi; Singgih Saptadi
Industrial Engineering Online Journal Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakOutcome-based education atau OBE merupakan cara mendidik dengan memfokuskan dan mengatur semua hal dalam sistem pendidikan yang berpusat pada hal apa yang penting bagi siswa pelajari dan pahami pada akhir pembelajaran mereka. Program studi Teknik Industri Universitas Diponegoro telah menerapkan sistem pendidikan OBE dan telah dikunjungi oleh tim assessor IABEE pada tahun 2018. Berdasarkan hasil evaluasi sistem pembelajaran yang berjalan, Teknik Industri UNDIP telah diakreditasi bertaraf internasional, namun penerapan sistem OBE sendiri masih perlu adanya peningkatan agar memenuhi kriteria yang ada. Teknik Industri telah memiliki sistem informasi berupa website dan portofolio yang memungkinkan penilaian CPL (Capaian Pembelajaran Lulusan) dan CPMK (Capaian Pembelajaran Mata Kuliah) namun penilaian pada sistem yang sudah ada belum sesuai dengan sistem pendidikan OBE yang seharusnya. Penelitian ini dilakukan untuk membuat suatu usulan perancangan sistem informasi penilaian CPL berbasis OBE yang sesuai dengan ketentuan assessment. Pengembangan yang akan diterapkan merupakan hasil identifikasi atas sistem informasi yang sudah ada dan hasil dari diskusi terhadap Ketua Program Studi Teknik Industri serta mengacu pada buku pedoman manual OBE. Hasil dari penelitian ini adalah rancangan sistem informasi portofolio yang dapat melakukan penilaian CPL dengan menggunakan direct method dan indirect method serta mengacu pada indikator kinerja dan rubrik penilaian. .Kata Kunci: Assessment, Capaian Pembelajaran Lulusan, Dashboard, Outcome-Based Education, Rubrik PenilaianAbstractOutcome-based education or OBE is a learning method by focusing and managing everything in the education system that is centered on what is important for students to learn and understand at the end of their studies. The Industrial Engineering Study Program at Diponegoro University has implemented the OBE education system and was visited by the IABEE assessor team in 2018. Based on the results of the evaluation of the ongoing learning system, UNDIP Industrial Engineering has been accredited with international standards, but the application of the OBE system itself still needs improvement to meet the criteria which exists. Industrial Engineering already has an information system in the form of a website and portfolio that allows for the assessment of CPL (Graduate Learning Outcomes) and CPMK (Course Learning Outcomes) but the assessment system is not in accordance with the proper OBE education system. This research was conducted to make a proposal to design an OBE-based CPL assessment information system that complies with the assessment provisions. The development that will be implemented is the result of identification of the existing information system and the results of interviews with the Head of the Industrial Engineering Study Program and refers to the OBE manual. The results of this study are an Excel portfolio dashboard that is in accordance with the OBE assessment, which later contains detailed CPL elaborations on performance indicators, including direct assessments from lecturers and indirect methods from students as well as scoring rubrics for all subjects in each class. Especially for the scope of the final assessment at the study program level, an integration dashboard will be created that will convert the CPMK value to CPL.Keywords: Assessment, Graduate Learning Outcomes, Dashboard, Outcome-Based Education, Assessment Rubric
PENGENDALIAN KUALITAS INTI SAWIT DENGAN METODE SIX SIGMA Handini Yolanda Tampubolon; Singgih Saptadi
Industrial Engineering Online Journal Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDalam proses produksi inti sawit, Perusahaan Kelapa Sawit mengalami permasalahan dimana kadar air pada inti sawit berada di luar batas spesifikasi yang ditetapkan perusahaan. Berdasarkan masalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab masalah kualitas kadar air dan merekomendasikan usulan perbaikan untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan metode Six Sigma pada pendekatan DMAIC. Berdasarkan hasil perhitungan, nilai kapabilitas proses pada indikator kadar air memiliki rata-rata Cpk sebesar -1,22. Hal ini menunjukkan bahwa masih terdapat variasi dan defect yang tinggi pada proses produksi inti sawit. Nilai sigma pada indikator kadar air sebesar -2,152. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar sampel memiliki kadar air di luar batas spesifikasi. Perbaikan yang diusulkan adalah mengkaji lebih lanjut mengenai maintainance dan jangka waktu penggantian mesin silo inti, mengkaji ulang Standard Operating Procedure (SOP) pada stasiun nut & inti sawit, mengawasi kelengkapan APD pekerja dan memperketat inspeksi penerimaan TBS (Tandan Buah Segar).Kata kunci: cacat; DMAIC, inti sawit; quality control, six sigmaAbstract[Palm Kernel Quality Control With The Six Sigma Method] In the process of palm kernel production, Palm Oil Companies experience problems where the moisture content in palm kernel is outside the specifications set by the company. Based on these problems, this study aims to identify the causative factors of moisture quality problems and recommend proposed improvements to overcome these problems. This research was conducted using the Six Sigma method on the DMAIC approach. Based on the calculation results, the process capability value on the moisture content indicator has an average Cpk of -1.22. This shows that there are still high variations and defects in the palm kernel production process. The sigma value on the moisture content indicator is -2.152. This indicates that most samples have moisture content beyond specification limits. The proposed improvements are to further review the maintainance and replacement period of core silo machines, review the Standard Operating Procedure (SOP) at nut & palm kernel stations, supervise the completeness of worker PPE and tighten inspection of FFB (Fresh Fruit Bunches) receipts.Keywords: defect; DMAIC, kernel; quality control, six sigma
ANALISIS RISIKO KECELAKAAN KERJA PADA PART MAKING AREA MENGGUNAKAN JOB SAFETY ANALYSIS (JSA) DENGAN PENDEKATAN HAZARD IDENTIFICATION, RISK ASSESSMENT AND RISK CONTROL (HIRARC) (Studi Kasus CV. Catur Bhakti Mandiri) Rizki Adi Paramananda Bagaskara; Singgih Saptadi
Industrial Engineering Online Journal Vol 12, No 4 (2023): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2023
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakZero accident merupakan faktor kunci dalam pengelolaan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) CV. Catur Bhakti Mandiri perusahan yang bergerak dibidang furniture. CV. Catur Bhakti Mandiri mendapat pesanan dari dalam maupun luar negeri. Dengan banyaknya pesanan yang diterima, perusahaan di tuntut untuk bekerja dengan efektif dan efisien agar mampu mancapai target secara maksimal. Untuk mencapai hal tersebut, dibutuhkan juga sistem keselamatan kerja bagi para karyawan agar karyawan . Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control). Penelitian ini juga menggunakan JSA (Job Safety Analysis) sebagai tools. JSA dipilih karena dapat mengidentifikasikan bahaya dalam setiap aktivitas kerja secara berurutan sesuai dengan langkah kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisa potensi risiko terbesar pada proses pembuatan furniture kayu oleh CV Catur Bhakti Mandiri . Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengamatan langsung saat kegiatan berlangsung, serta melakukan survey dengan menggunakan kuesioner kepada 5 orang responden Responden memiliki rentang umur dari 25-40 tahun, dan telah bekerja setidaknya 1 tahun sehingga dianggap telah memiliki pengalaman yang cukup dalam pekerjaan iniKata kunci : Job Safety Analysis, Hazard Control, HIRARC, Likelyhood, Severity
ANALISIS KELAYAKAN BOTTOM ASH SEBAGAI SUBSTITUSI MATERIAL ADITIF TRASS MELALUI UJI TIME SETTING SEMEN PCC PADA PT.X Abdul Aziz; Singgih Saptadi
Industrial Engineering Online Journal Vol 12, No 4 (2023): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2023
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPerkembangan industri di Indonesia berlangsung sangat cepat seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, tidak terkecuali pada industri manufaktur bahan bangunan seperti manufaktur semen. Secara umum material penyusun semen adalah clinker yang merupakan semen murni dengan komposisi yang terdiri dari Limestone (batu kapur), Clay (tanah liat), Silica sand (pasir silika), Laterite-Iron Ore (pasir besi). Selain clinker, bahan utama dari semen adalah Gypsum, selain itu terdapat bahan tambahan seperti Trass, Limestone tambahan, dan juga Bottom Ash. Penambahan material tambahan dapat berfungsi untuk mengurangi cost, hingga meningkatkan performa dari semen yang dihasilkan. Pada penelitian yang dilakukan, diberikan 10 perlakuan pada campuran semen tanpa pengulangan, dan didapatkan hasil bahwa semua jenis semen tidak berpengaruh secara signifikan dan dapat mengurangi biaya produksi hingga 1,44% untuk semen PCC – Industry dan 1,31% untuk semen PCC.Kata Kunci: Semen, Trass, Bottom Ash, Uji time setting, Limbah BatubaraAbstractThe development of industry in Indonesia takes place very quickly along with the advancement of science and technology, including the manufacturing industry of building materials such as cement manufacturing. In general, the constituent material of cement is a clinker which is pure cement with a composition consisting of Limestone (limestone), Clay (clay), Silica sand (silica sand), Laterite-Iron Ore (iron sand). In addition to clinker, the main material of cement is Gypsum, in addition there are additional materials such as Trass, Limestone additional, and also Bottom Ash. The addition of additional materials can serve to reduce costs, to improve the performance of the resulting cement. In the study conducted, 10 treatments were given to cement mixtures without repetition, and it was found that all types of cement had no significant effect and could reduce production costs by 1.44% for PCC - Industry cement and 1.31% for PCC cement.Keywords: Cement, Trass, Bottom Ash, Time setting test
PENERAPAN PENERIMAAN SAMPLING UNTUK INSPEKSI KEDATANGAN BAHAN BAKU CAT MENGGUNAKAN ANSI/ASQ Z1.4 Maulida Asri; Singgih Saptadi
Industrial Engineering Online Journal Vol 12, No 4 (2023): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2023
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDi dalam proses produksi pabrik perakitan otomotif terdapat permasalahan pada kualitas pengecatan material. Dalam produksi ditemukan sejumlah cacat yang melebihi batas ketentuan perusahaan. Diketahui rata-rata jumlah produk cacat selama tiga bulan terakhir sebesar 4,32% yang telah melebihi standar perusahaan yaitu 3%. Penelitian ini ditujukan untuk mengendalikan kualitas dengan menerapkan Pengendalian Proses Statistik dan Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Berdasarkan diagram pareto diperoleh cacat tertinggi pada Bulan Desember 2021 yaitu bintik kotor dengan jumlah cacat 246. Pada FMEA, kurang ketatnya inspeksi kedatangan bahan baku cat dari pemasok memiliki skor RPN tertinggi sebesar 486. Oleh karena itu, usulan perbaikan yang dilakukan pada penelitian ini yaitu rancangan penerimaan sampling untuk inspeksi kedatangan bahan baku cat dengan menerapkan ANSI/ASQ Z1.4. Sehingga didapatkan dengan level inspeksi normal dan AQL 4.0, ukuran sampel sebesar 20unit dengan angka penerimaan dan angka penolakan yang masing-masing sebesar 2 dan 3 unit.Kata kunci : Pengendalian Proses Statistik, Penerimaan Sampling, FMEA, ANSI/ASQ Z1.4
PENGENDALIAN PROSES SECARA STATISTIK PRODUK SIR 20 TA 77 PADA PABRIK DX DI INDUSTRI GETAH KARET Sri Mardianti Haloho; Singgih Saptadi
Industrial Engineering Online Journal Vol 12, No 4 (2023): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2023
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakStatistical Process Control (SPC) adalah salah satu metode yang digunakan untuk mengidentifikasi penyebab terjadinya cacat yang ada dalam proses produksi suatu produk dan membantu memperbaiki tingkat kualitas dari produk yang diproduksi agar dapat sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh perusahaan. PT Bridgestone Sumatra Rubber Estate merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang perkebunan dan pengolahan karet yang mengahsilkan produk crumb rubber. Jenis cacat yang ada pada produk crumb rubber adalah terdapat kontaminan jenis wood, plastic dan thread. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis pengendalian kualitas pada proses produksi crumb rubber. Dengan menggunakan diagram pareto, didapatkan persentase tingkat kecacatan produk terbesar adalah pada kontaminan wood yaitu sebesar 54,15%, lalu dilakukan analisis menggunakan peta kendali p untuk mengetahui apakan data terkendali dan dilakukan analisis menggunakan fishbone diagram untuk mengetahui penyebab cacat yang terdiri dari faktor man, machine, material, measurement, method dan environment.Kata kunci: 7 tools; fishbone; getah karet; SPCAbstract[Statistical Process Control of SIR 20 TA 77 Product in DX Factory in The Rubber Industry] Statistical Process Control (SPC) is one of the methods used to identify the causes of defects that exist in the production process of a product and help improve the quality level of the products produced in order to comply with the standards set by the company. PT Bridgestone Sumatra Rubber Estate is one of the companies engaged in plantations and rubber processing that produces crumb rubber products. The types of defects that exist in crumb rubber products are wood, plastic and thread contaminants. Therefore, it is necessary to analyse quality control in the crumb rubber production process. By using a pareto diagram, it is obtained that the largest percentage of product defects is in wood contaminants, which is 54.15%, then an analysis is carried out using a p control map to determine whether the data is under control and an analysis is carried out using a fishbone diagram to determine the cause of defects consisting of man, machine, material, measurement, method and environment factors.Keywords: 7 tools; crumb rubber; fishbone; SPC