Ratna Purwaningsih
Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Soedarto, SH, Kampus Undip Tembalang, Semarang, Indonesia 50275

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PEMETAAN SUPPLY CHAIN PENGOLAHAN TANDAN BUAH SEGAR (TBS) MENJADI CRUDE PALM OIL (CPO) DAN INTI KERNEL DI PKS SAWIT SEBERANG Asteria Noventi Ageta; Ratna Purwaningsih
Industrial Engineering Online Journal Vol 12, No 4 (2023): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2023
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPKS Sawit seberang merupakan salah satu pabrik PTPN II yang berfokus pada pengolahan kelapa sawit untuk menghasilkan produk Crude Palm Oil (CPO) dan Inti Kernel. Proses pengolahan dimulai dari pemasokan tandan buah segar (TBS) sebagai bahan baku sampai pada proses pendistribusian produk. Segala proses aktivitas yang terjadi di pabrik masih memerlukan pengelolaan yang baik yang akan menjadi daya saing dan keunggulan kompetitif perusahaan. Oleh karena itu dilakukan pemetaan supply chain pengolahan TBS. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan supply chain map yang membantu mengetahui arus supply, menganalisis kapasitas dan kualitas pelaku usaha, menganalisis regulasi terkait, pihak yang terlibat dalam proses produksi, kendalakendala di pabrik serta usulan perbaikan dari kendala tersebut. Berdasarkan chain map, dapat diketahui supplier terbesar berasal dari perkebunan inti, lalu proses pengolahan terdiri dari 6 stasiun inti, jumlah kapasitas pengolahan dan persediaan CPO dan Inti selama 12 periode di tahun 2021 serta perusahaan besar sebagai costumer yang memasok produk CPO dan Inti dari PKS. Berdasarkan analisis chain map, terdapat 3 kendala yang menjadi perhatian Pabrik Kelapa Sawit yaitu kendala pada perkebunan, pengolahan di pabrik dan sisa limbah pengolahan yang kemudian ditemukan alternatif solusi yang tepat untuk membantu menyelesaikan kendala tersebutKata kunci: Crude Palm Oil; Inti Kernel; supply chain map; tandan buah segarAbstractSawit Seberang Palm Oil Mill is one of the PTPN II factories that focuses on processing oil palm to produce Crude Palm Oil (CPO) and Kernel Core products. The processing process starts from the supply of fresh fruit bunches (FFB) as raw material to the product distribution process. All activity processes that occur in the factory still require good management which will become the competitiveness and competitive advantage of the company. Therefore, a mapping of the FFB processing supply chain was conducted. This research aims to produce a supply chain map that helps determine the flow of supply, analyze the capacity and quality of business actors, analyze related regulations, parties involved in the production process, constraints in the factory and suggestions for improvement of these constraints. Based on the chain map, it can be seen that the largest supplier comes from the core plantation, then the processing process consists of 6 core stations, the amount of processing capacity and inventory of CPO and Core for 12 periods in 2021 and large companies as customers who supply CPO and Core products from PKS. Based on the chain map analysis, there are 3 obstacles that are of concern to the Palm Oil Mill, namely constraints on plantations, processing in factories and residual processing waste which then find the right alternative solutions to help resolve these obstacles.Keywords: Crude Palm Oil; Kernel Core; supply chain map; fresh fruit bunches
ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP KUALITAS LAYANAN LEMBAGA PENDIDIKAN DENGAN METODE IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS & MODEL KANO Muh Kevin Mudzaki Ridhollah; Ratna Purwaningsih
Industrial Engineering Online Journal Vol 12, No 4 (2023): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2023
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakIndustri Pendidikan non formal di Indonesia merupakan sektor indutri yang saat ini mulai menjadi komoditas pasar. Menurut data dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2018, terdapat 190.000 lembaga pendidikan bahasa asing yang tersebar di seluruh Indonesia dimana 4.714 diantaranya merupakan lembaga pendidikan bahasa Inggris. Zambert Course merupakan merupakan salah satu perusahaan yang berfokus pada pengadaan pelatihan dan tes TOEFL. Mengingat ketatnya persaingan pasar maka penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kepuasan konsumen masing-masing dengan menggunakan Importance Performance Analysis dan Model Kano. Setelah itu dilakukan penentuan strategi perbaikan untuk atribut layanan yang kurang dengan melalui integrasi Importance Performance Analysis dan Model Kano. Atribut layanan yang menjadi prioritas untuk ditingkatkan diantaranya kecepatan dan kesigapan pegawai dalam melayani peserta, pelaksanaan acara yang sesuai dengan jadwal, dan proses pembelajaran yang tidak berlangsung secara dua arah.Kata kunci : Importance Performance Analysis, Model Kano, Integrasi IPA-KanoAbstractThe non-formal education industry in Indonesia is an industrial sector that is currently starting to become a commodity market. According to data from the Ministry of Education and Culture in 2018, there are 190,000 foreign language educational institutions spread throughout Indonesia, of which 4,714 are English language educational institutions. Zambert Course is a company that focuses on providing TOEFL training and tests. Considering the tight market competition, this research aims to identify the level of satisfaction of each consumer using Importance Performance Analysis and the Kano Model. After that, an improvement strategy is carried out for the deficient service attributes through the integration of Importance Performance Analysis and the Kano Model. Service attributes that are priorities for improvement include the speed and alertness of employees in serving participants, implementation of events according to schedule, and a learning process that does not take place in two directions.Keywords: Importance Performance Analysis, Model Kano, Integrasi IPA-Kano
PENENTUAN KEBUTUHAN TENAGA KERJA LAPANGAN DENGAN METODE FULL TIME EQUIVALENT PADA PEKERJAAN PENGAMBILAN SAMPAH RUMAH KE RUMAH DI KABUPATEN KARANGNYAR Moh Farras Isfahani Nur Arifin; Ratna Purwaningsih
Industrial Engineering Online Journal Vol 12, No 4 (2023): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2023
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSalah satu cara untuk mengelola dan mengatur pengambilan dan pembuangan sampah harus menerapkan pengelolaan sumber daya manusia yang baik di bidang persampahan. Pengelolaan sumber daya manusia yang baik diharapkan dapat menghasilkan tenaga kerja yang efektif dan efisien sehingga akan mendorong tercapainya visi misi dan tujuan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karanganyar. Dinas Lingkungan Hidup (DKH) Kabupaten Karanganyar merupakan instansi pemerintah yang bergerak pada bidang lingkungan hidup yang berada di daerah karanganyar. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karanganyar membutuhkan perencanaan dan pengeloaan sumber daya manusia yang baik sehingga sumber daya manusia yang dihasilkan dapat bekerja dengan profesional agar kualitas pengambilan dan pengelolaan sampah yang di berada di Karanganyar dapat berjalan sesuai dengan harapan. Pada jurnal ini akan membahas mengenai beban kerja pada Bidang PSLPK di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karanganyar sebagai dasar penentuan jumlah karyawan atau tenaga kerja pada rekruitmen mendatang. Perhitungan beban kerja dengan metode FTE (Full time equivalent) didapatkan dari observasi berdasarkan uraian aktivitas di setia armada pengambilan sampah. Masih ada ketidaksesuaian antara jumlah pekerja yang ideal dengan jumlah pekerja aktual sehingga perlu dilakukan peninjauan ulang dalam kebijakan rekruitmen di masa depan.Kata kunci: Beban Kerja, Full time equivalent, Sumber Daya ManusiaAbstractOne way to manage and organize waste collection and disposal is to implement good human resource management in the waste sector. Good human resource management is expected to produce an effective and efficient workforce so that it will achieve the vision, mission and goals of the Karanganyar Regency Environmental Service. The Karanganyar Regency Environmental Service (DKH) is a government agency that operates in the environmental sector in the Karanganyar area. The Karanganyar Regency Environmental Service requires good planning and management of human resources so that the human resources produced can work professionally so that the quality of waste collection and management in Karanganyar can run according to expectations. This journal will discuss the workload in the PSLPK Sector at the Karanganyar Regency Environmental Service as a basis for determining the number of employees or workforce in future recruitment. Calculation of workload using the FTE (Full time equivalent) method is obtained from observations based on activity observations in each waste collection fleet. There is still a discrepancy between the ideal number of workers and the actual number of workers, so it is necessary to review recruitment policies in the future.Keywords: Workload, Full time equivalent, Human Resources
PENGENDALIAN PERSEDIAAN DENGAN METODE MIN-MAX DAN PENINGKATAN EFISIENSI GUDANG TABUNG LPG PADA PT PERTAMINA PATRA NIAGA JATIMBALINUS Nadiyani Zahra; Ratna Purwaningsih
Industrial Engineering Online Journal Vol 12, No 4 (2023): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2023
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakManajemen gudang merupakan aspek yang sangat penting terhadap keberjalanan rantai pasok perusahaan. Persediaan yang terlalu banyak dapat menyebabkan penumpukan barang di gudang yang berdampak pada biaya yang dikeluarkan. Metode penyimpanan yang kurang baik dapat berpengaruh pada kualitas produk. Begitu pula tata letak gudang yang kurang baik akan memengaruhi kelancaran pemindahan material. PT Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus memiliki unit Material Warehouse yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan material LPG (Liquified Petroleum Gas) di gudang, salah satunya di Gudang Sinar Buduran yang merupakan pusat pergudangan regional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah unit gudang yang dibutuhkan berdasarkan tingkat persediaan yang ditentukan dan mengoptimalisasi gudang berdasarkan metode penyimpanan dan tata letaknya. Kebutuhan unit gudang dapat berkurang 30-40% menjadi 14 unit gudang berdasarkan tingkat persediaan yang didapatkan dari perhitungan dengan metode Min-Max. Didapatkan nilai minimum stock, maximum stock, safety stock, titik pemesanan ulang dan kuantitas pemesanan. Didapatkan pula usulan metode penyimpanan FIFO, penambahan sign-board, dan alternatif perubahan tata letak untuk meningkatkan efisiensi gudang.Kata Kunci: LPG, Manajemen Gudang, Min-Max, Tata Letak