Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemanfaatan Adsorben dari Tongkol Jagung sebagai Karbon Aktif untuk Mengurangi Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Safri Gunawan; Hanapi Hasan; Ria Dini Wanty Lubis
Rekayasa Material, Manufaktur dan Energi Vol 3, No 1: Maret 2020
Publisher : Fakultas Teknik UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.526 KB) | DOI: 10.30596/rmme.v3i1.4527

Abstract

This research utilizes corncob waste as activated carbon to be adsorbent. The objective of this research is to obtain the effect of corncob and sago powder as matrix composition in reducing vehicle exhaust gas emission. The composition used is 60 grams in every dough. It will be tested three times experimental which is 80:20, 70:30, 60:40 of corncob and sago powder variation of the composition, respectively. The result shows that the number of CO, HC, and CO2 decreases to 0.24%, 75.87%, and 5.9%, respectively. The conclusion from this research show that activated carbon from corncob greatly affect exhaust gas emissions in a vehicle.
ANALISA RESPON MEKANIK MATERIAL POLIMER KOMPOSIT DIPERKUAT SERAT TKKS DAN FILTER ROKOK AKIBAT BEBAN STATIK Riadini Wanty Lubis; M. Yani; Safri Gunawan; Indra Wijaya Pulungan
Prosiding Seminar Nasional Teknik UISU (SEMNASTEK) SEMNASTEK UISU 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.155 KB)

Abstract

Penelitian ini mengembangkan material polimer komposit diperkuat serat TKKS dan filter rokok sebagai penguat dan poliester resin tak jenuh dan katalis sebagai pengikat. Kemudian dibuat perbandingan variasi persentase antara penguat dan pengikat dalam pengembangannya dan dibentuk kedalam empat variasi komposisi antara lain; A, B, C dan D dengan mengacu pada standart ASTM D695-96. Penelitian ini bertujuan untuk membuat komposisi material polimer komposit berbahan serat TKKS dan filter rokok, selanjutnya dijadikan spesimen uji yang di uji tekan statik. Dari hasil pengujian diperoleh informasi bahwa urutan kekutan tekannya : Spesimen A, C, B dan D sebesar 1502,62 Kgf/mm², 1602,60 Kgf/mm², 1684,70 Kgf/mm² dan 1713,22 Kgf/mm², dan specimen uji pada D mewakili sifat kuat tekan terbaik disbanding tiga lainnya. Penambahan penguat pada komposisi material komposit menunjukkan penambahan nilai kuat tekannya.
Evaluasi Sifat Fisik Biodiesel dari Minyak Jelantah dengan Variasi Metanol untuk Optimasi Kinerja Peralatan Konstruksi dan Sistem Elektronika Surya Dharma; rihat sebayang; Rahmawaty Rahmawaty; Idham Kamil; Efri Debby Ekinola Ritonga; Ulfa Hasnita; Yetty Meuthia Hasibuan; Riadini Wanty Lubis; Husin Ibrahim; Jovian Zefanya Richard Chrisardo Silalahi
Nexus Sains dan Teknologi Vol. 1 No. 2 (2025): Nexus: Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/nst.v1i2.2873

Abstract

Minyak jelantah merupakan limbah rumah tangga yang dapat mencemari lingkungan apabila dibuang sembarangan. Salah satu cara pemanfaatan limbah tersebut adalah dengan mengonversinya menjadi biodiesel melalui proses transesterifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh perbandingan metanol terhadap karakteristik biodiesel yang dihasilkan dari minyak jelantah. Rasio metanol yang digunakan adalah 30:70, 40:60, dan 50:50 (v/v), dengan penambahan katalis basa KOH sebesar 1% dan suhu reaksi dijaga pada 60 °C. Parameter yang dianalisis mencakup viskositas kinematik, titik nyala, bilangan asam, dan densitas, yang seluruhnya diuji pada suhu 40 °C dan dibandingkan dengan standar kualitas bahan bakar ASTM D6751 dan EN 14214. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio metanol 50:50 menghasilkan biodiesel dengan kualitas paling unggul, dengan viskositas 3,75 mm²/s, flash point 109,2 °C, bilangan asam 0,34 mgKOH/g dan densitas sebesar 881 kg/m³. Dengan demikian, rasio tersebut dianggap paling optimal untuk menghasilkan biodiesel berbahan minyak jelantah yang memenuhi standar kualitas bahan bakar internasional, sehingga layak digunakan secara luas dan berkelanjutan.