Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Efek Toxic Parenting terhadap Perilaku Sibling Rivalry Siswa Tri Windi Oktara; Miswanto Miswanto; Lira Erwinda
Psychocentrum Review Vol 5, No 1 (2023): Psychocentrum Review
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/pcr.511674

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan pengaruh toxic parenting  terhadap sibling rivalry. Sampel penelitian ini adalah 123 siswa yang dikumpulkan dengan teknik sampling insidental. Penelitian ini menggunakan dua kuesioner dalam pengumpulan data penelitian, yaitu toxic parenting Scale dan sibling rivalry Questionnaire, yang dianalisis secara deskriptif dan regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan toxic parenting berpengaruh terhadap sibling rivalry. Disamping itu, toxic parenting berkontribusi terhadap sibling rivalry sebesar 27.7% dengan koefisien regresi bernilai positif, dapat dinyatakan bahwa pengaruh toxic parenting terhadap sibling rivalry adalah positif, yang memiliki makna kenaikan toxic parenting akan menyebabkan peningkatan sibling rivalry. Sehingga dapat dinyatakan untuk mengurangi pertengkaran sesama anggota keluarga bisa melalui pola asuh yang demokratis tanpa adanya pengasuhan toxic pada anak. Temuan lain menunjukkan laki-laki sedikit lebih merasakan pengasuhan toxic dibandingkan dengan perempuan dan berbanding terbalik dengan data sibling rivalry menunjukkan perempuan sedikit lebih sering melakukan perilaku sibling rivalry dibandingkan laki-laki, hal ini ditandai sebaran data perempuan lebih tinggi daripada perempuan. Diharapkan dengan adanya penelitian ini, layanan konseling keluarga dan seminar tentang parenting untuk meningkatkan pola asuh demokratis pada keluarga millenial saat ini lebih sering diadakan pada saat rapat komite.
Studi Literature: Peran Psikologi Pendidikan Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Hairani Zahra Nasution; Nurhasanah Nurhasanah; Sita Umilailah; Tri Windi Oktara
Jurnal Keilmuan Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2025): Jurnal Keilmuan Pendidikan (JKP)
Publisher : Asosiasi Asesmen Pendidikan (AAP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63203/040918200

Abstract

Masalah kesulitan belajar penting untuk diteliti karena masalah ini dapat menghambat kemampuan siswa dalam memahami, mengolah atau menerapkan materi pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan tentang pengertian, faktor, diagnosis dan cara mengatasi kesulitan belajar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengumpulkan berbagai sumber yang relevan dengan pembahasan kesulitan belajar. Sumber data tersebut meliputi artikel, buku, dan jurnal ilmiah yang membahas tentang kesulitan belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan belajar merupakan kondisi ketika siswa mengalami hambatan dalam memahami, mengolah, atau menerapkan materi pelajaran. Dalam masalah kesulitan belajar terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar, diantaranya faktor internal seperti jasmani dan rohani, serta faktor eksternal seperti lingkungan keluarga, sekolah, dan sosial. Dalam masalah kesulitan belajar juga terdapat diagnosis kesulitan belajar yang melalui beberapa tahapan untuk mengetahui permasalahan yang dialami oleh siswa atau individu sehingga dapat menentukan metode penyelesaian yang tepat sesuai dengan kebutuhannya. Penyelesaian masalah kesulitan belajar terdapat beberapa tahapan yang dapat dilakukan yaitu identifikasi kasus, identifikasi masalah, diagnosis, prognosis dan remedial, evaluasi dan tindak lanjut.
Pendampingan Pembuatan Banner, Daftar Menu dan Poster Digital untuk UMKM di Kelurahan Sukajaya Kota Serang Amalia Nabilah; Ernike Fatih Ataitani; Riana Pratiwi; Suryani Suryani; Tri Windi Oktara; Siti Marfu’ah; Ratu Humaemah
PRAXIS: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): PRAXIS April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47776/2jrb4a50

Abstract

This community service activity aims to assist Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Sukajaya Sub-District, Serang City, in developing promotional media both offline and online through the WhatsApp platform. The main issue identified is the limited ability of MSME owners to utilize promotional media and design tools to expand their market reach. The implementation methods included field surveys, design execution using Canva, and the distribution of the final promotional materials. The field findings revealed that most MSMEs in Sukajaya Sub-District, Serang City, Banten, did not yet have visual promotional media such as banners or menu lists, resulting in a plain and less informative appearance for new customers. In terms of online promotion, some businesses had used WhatsApp, but only to send product photos without design elements or price information, making their promotions less appealing. Consequently, their promotional activities remained limited and ineffective in attracting new consumers beyond their immediate surroundings.
Koping Adaptif Pada Remaja : Faktor Dan Dampak Nya Tri Windi Oktara; Hernindya Septarinjani; Siti Aisyah Saragih
TheraEdu: Journal of Therapy and Educational Psychology Vol. 2 No. 1 (2026): TheraEdu: Journal of Therapy and Educational Psychology
Publisher : Asosiasi Asesmen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63203/021856800

Abstract

Masa remaja merupakan fase transisi penting yang dipenuhi dengan berbagai tekanan perkembangan, tuntutan akademik, dan penyesuaian sosial. Kemampuan remaja dalam menghadapi tekanan tersebut secara positif sangat ditentukan oleh strategi koping yang diterapkan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dinamika koping adaptif pada remaja dengan memfokuskan kajian pada faktor-faktor penentu yang memengaruhinya serta dampak nyata dari penerapan koping adaptif terhadap kesejahteraan remaja. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) terhadap berbagai literatur ilmiah yang berkaitan dengan perkembangan remaja dan psikologi coping dalam lima tahun terakhir. Hasil analisis menunjukkan bahwa pembentukan koping adaptif pada remaja dipengaruhi oleh interaksi faktor internal, seperti regulasi emosi, efikasi diri, dan resiliensi, serta faktor eksternal berupa dukungan sosial dari keluarga, teman sebaya, dan iklim sekolah. Dampak penerapan koping adaptif terbukti mampu meningkatkan kesehatan mental, harga diri, kemampuan penyesuaian sosial, serta mengoptimalkan motivasi dan prestasi akademik remaja. Rekomendasi program intervensi bimbingan dan konseling turut dibahas sebagai upaya memperkuat strategi koping adaptif di lingkungan lembaga pendidikan.
Factor Analysis of a Diagnostic Test for Mathematics Learning Difficulties Using Exploratory Factor Analysis (EFA) Apri Triana; Tri Windi Oktara
Journal Research of Social Science, Economics, and Management Vol. 5 No. 10 (2026): Journal Research of Social Science, Economics, and Management
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jrssem.v5i10.1485

Abstract

The development of a diagnostic test for mathematics learning difficulties aims to identify the domains in which students demonstrate the lowest level of mastery. By identifying the domains in which students experience the greatest difficulties, targeted improvements can be implemented more effectively. Therefore, this study analyzes the dominant factors within a diagnostic test that was developed based on mathematical domains. The purpose of this study is to identify the factors within the mathematics domains that have been operationalized in the form of a test instrument. The resulting factors are formed from the correlations among items used to measure students’ abilities. Each factor formed must contain at least one mathematical domain represented in the test items. In some cases, a factor may consist of more than one mathematical domain. The identified factors represent the mathematical problem-solving abilities of the test participants. This study employed an exploratory descriptive research method. The research describes the characteristics of the analysis results using Exploratory Factor Analysis (EFA). The calculations were performed using SPSS software, and the resulting output was interpreted according to the characteristics of EFA. The research sample consisted of responses from 323 students. These responses represented answer choices for a diagnostic test comprising 30 questions with five alternative answers for each item. The results of the data analysis identified four mathematical domains, namely Algebra, Calculus, Geometry, and Trigonometry. Furthermore, the analysis of the diagnostic test on students’ mathematics learning difficulties revealed nine dominant factors
Gender-based differences in psychological distress in the academic environment Tri Windi Oktara; Farhanah Murniasih; Hilda Rosida; Vasco Delano; Lusinta Rehna Ginting; Qoulan Sadidah
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 14 No. 2 (2026): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1205900

Abstract

Mental health problems among university students have become a growing concern worldwide due to their impact on academic performance and well-being. Although psychological distress among students has been widely studied, findings regarding gender differences remain inconsistent across cultural contexts, particularly in Indonesia. Therefore, this study aimed to examine differences in psychological distress between male and female university students. A quantitative approach was employed involving 353 students selected through accidental sampling. The Rasch Model was used to transform ordinal responses into interval-level measures of psychological distress, while Welch’s t-test was applied to compare groups because of unequal sample sizes between male and female participants. The findings revealed that female students demonstrated higher psychological distress scores (M = -0.94 logits) than male students (M = -1.32 logits), indicating greater psychological distress among female participants. Welch’s t-test showed a statistically significant gender difference in psychological distress (p = .001). These findings suggest that female students may be more vulnerable to psychological distress within academic environments. The study highlights the importance of incorporating gender considerations into student mental health services and developing targeted support programs within higher education institutions.