Novi Triana Habsari, Novi
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERSEPSI MASYARAKAT DESA JIWAN TERHADAP KALENDER JAWA DALAM MEMBANGUN RUMAH Fitri Permatasari, Berti; Triana Habsari, Novi
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi atau pandangan masyarakat Desa Jiwan terhadap adanya Primbon dan Kalender Jawa dalam membangun rumah. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian interaksi simbolik yaitu terdapat makna-makna sosial yang akan diwariskan dan dilestarikan oleh masyarakat selanjutnya. Sumber data yang digunakan adalah sumber dara primer yaitu masyarakat yang dianggap paling memahami pengetahuan tentang tradisi Jawa atau sesepuh dan masyarakat Desa Jiwan pada umumnya. Sedangkan sumber sekunder adalah dokumen berupa profil desa. Teknik pengumpulan data melalui  wawancara dan observasi. Teknik analisis data menggunakan komponen model interaktif melalui proses pemilihan data, penyajian data kemudian baru disimpulkan. Pandangan masyarakat Jiwan terhadap kelender Jawa dalam membangun rumah masih dianggap penting. Terbukti bahwa ketika akan membangun atau pindah rumah masyarakat menentukan hari baik berdasarkan weton dari kalender Jawa dengan menghindari hari naas yaitu hari meninggalnya orang tua atau nenek. Mereka mempercayai hal tersebut dengan alasan mengikuti nasihat orang tua yang telah berpengalaman dan merupakan suatu adat sebagai masyarakat yang tinggal di tanah Jawa.  Terdapat balutan kain berwarna merah putih sebagai ciri khas Bangsa Indonesia. Masyarakat melakukan slametan ketika membuat pondasi dan setelah rumah berdiri dengan menyiapkan sesaji berupa ayam panggang beserta perlengkapannya yang kemudian mengundang tetangga terdekat untuk melakukan doa bersama.
ARTI PENTING HISTORIOGRAFI DAN METODOLOGI DALAM PENELITIAN SEJARAH Triana Habsari, Novi
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arah  historiografi Indonesia  sejak tahun 1980 an  mengalami perkembangan yang pesat. Tema-tema mulai bergeser dari  sejarah-orang besar ke sejarah orang-orang kecil atau rakyat biasa. Disertasi Sartono Kartodirdjo mengenai pemberontakan Banten tahun 1988 dengan perspektif Indonesia sentris, memang mendapat perubahan yang besar  khususnya pendekatan dan sumber-sumber yang digunakan, juga telah memperoleh banyak pengikut, terutama para muridnya di Universitas Gajahmada dan para sejarawan Indonesia yang dididik di Belanda dalam program kerjasama Indonesia Belanda. Penggunaan sejarah lisan  nampaknya berjalan sejajar dengan perkembangan  historiografi Indonesia dan historiografi Sejarah Lisan . Walaupun demikian cara-cara di dalam  mana sejarawan  menggunakan sumber lisan , membaca memeori yang sampai kepadanya masih menjadi problematika. Sikap kritis dan menempatkan obyek (memori) dalam konteks yang lebih luas semestinya  dipertimbangkan , agar sejarawan  tidak terporosok ke dalam detil-detil yang tak bermakna dan bisa membuat gambaran historis  yang komprehensip.Salah satu pendekatan baru yang dimaksud adalah kelompok Subaltern history  pada awalnya dikembangkan oleh sejarawan India  di penghujung tahun 1980 an.  Melalui fusi pendekatan sejarah dan antropologi, di sebut juga sebagai sejarah alternatif. Dia muncul sebagai reaksi terhadap sejarah nasional India yang satandarnya neo imperialis.  Ada sebelas jilid buku sejarah Subaltern yang telah diterbitkan. Terlepas dari kritik yang diajukan terhadap pendekatan ini. Yang jelas  bahwa pengaruh  sejarah Subaltern juga sudah meluas  ke Amerika latin. Menurut hemat saya apa esensi yang kita harus ubah jika kita akan mengikuti   kelompok tersebut  yaitu mengjejaki perubahan-perubahan metode, asumsi dan proposisi dalam historiografi Indonesia ke depan adalah  bagaimana mendefenisikan masalah-masalah  dan kemungkinan sejarah harus dilihat sebagai total history  seperti yang sudah lama didengun-dengunkan oleh  aliran Annales School.
SUA DARA SEBAGAI ALTERNATIF MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH IKIP PGRI MADIUN Triana Habsari, Novi
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran sejarah hendaknya dapat dilaksanakan dengan kegiatan yang inovatif, kreatif, dan menarik sehingga mampu memotivasi peserta didik untuk lebih mencintai sejarah. Selama ini paradigma yang berkembang hanyalah terkesan menyudutkan sejarah, bagaimana tidak, sejarah di klaim merupakan mata pelajaran yang membosankan. Pendidik dalam menyampaikan materipun tidak jarang yang hanya ceramah tanpa dibubuhi fakta. Kurangnya upaya untuk menerapkan metode pengajaran dan juga kreativitas dalam menciptakan media pembelajaran pun semakin memperparah citra sejarah. Melihat berbagai permasalahan yang ada, penulis memberikan salah satu alternatif berupa media Sua Dara. Media ini merupakan visualisasi dari benda-benda cagar budaya yang ada di sekitar Madiun. Melalui pembuatan media ini diharapkan mahasiswa akan termotivasi dantertarik untuk mempelajari sejarah lebih luas lagi. Selain itu adanya medi Sua Dara ini diharapkan mampu memberikan gambaran kepada mahasiswa bahwa belajar sejarah itu menyenangkan terlebih kita menjadi tahu ternyata di sekitar tempat tinggal banyak terdapat benda cagar budaya. Sehingga dengan demikian kesan buruk mahasiswa ataupun peserta didik terhadap sejarah menjadi hilang dan tergantikan oleh image bahwapembelajaran sejarah itu menarik.