Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

POPULASI DAN SEBARAN MONYET EKOR PANJANG (Macaca fascicularis) DI KAWASAN RESORT PENGELOLAAN TAMAN NASIONAL TAPOS, TAMAN NASIONAL GUNUNG GEDE PANGRANGO Ardian Khairiah; Taqiyuddin Zanki Haidar; Kenni Sondari; Amin Indra Wahyuni; Armar Riliansyah Tamala; Ade Basyuri; Alma Fadilah; Nida Khairun Nisaa; Lingga Heru Prasetio; Hilal Fadlan Ramada; Dinda Rama Haribowo; Puji Gantina
BIO EDUCATIO : (The Journal of Science and Biology Education) Vol 7, No 2 (2022): Bio Educatio : The Journal of Science and Biology Education
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.3 KB) | DOI: 10.31949/be.v7i2.4179

Abstract

Populasi Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) telah mengalami penurunan cukup tajam dikarenakan beberapa faktor, salah satunya adalah perburuan langsung di habitat alaminya untuk diperdagangkan dan dibunuh sebagai hama. Kawasan hutan Resort Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Tapos merupakan salah satu habitat Monyet Ekor Panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan populasi dan sebaran Monyet Ekor Panjang di kawasan Resort PTN Tapos. Pengumpulan data populasi dilakukan dengan metode transek jalur sepanjang 1000m pada pukul 08.00 – 16.00, dan pengumpulan data sebaran dilakukan melalui titik koordinat lokasi hasil perjumpaan Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis). Analisis data populasi menggunakan persamaan King’s method, sedangkan titik koordinat yang telah terkumpul ditampilkan dalam bentuk peta sebaran menggunakan ArcGIS 10.8 kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil pengamatan menunjukkan estimasi populasi tertinggi berada di blok hutan Pasir Koja jalur atas sebanyak 47,03 individu/ha dengan kepadatan populasi sebesar 4,70 individu/ha. Sedangkan, hasil terendah terdapat di blok hutan Pasir Beunyeng pada jalur atas dengan estimasi populasi sebanyak 2,73 ind/ha dan kepadatan populasinya 0,27 individu/ha. Pada blok hutan Pasir Koja, Monyet Ekor Panjang paling banyak ditemukan pada wilayah PTN Tapos. Namun, terdapat dua lokasi Monyet Ekor Panjang yang ditemukan diluar wilayah PTN Tapos. Sedangkan pada blok hutan Pasir Beunyeng lokasi temuan Monyet Ekor Panjang berada diluar area wilayah PTN Tapos
Pengaruh Iradiasi Gamma Terhadap Daya Simpan Daun Pisang Tanpa Vakum Alma Fadilah; Putri Permata Utari Andini; Feby Triutami; Irawan Sugoro
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 19, No 1 (2023): Vol 19, No. 1 (2023): November 2023
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2023.19.1.6935

Abstract

Daun pisang merupakan komoditas pertanian yang dapat diekspor ke luar negeri dan memiliki nilai jual yang tinggi. Ekspor daun pisang biasanya memakan waktu yang lama karena diberlakukannya proses karantina. Badan Karantina Pertanian menganjurkan penggunaan iradiasi gamma untuk memperpanjang daya simpan komoditas pertanian saat diekspor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pra-perlakuan dengan pembersihan menggunakan lap kain, iradiasi gamma, dan tanpa penggunaan vakum pada daya simpan daun pisang. Tahapan penelitian ini terdiri dari preparasi sampel (perlakuan lap (L) dan non-lap (NL)), iradiasi gamma (0, 250, 500, dan 1000 Gy), analisis proksimat, Total Plate Count (TPC), intensitas warna, dan % kerusakan daun. Hasil penelitian menunjukkan iradiasi gamma mempengaruhi daya simpan daun pisang pada dosis tertentu dengan perlakuan NL. Berdasarkan hasil analisis proksimat, pemberian iradiasi tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air, bahan kering, bahan organik, dan bahan abu pada daun pisang. Perbandingan TPC menunjukkan dosis 500 dan 1000 Gy mampu mengurangi hingga membunuh mikroorganisme pada semua perlakuan, namun hal ini tidak berpengaruh terhadap persentase kerusakan daun. Nilai intensitas warna pada hari ke-14 menunjukkan dosis 250 Gy pada perlakuan NL di semua sisi memiliki nilai L* lebih rendah dibandingkan 0 Gy (kontrol). Terjadi penurunan persentase kerusakan pada sampel daun pisang dosis 250 Gy di hari ke-14. Iradiasi dosis 250 Gy dengan perlakuan NL dapat menahan kerusakan daun pisang hingga 13,7%.