Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DIFERENSIASI DAN DIVERSIFIKASI PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM PADA ERA GLOBALISASI Al Idrus, Ali Jadid
EL-HIKMAH Vol 8, No 2 (2014): Desember
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Globalisasi menimbulkan perubahan penting dalam berbagai aspek. Secara kelembagaan dapat mendorong terjadinya proses otonomisasi, devolusi, dan privatisasi pendidikan. Pendidikan Islam sebagai bagian dari satuan pendidikan dituntut untuk senantiasa merevitalisasi strateginya guna menjamin kesesuaian tututan lingkungan dan persaingan dengan kekuatan internal yang dimilikinya. Ketidakmampuan suatu satuan pendidikan dalam merespons peluang dan ancaman eksternal akan mengakibatkan menurunnya daya saing dan atau terhambatnya pencapaian kinerja satuan pendidikan itu. Selain penguasaan atas sains dan teknologi, pendidikan Islam juga perlu melakukan langkah-langkah strategis sebagai upaya pengembangan pendidikannya dalam menghadapi pendidikan global.
INOVASI KURIKULUM PAI: HARAPAN DAN REALITA DI ERA DIGITAL PADA SEKOLAH MENENGAH Hadi, Hairul; Muhammad; Al Idrus, Ali Jadid
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v12i1.4933

Abstract

Inovasi dalam pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) sangat penting untuk menjawab kebutuhan siswa di era digital. Namun, implementasinya menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan integrasi teknologi dan penurunan pemahaman serta praktik nilai-nilai Islam di kalangan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana inovasi kurikulum PAI dapat memenuhi harapan dalam memperkuat spiritualitas dan moralitas siswa, serta mengeksplorasi tantangan yang muncul dalam implementasinya, khususnya terkait pembelajaran digital dan degradasi nilai-nilai keagamaan. Penelitian dilakukan di beberapa sekolah menengah dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi inovasi kurikulum PAI menghadapi berbagai hambatan, terutama keterbatasan keterampilan digital guru dan resistensi terhadap penggunaan teknologi. Hal ini menciptakan kesenjangan antara harapan integrasi teknologi dalam pembelajaran agama dan realitas di lapangan. Sebagian guru masih menganggap bahwa penggunaan teknologi dapat mengurangi kedalaman pengajaran spiritual. Hasil ini menunjukkan perlunya peningkatan pelatihan digital bagi guru untuk mengoptimalkan penggunaan teknologi dalam pendidikan agama Islam. Selain itu, kurikulum PAI perlu dirancang secara adaptif dengan mengakomodasi pendekatan digital yang tetap mempertahankan dimensi spiritual dan moral. Dukungan kebijakan pendidikan yang mendorong sinergi antara teknologi dan nilai-nilai agama juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan implementasi inovasi ini.
INOVASI KURIKULUM PAI: HARAPAN DAN REALITA DI ERA DIGITAL PADA SEKOLAH MENENGAH Hadi, Hairul; Muhammad; Al Idrus, Ali Jadid
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v12i1.4933

Abstract

Inovasi dalam pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) sangat penting untuk menjawab kebutuhan siswa di era digital. Namun, implementasinya menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan integrasi teknologi dan penurunan pemahaman serta praktik nilai-nilai Islam di kalangan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana inovasi kurikulum PAI dapat memenuhi harapan dalam memperkuat spiritualitas dan moralitas siswa, serta mengeksplorasi tantangan yang muncul dalam implementasinya, khususnya terkait pembelajaran digital dan degradasi nilai-nilai keagamaan. Penelitian dilakukan di beberapa sekolah menengah dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi inovasi kurikulum PAI menghadapi berbagai hambatan, terutama keterbatasan keterampilan digital guru dan resistensi terhadap penggunaan teknologi. Hal ini menciptakan kesenjangan antara harapan integrasi teknologi dalam pembelajaran agama dan realitas di lapangan. Sebagian guru masih menganggap bahwa penggunaan teknologi dapat mengurangi kedalaman pengajaran spiritual. Hasil ini menunjukkan perlunya peningkatan pelatihan digital bagi guru untuk mengoptimalkan penggunaan teknologi dalam pendidikan agama Islam. Selain itu, kurikulum PAI perlu dirancang secara adaptif dengan mengakomodasi pendekatan digital yang tetap mempertahankan dimensi spiritual dan moral. Dukungan kebijakan pendidikan yang mendorong sinergi antara teknologi dan nilai-nilai agama juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan implementasi inovasi ini.