Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penanaman Nilai Demokrasi Pancasila sebagai Upaya Membangun Kesepemahaman dalam Melawan Aksi Teror Abdullah Abdullah; George Towar Ikbal Tawakkal
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 22, No 1 (2022)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.404 KB) | DOI: 10.21580/dms.2022.221.11938

Abstract

Pada perpolitikan internasional, salah satu ancaman keamanan yang menjadi agenda penuntasan bagi banyak pihak adalah kejahatan terorisme. Begitupun di Indonesia, terorisme juga menjadi ancaman. Tidak hanya pada aksi teror yang terjadi, namun juga pada jaringan terorisme yang menyebar di tengah-tengah masyarakat. Keterlibatan pemuda pada jaringan terorisme merupakan satu kondisi yang mengkhawatirkan jika tidak segera ditangani. Hal tersebut yang selanjutnya mengharuskan tenaga pendidik untuk dapat mengatasi dan juga menghindarkan lingkungan pendidikan dari paham-paham terorisme. Menindaklanjuti situasi tersebut, pengabdian ini dilakukan untuk menguatkan nilai-nilai pancasila di kalangan siswa sekolah. Metode yang diterapkan adalah pre-test, presentasi, dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terdapat perubahan pemahaman siswa jika dilihat berdasar pretest dan post-test. Siswa yang menjadi peserta presentasi tentang nilai-nilai demokrasi pancasila berdasar pada hasil post-test menunjukkan kemampuan dalam mengidentifikasi radikalisme dan terorisme.In international politics, one of the security threats that are on the agenda for solving many parties is the crime of terrorism. Likewise in Indonesia, terrorism is also a threat. Not only on acts of terror that occur, but also on the network of terrorism that spreads amid society. The involvement of youth in terrorist networks is a worrying condition if it is not immediately addressed. This in turn requires educators to be able to overcome and also avoid the education environment from the notions of terrorism. Following up on the situation, this service is carried out to strengthen Pancasila values among school students. The method applied is a pre-test, presentation, and post-test. The results of the activity showed that there was a change in students' understanding when viewed based on the pre-test and post-test. Students who participated in the presentation on Pancasila democratic values based on the post-test results showed their ability to identify radicalism and terrorism.
Meningkatkan Literasi AI di Kalangan Guru Melalui Workshop Pengenalan Prompt AI untuk Pembelajaran Inovatif di SMK Assalam Bantur, Malang Muhammad Abdul Azis; Abdullah Abdullah; Mahendra Yustika Citra
Jurnal Flobamorata Mengabdi Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL FLOBAMORATA MENGABDI
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51494/jfm.v4i1.3034

Abstract

Abstrak: Kemajuan kecerdasan buatan (AI) membuka peluang personalisasi materi, umpan balik waktu nyata, dan efisiensi manajemen kelas, namun pemanfaatannya oleh guru di Indonesia masih terbatas akibat rendahnya literasi AI serta isu etika, privasi data, dan kesenjangan akses. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi AI dan keterampilan praktis guru dalam mengintegrasikan AI untuk perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Mitra kegiatan adalah SMK Assalam Malang, sekolah menengah kejuruan yang berorientasi pada penguatan kompetensi digital. Metode pelaksanaan menggunakan lokakarya interaktif-partisipatif yang mencakup pengenalan konsep dasar AI, pemanfaatan chatbot dan asisten virtual, perancangan prompt untuk personalisasi materi ajar, serta pembahasan prinsip penggunaan AI yang etis. Tahapan kegiatan meliputi persiapan (pembentukan tim, penyusunan modul, koordinasi sarana), pelaksanaan (praktik langsung berbasis studi kasus mata pelajaran), dan evaluasi melalui kuesioner pra–pasca serta umpan balik peserta. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman yang nyata: sebelum pelatihan hanya 30% guru memiliki pemahaman dasar AI, sedangkan setelah pelatihan 70% guru menyatakan memahami dan mampu menggunakan AI dalam konteks pembelajaran; 30% lainnya masih memerlukan pendampingan lanjutan. Secara kualitatif, guru melaporkan peningkatan kepercayaan diri, percepatan penyusunan materi dan instrumen evaluasi, serta efisiensi pekerjaan administratif (olah data dan pelaporan) yang lebih terstruktur dan berbasis data. Abstract: Advances in artificial intelligence (AI) offer opportunities for personalized learning materials, real-time feedback, and more efficient classroom management. However, AI adoption among teachers in Indonesia remains limited due to low AI literacy as well as ethical, data privacy, and digital access issues. This community service program aimed to improve teachers’ AI literacy and practical skills in integrating AI into lesson planning, instructional delivery, and learning assessment. The partner institution was SMK Assalam Malang, a vocational secondary school focused on strengthening digital competencies. The program employed an interactive, participatory workshop method covering basic AI concepts, the use of chatbots and virtual assistants, prompt design for personalizing teaching materials, and ethical principles for responsible AI use. Implementation stages included preparation (team formation, module development, and coordination of facilities), execution (hands-on practice using subject-specific case studies), and evaluation through pre–post questionnaires and participant feedback. The results indicated a clear improvement in teachers’ understanding: prior to the training, only 30% of teachers reported basic AI knowledge, whereas after the workshop 70% reported understanding and being able to use AI in instructional contexts; the remaining 30% still required further mentoring. Qualitative feedback also showed increased teacher confidence, faster development of teaching materials and assessment instruments, and improved efficiency in administrative tasks (data processing and reporting) with more structured, data-driven outputs.
THE IMPACT OF THE CROSS-BORDER CULTURAL PHENOMENON OF THE KOREAN WAVE ON CULTURAL TRANSFORMATION IN SAUDI ARABIA Abdullah Abdullah; Ismail Ubaidillah
CMES (Center of Middle Eastern Studies) Vol 16, No 1 (2023)
Publisher : Arabic Literature Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/cmes.16.1.73861

Abstract

Globalization’s impact on culture is vividly apparent in the infiltration of foreign cultures into different countries, as exemplified by the permeation of the Korean Wave, or “Hallyu,” in Saudi Arabia. Among the Saudi youth, Korean TV dramas (K-dramas) and Korean Pop Music (K-POP) have experienced immense popularity, marking a significant shift in traditional ideological, political, and economic boundaries. This cultural shift facilitates an enhanced exchange between Korea and Saudi Arabia, igniting a newfound interest in the Korean language and culture. Concurrently, Korean fashion and beauty trends have seized the attention of Saudi Arabian youth, influencing their clothing, hairstyling, and beauty routines. This research aims to unravel the extent of influence and transformation instigated by such transnational cultural phenomena on local cultures. Utilizing a qualitative approach, this study conducts a literature review to explore the depth and breadth of the Korean Wave’s impact on Saudi Arabian society. Researchers face particular challenges, including limited research availability, language and cultural context, and the reliability of available data. However, despite these constraints, the study provides valuable insights into cultural globalization, media influence, and the dynamics of cross-cultural interactions, advancing our understanding of this evolving global landscape.