This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teologi
Wylly Suhendra
Sanata Dharma University

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MEMPERTANYAKAN KEBIJAKSANAAN ALLAH: SEBUAH TAFSIRAN TEOLOGIS ATAS PERBANTAHAN YEREMIA DALAM YEREMIA 12:1-13 Wylly Suhendra; Nikolas Kristiyanto
Jurnal Teologi (Journal of Theology) Vol 11, No 02 (2022)
Publisher : P3TK, Sanata Dharma University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/jt.v11i02.5343

Abstract

AbstractThis article is a theological interpretation of Jeremiah’s dispute and God’s answer in Jeremiah 12:1-13. In the midst of his frustration over Anatot’s assassination threat, Jeremiah questions the God’s wisdom. This is a fundamental question about what humans wish for and what they get. However, God’s answer is something unpredictable. In His wisdom, God gives a warning about what will happen in the future that will be even tougher. This Jeremiah’s passage will be read using the rhetorical criticism metho, that will stress the intention of the writer in using such a term or metaphor to deliver his theological message. Finally, it will be found that God’s wisdom is an effort to train Jeremiah and his reader to hold on and look for God in the time of suffering.   Abstrak Artikel ini merupakan suatu tafsiran teologis yang mengaitkan antara perbantahan Yeremia dan jawaban Allah (Yer 12:1-13). Dalam keadaan frustrasi berhadapan dengan ancaman pembunuhan dari Anatot, Yeremia mempertanyakan kebijaksanaan Allah. Pertanyaan yang diungkapkan oleh Yeremia ini adalah suatu pertanyaan fundamental mengenai apa yang diharapkan manusia dan yang didapatnya. Namun demikian jawaban yang diberikan Allah merupakan suatu yang di luar harapan. Dalam kebijaksanaan-Nya, Allah memberikan suatu peringatan mengenai apa yang akan terjadi di masa depan yang bahkan akan lebih berat lagi. Teks Yeremia ini akan dibaca dari sudut pandang pendekatan retoris yang menitikberatkan pada faktor kesengajaan si penulis teks tersebut dalam menggunakan metafora binatang buas dalam menyampaikan pesan teologisnya. Melalui pendekatan tersebut, pada akhirnya akan dijumpai pula bahwa kebijaksanaan Allah ini dapat dimengerti sebagai pilihan strategis Allah dalam mendidik Yeremia dan para pembacanya untuk berpegang dan mencari-Nya pada masa-masa sulit tersebut.