Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISIS DETERMINAN KREDIT MACET PADA UMKM DI INDONESIA Hanif, Muhamad Shafwan; Widawati, Anik Sri
Jurnal Riset Entrepreneurship Vol 7 No 1 (2024): (Edisi Pebruari) Volume 7, Nomor 1, Tahun 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jre.v7i1.7036

Abstract

MSMEs play a vital role in boosting Indonesia's economy, and to enhance this sector, the government offers banking support for the allocation of MSME loans. Although the distribution of loans to MSMEs is increasing, there is a rising trend in the risk of non-performing loans. This risk stems from debtors' inability to meet their obligations with creditors due to various factors. This study aims to assess the impact of MSME credit growth, interest rates, MSME working capital credit, and MSME GDP on non-performing loans in Indonesia's MSMEs. Utilizing a quantitative approach and secondary data from Bank Indonesia, the Financial Services Authority, and the Central Statistics Agency, the research employs multiple linear regression through Eviews 10. The time series data spans from 2011 to 2022, and the findings reveal that each variable—MSME credit growth, interest rates, MSME working capital credit, and MSME GDP—significantly influences non-performing loans in Indonesia's MSMEs.
ANALISIS DETERMINASI TINGKAT KEMISKINAN DI PROVINSI ACEH Kusuma, Bayu Wijaya; Widawati, Anik Sri
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA) Vol 8 No 1 (2024): Edisi Januari - April 2024
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31955/mea.v8i1.3957

Abstract

Provinsi Aceh menjadi salah satu provinsi yang menempati urutan keenam provinsi dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Indonesia. Peningkatan jumlah penduduk miskin di Provinsi Aceh menyebabkan Aceh menjadi provinsi termiskin di Pulau Sumatera. Tingginya tingkat kemiskinan ini yang menyebabkan permasalahan kemiskinan menjadi salah satu prioritas dalam setiap pembangunan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh dari jumlah penduduk, Rata-rata Lama Sekolah (RLS), dan pengeluaran per kapita, dan terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Aceh. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis data kuantitatif dengan data sekunder. Objek penelitian ini adalah seluruh kabupaten/kota Provinsi Aceh yang terdiri dari 23 kabupaten/kota. Penelitian ini menggunakan data panel yaitu data cross section selama 5 tahun yaitu tahun 2018 sampai 2022. Metode analisis data menggunakan metode analisis regresi data panel dengan alat analisis Eviews 10. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel jumlah penduduk, RLS, dan pengeluaran per kapita secara simultan berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Aceh. Secara parsial, jumlah penduduk berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Aceh, RLS berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Aceh, dan peneluaran per kapita berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Aceh.
ANALISIS DETERMINAN PERTUMBUHAN EKONOMI DAERAH INDUK PEMEKARAN DI PROVINSI JAMBI TAHUN 2010-2021 Utami, Siti Nurkholifah Budi; Widawati, Anik Sri
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemekaran daerah merupakan upaya pemerintah untuk menciptakan kesatuan wilayah administratif baru ditingkat provinsi, kabupaten, dan kota hasil pemekaran dari kabupaten induknya. Tujuan dilakukannya pemekaran daerah adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemekaran daerah dilakukan karena adanya ketimpangan pembangunan infrastruktur yang tidak merata. Namun demikian setelah adanya pemekaran daerah, pertumbuhan ekonomi daerah induk pemekaran di Provinsi Jambi tidak mengalami peningkatan. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan pertumbuhan ekonomi daerah induk pemekaran di Provinsi Jambi pada tahun 2010-2021. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel BD berpengaruh negatif dan signifikan. IPM berpengaruh positif dan signifikan. TPT berpengaruh positif dan signifikan. Bonus Demografi, Indeks Pembangunan Manusia, dan Tingkat Pengangguran Terbuka secara simultan berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah induk di Provinsi Jambi. Tidak terdapat perbedaan pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi sebelum dan setelah pemekaran.
Determinan Kesenjangan Pendapatan di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Brilliana Alviro, Annisa; Widawati, Anik Sri; Nurnilawati, Eny
Ekonomikawan: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 25, No 2 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/ekonomikawan.v25i2.26887

Abstract

Income inequality remains a critical issue in Indonesia, aligning with Sustainable Development Goal 10, which emphasizes reducing inequality. The Special Region of Yogyakarta recorded the highest income disparity the period from 2021 to 2023, despite being know as a region with relatively high human development achievement. This study analyzes the effects of minimum wage, human development index (HDI), the number of poor people, and beneficiary families on income inequality using panel data regression. Results show that while minimum wage and beneficiary families have no significant effect. The findings suggest that development improvements have not yet ensured equitable income distribution, highlighting the need for targeted policies to sustainably reduce income inequality.
ECONOMIC TRANSFORMATION AND ENERGY CONSUMPTION TO REDUCE CARBON EMISSIONS TOWARDS INDONESIA'S SDGS Puspitasari, Sherly Anggiliana; Widawati, Anik Sri
Jurnal Ilmiah Ekonomi Bisnis Vol. 30 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/eb.2025.v30i3.28

Abstract

Indonesia’s carbon dioxide emissions continue to rise despite its emission reduction commitments, highlighting a gap between policy and implementation. The country’s reliance on fossil fuels, limited penetration of renewable energy, and the varied effects of foreign direct investment and industrialization highlight the importance of empirical analysis of the key drivers of emissions. This study strengthens the ARDL-based empirical evidence on the nexus among FDI, industrialization, energy consumption, and carbon emissions in Indonesia by incorporating the Environmental Kuznets Curve (EKC), the Pollution Haven Hypothesis, the Energy–Emissions Nexus Theory, and the Sustainable Development Theory. Using annual data from 1984 to 2023, the analysis evaluates the impacts of foreign direct investment, manufacturing value added, oil consumption, coal consumption, and low-carbon energy use on carbon dioxide emissions in both the short and long run. The results indicate that foreign direct investment initially increases emissions but has an insignificant adverse effect in the long run. Industrialization, oil, and coal consumption significantly raise emissions in both periods, while low-carbon energy consumption reduces emissions only in the long run. These findings suggest that Indonesia’s clean energy transition requires more substantial policy commitment, greater green investment, and improved industrial efficiency to achieve sustainable decarbonization.