Suci Rahmadani
Universitas Muhammadiyah Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Metode Muroja’ah Menghafal Al-Qur’an Santri di Pondok Pesantren Khadimul Ummah Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba Abdul Fattah; Suci Rahmadani
PILAR Vol 12, No 1 (2021): JURNAL PILAR, JUNI 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pelaksanaan metode muroja’ah dalam menghafal Al-Qur’an santri di Pondok Pesantren Khadimul Ummah Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba, efektivitas metode muroja’ah dalam menghafal Al-Qur’an santri di Pondok Pesantren Khadimul Ummah Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba, faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan metode muroja’ah dalam menghafal Al-Qur’an santri di Pondok Pesantren Khadimul Ummah Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif. Hasil penelitian dapat di rangkum sebagai berikut: 1) Pelaksanaaan proses menghafal Al-Qur’an dengan metode muroja’ah di Pondok Pesantren Khadimul Ummah Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukmba yaitu menggunakan sistem One Day One Sheet (Satu hari satu halaman).Wujud dari kegiatan menghafal Al- Qur’an dengan metode muroja’ah di Pondok Pesantren Khadimul Ummah, antara lain: a. Muroja’ah hafalan baru kepada pembimbing Tahfiz (Ustadzah); b. Muroja’ah hafalan lama kepada teman dengan berhadapan dua orang dua oarang atau berpasang-pasangan; c. Muroja’ah hafalan lama kepada ustadzah; d. Muroja’ah hafalan dalam waktu Sholat; e. Mengulang hafalan dengan alat bantu (Speaker Murottal); g. Ujian akhir mengulang hafalan (khatam sugro dan khatam kubro). 2) Metode muroja’ah di Pondok Pesantren Khadimul Ummah dinilai efektif karena dilihat dari hasil hafalan para santri bagus. Hal tersebut dilihat dari hasil tes sima’an dan hasil tes hafalan terbimbing dari ustadzah. 3) Faktor pendukung metode muroja’ah dalam menghafal Al-Qur’an di Pondok Pesantren Khadimul Ummah yaitu: adanya motivasi dari orang tua, kegiatan muroja’ah secara terbimbing, apresiaisi yang diberikan kepada santri yang berprestasi.Kata Kunci: Metode Muroja’ah; Menghafal Al-Qur’an
Identifikasi dan Karakterisasi Golongan Senyawa Metabolit Sekunder Bioaktif pada Ekstrak Kulit Batang Kamboja Bali (Plumeria rubra L.) Berdasarkan Analisis Kromatografi dan Spektrofotometri Uv-Vis Putri Putri; Suci Rahmadani; Ashaja Syamsi; Aqilah Salsabilah Rusli; Andryani Astuti Anwar; Fani Agusni Mansur
Jurnal Kesehatan Amanah Vol. 10 No. 2 (2026): Oktober: Jurnal Kesehatan Amanah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jka.v10i2.1239

Abstract

Bali frangipani (Plumeria rubra L.) is a medicinal plant traditionally used in Indonesia and is known to contain various bioactive secondary metabolites. This study aimed to identify and characterize the secondary metabolite compounds present in the ethanol extract of Bali frangipani stem bark through phytochemical screening, fractionation, chromatographic separation, and determination of total flavonoid content. The research employed an experimental laboratory design with a descriptive qualitative approach. Stem bark was extracted by reflux using 96% ethanol, followed by liquid-liquid fractionation, column chromatography, thin-layer chromatography (TLC), preparative TLC, and two-dimensional TLC. Phytochemical screening confirmed the presence of alkaloids and saponins, whereas flavonoids, tannins, and steroids/triterpenoids were not detected in the crude extract. Column chromatography of the ethyl acetate fraction yielded 28 fractions that were combined into five sub-fractions. TLC analysis identified three major spots, and the flavonoid-like compound was successfully isolated as isolate A, exhibiting yellow-green fluorescence under UV 366 nm with an Rf value of 0.30–0.34. Two-dimensional TLC demonstrated a single spot, indicating satisfactory purity. Total flavonoid content, determined using the AlCl₃ colorimetric method with quercetin as the reference standard, was 4.883 mg QE/g extract (4.883%), indicating a relatively low flavonoid level according to the Indonesian Herbal Pharmacopoeia. These findings contribute to understanding the phytochemical profile of Bali frangipani stem bark and support its potential application in pharmaceutical and natural product research.