Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendidikan Karakter dalam Al-Qur’an Surat Luqman Ayat 12-19 dan Tantangannya di Era Industri 4.0 Arief Rahman
LOGIKA : Jurnal Penelitian Universitas Kuningan Vol 13 No 02 (2022)
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/logika.v13i02.7027

Abstract

Pendidikan karakter merupakan pendidikan yang membentuk kepribadian seseorang melalui pendidikan budi pekerti atau penanaman nilai-nilai baik yang hasilnya terlihat dalam tindakan nyata seseorang. Yaitu tingkah laku yang baik, jujur, bertanggungjawab, kerja keras, dan lain sebagainya. Guru membantu membentuk watak peserta didik. Hal ini mencakup keteladanan bagaimana perilaku guru berbicara atau menyampaikan materi, bertoleransi, dan berbagai hal terkait lainnya pendidikan karakter merupakan pengintegrasian nilai-nilai karakter dalam bahan ajar. Dengan demikian, menurut penulis tujuan pendidikan karakter memiliki fokus pada pengembangan potensi peserta didik secara keseluruhan agar dapat menjadi individu yag siap menghadapi masa depan dan mampu survive mengatasi tantangan zaman yang dinamis dengan perilaku yang terpuji sesuai Al-Qur’an. Metode penelitian yang digunakan penelelitian kepustakaan. Hasil penelitian adalah nasihat Luqman berisi perintah, yaitu : Syukur kepada Allah;  Berbuat baik kepada orangtua; Berbuat kebajikan; Menegakkan shalat; Amar ma’ruf Nahi munkar; Bersabar dalam menghadapi cobaan; Sederhana dalam kehidupan; Bersikap sopan dalam berkomunikasi dan Adapun yang berbentuk larangan sebagai berikut: Larangan syirik; Larangan bersikap sombong dan Larangan berlebihan dalam kehidupan menghindari dampak negatif teknologi maka perlu peningkatkan spritualitas melalui habituasi sehingga mampu mengantarkan pada karakter yang baik
Halal Lifestyle: Urgensi Mengkonsumsi Produk Obat-Obatan Halal dan Metode Thibbun Nabawi bagi Kesehatan Neneng Wahyuni; Arief Rahman
LOGIKA : Jurnal Penelitian Universitas Kuningan Vol 14 No 02 (2023)
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/logika.v14i02.8897

Abstract

 The presence of the Indonesian Sharia Finance Master Plan 2019-2024 and the enactment of Law No. 33 of 2014 concerning Halal Product Guarantee is a regulation from the government related to strengthening the halal industry and guarantees the circulation of a variety of halal products, especially pharmaceutical products. Medicines that enter the body are punished just like food, so the halal and thayyyib aspects are a part that cannot be ignored. But the fact is that there are still substances and illicit media used to make medicines and only a few pharmaceutical products that have been halal certified by MUI. Therefore, as Muslims we must understand the importance of consuming halal medicines and also recognize prophet-style medicine (tibbun nabawi) as a form of implementing the halal lifestyle as well as endeavors in maintaining health.This study uses a qualitative method with literature study and interview approaches to get the information studied.Hadirnya Masterplan Keuangan Syariah Indonesia 2019-2024 dan mulai diberlakukannya Undang-Undang No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal merupakan regulasi dari pemerintah terkait penguatan industri halal dan penjaminan beredarnya beragam produk halal, terutama produk farmasi. Obat-obatan yang masuk ke dalam tubuh dihukumi sama seperti makanan, karenanya aspek kehalalan dan thayyyib-nya menjadi bagian yang tidak bisa diabaikan. Namun faktanya masih ada kandungan zat haram yang digunakan untuk membuat obat-obatan dan baru sedikit produk farmasi yang sudah tersertifikasi halal oleh MUI. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang menunjukkan bahwa literasi obat halal yang masih rendah sehingga perlu lebih disosialisasikan dan mulai terbangunnya kesadaran masyarakat tentang keberadaan thibbun nabawi sebagai ikhtiar untuk mendapatkan kesembuhan dan kesehatan.