Pendidikan karakter merupakan pendidikan yang membentuk kepribadian seseorang melalui pendidikan budi pekerti atau penanaman nilai-nilai baik yang hasilnya terlihat dalam tindakan nyata seseorang. Yaitu tingkah laku yang baik, jujur, bertanggungjawab, kerja keras, dan lain sebagainya. Guru membantu membentuk watak peserta didik. Hal ini mencakup keteladanan bagaimana perilaku guru berbicara atau menyampaikan materi, bertoleransi, dan berbagai hal terkait lainnya pendidikan karakter merupakan pengintegrasian nilai-nilai karakter dalam bahan ajar. Dengan demikian, menurut penulis tujuan pendidikan karakter memiliki fokus pada pengembangan potensi peserta didik secara keseluruhan agar dapat menjadi individu yag siap menghadapi masa depan dan mampu survive mengatasi tantangan zaman yang dinamis dengan perilaku yang terpuji sesuai Al-Qur’an. Metode penelitian yang digunakan penelelitian kepustakaan. Hasil penelitian adalah nasihat Luqman berisi perintah, yaitu : Syukur kepada Allah; Berbuat baik kepada orangtua; Berbuat kebajikan; Menegakkan shalat; Amar ma’ruf Nahi munkar; Bersabar dalam menghadapi cobaan; Sederhana dalam kehidupan; Bersikap sopan dalam berkomunikasi dan Adapun yang berbentuk larangan sebagai berikut: Larangan syirik; Larangan bersikap sombong dan Larangan berlebihan dalam kehidupan menghindari dampak negatif teknologi maka perlu peningkatkan spritualitas melalui habituasi sehingga mampu mengantarkan pada karakter yang baik