Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tradisi Manjapuik Marapulai Suku Minangkabau di Kota Medan (Kajian dalam Perspektif Komunikasi Islam) Kartini; Mailin; Ahmad Thamrin Sikumbang
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol. 8 No. 1 (2022): JURNAL SIMBOLIKA APRIL
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbolika.v8i1.5154

Abstract

Tradisi Manjapuik Marapulai tidak terlepas dari peristiwa komunikasi dimana proses komunikasi yang terjadi dilakukan oleh juru bicara dari masing-masing perwakilan baik dari keluarga anak daro atau mempelai wanita maupun marapulai atau pihak lelaki. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tradisi Manjapuik Marapulai pada etnik Minangkabau di Kota Medan dan menurut kajian perspektif komunikasi Islam. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah para ketua adat Surau Tujuh Koto, IKBS Sumatera Utara, Minang Sati, Persatuan Keluarga Ulakan Tapakis Kataping Sumatera Utara (PKUTK), Ikatan Keluarga Tanjung dan Sikumbang. Hasil penelitian ini adalah pertama, persiapan Manjapuik Marapulai dengan tokoh adat ninik mamak di kediaman wanita dengan mempersiapkan dan menyajikan makanan tradisional, minuman, pakaian, emas dan uang sebagai nilai kasih sayang. Kedua, proses Manjapuik Marapulai di kediaman calon pengantin pria melalui proses penyambutan dengan membuka kata dari pihak anak daro dengan pihak marapulai. Prinsip komunikasi Islam sudah sesuai dengan konsep Qaulan Karima, Sadida, Ma’rufa, Sadida, Layina dan Baligho serta penerapan nilai komunikasi Islam dalam Manjapuik Marapulai pada etnik Minangkabau di Kota Medan yaitu bentuk komunikasi secara estetika dan budaya serta, partisipan yaitu untuk menguatkan makna rasa persaudaraan yang tinggi sesuai dengan prinsip Islam yaitu saling tolong menolong.
Prinsip-Prinsip Yang Terkandung Dalam Batang Tubuh UUD 1945 Kartini; Khairul Fikri; Nadine Khalifi Ermawan; Fahman Al Hanafi Kudadiri; Muhammad Rifai Alhabib
Jurnal Ilmu Pendidikan Pancasila, Kewarganegaraan, dan Hukum Vol. 2 No. 2 (2025): PAKEHUM- Agustus
Publisher : CV. SINAR HOWUHOWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70134/pakehum.v2i2.562

Abstract

The 1945 Constitution of the Republic of Indonesia (UUD 1945) is the highest legal foundation that regulates the structure of government, the rights and obligations of citizens, and the direction of the implementation of national and state life. The body of the 1945 Constitution contains basic principles that reflect the values of Pancasila and the spirit of independence, democracy, and social justice. This article examines in depth the principles contained in the body of the 1945 Constitution, including equality before the law, freedom of religion, human rights, the national cultural system, and national defense. This study uses a literature study method with a normative approach. The results of the study show that the body of the 1945 Constitution is flexible and able to adapt to developments in the era, and is a foundation for realizing a democratic system of government, guaranteeing the constitutional rights of citizens, and strengthening national unity within the framework of the Unitary State of the Republic of Indonesia.