Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pathological fracture of the mandible associated to osteoradionecrosis: A case report Ronal; Sylviana Melita; Syamsuddin Endang
Journal of Dentomaxillofacial Science Vol. 5 No. 3 (2020): (Available online: 1 December 2020)
Publisher : DiscoverSys Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15562/jdmfs.v5i3.1424

Abstract

Objective: Osteoradionecrosis (ORN) is a severe and devastating late complication of radiotherapy in patients with head and neck cancer, especially in the mandible. Methods: We report a case of a 47-year-old woman who suffering from osteoradionecrosis and bone exposure 5 yearsafter irradiation therapy for Squamous Cell Carcinoma (SCC) of the tounge. Segmented resection of the mandible was performed followed with reconstruction using plate. Results: ORN can cause pathological fracture of the mandible and should be treat with surgical approach Conclusion: ORN affects the mandible more often than the maxilla or any other bones of head and neck, since it has high density and low blood vasculature so can cause pathological fracture of the mandible. Preventive measures must be evaluated to reducing the risk or severity of ORN
Rancang Bangun Sistem Point Of Sales (Pos) Berbasis Web dan Mobile untuk UMKM Yuliana, Yuliana; Yuliana; Ronal
Pengembangan Riset dan Observasi Teknik Informatika Vol 12 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/protekinfo.v12i1.10317

Abstract

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian, tetapi masih banyak yang menggunakan pencatatan transaksi manual yang rentan terhadap kesalahan dan kurang efisien dalam pengelolaan stok serta laporan keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem Point of Sales (POS) berbasis web dan mobile yang dapat membantu UMKM dalam pencatatan transaksi, manajemen stok, serta pembuatan laporan keuangan secara otomatis. Metode pengembangan perangkat lunak yang digunakan adalah model Waterfall, yang mencakup tahap analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, pengujian, serta evaluasi dan validasi sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu meningkatkan efisiensi pencatatan transaksi, mempermudah pengelolaan stok, serta menghasilkan laporan keuangan yang lebih akurat. Evaluasi dilakukan melalui pengujian User Acceptance Test (UAT), yang menunjukkan tingkat kepuasan pengguna yang tinggi terhadap sistem. Dengan demikian, implementasi sistem POS berbasis web dan mobile ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas UMKM dan mendukung pertumbuhan bisnis yang lebih berkelanjutan di era digital.
Pudding Krokot (Portulaca Olaracea L.) Sebagai Solusi Alternatif Kebutuhan Omega 3 Emil Mangile; Nur Ahniyanti Rasyid; Dian Firmayasari S; Ronal; Yusrini
Jurnal Hasil-Hasil Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): Volume 02 Nomor 01 (April 2023)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jhp2m.v2i1.133

Abstract

Abstrak. Bulukumba merupakan kabupaten yang terletak di bagian selatan provinsi Sulawesi Selatan yang memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah. Tumbuhan krokot merupakan salah satu sumber daya alam yang belum dimanfaatkan oleh masayarakat di lingkungan sekitar. Adapun masalah yang dihadapi oleh masyarakat sekitar adalah kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai kandungan gizi dan nilai ekonomi dari tumbuhan krokot. Solusi dari permasalahan tersebut adalah pengolahan krokot menjadi pudding yang kaya akan omega 3 dan memberikan ruang usaha terhadap masyarakat serta meningkatkan peluang perekonomian masyarakat. Selanjutnya akan dilakukan pembuatan produk usaha pudding krokot. Metode yang digunakan adalah observasi di lapangan sebagai persiapan produksi pembuatan produk, dilanjutkan pengeringan krokot, pencampuran bubuk krokot dengan bubuk pudding, pengemasan produk, dan pemasaran produk baik offline dan online. Hasil yang diperoleh adalah produk usaha pudding krokot yang sebagai alternatif omega 3 dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Kata Kunci: Krokot; Pudding; Omega 3
Penerapan Metode Least Significant Bit untuk Penyembunyian Pesan Rahasia dalam Gambar dengan Optimasi Ukuran File Yuliana; Rohmi Dyah Astuti; Ade Laelani; Linda Rassiyanti; Yusni Puspha Lestari; Ronal
Jurnal ICT: Information Communication & Technology Vol. 25 No. 1 (2025): JICT-IKMI, July, 2025
Publisher : LPPM STMIK IKMI Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Steganografi merupakan teknik untuk menyembunyikan pesan rahasia dalam media digital guna menjaga kerahasiaan informasi. Penelitian ini menerapkan metode penyisipan pesan menggunakan algoritma Least Significant Bit (LSB), di mana pesan rahasia disisipkan langsung ke dalam bit-bit paling tidak signifikan dari piksel citra grayscale. Setelah proses penyisipan, citra stego disimpan dalam tiga format berbeda—PNG, WebP, dan ZIP—untuk mengevaluasi dampak kompresi terhadap integritas pesan dan kualitas citra. Evaluasi dilakukan berdasarkan empat parameter: ukuran file, degradasi kualitas citra (PSNR), kesamaan struktur visual (SSIM), dan keberhasilan ekstraksi pesan. Hasil menunjukkan bahwa format PNG mampu mempertahankan kualitas citra dan integritas pesan secara optimal (PSNR 75,58 dB, SSIM 1,0000). Sebaliknya, kompresi lossy pada WebP mengganggu bit pesan sehingga menyebabkan pesan rusak. Format ZIP terbukti dapat mempertahankan file stego secara utuh. Penelitian ini menunjukan bahwa steganografi berbasis Least Significant Bit tetap efektif bila dikombinasikan dengan format gambar lossless. Format lossy seperti WebP tidak disarankan karena berisiko merusak data.
EVALUASI EFEKTIVITAS TEKNIK PRIVACY-PRESERVING: K-ANONYMITY, L-DIVERSITY, T-CLOSENESS PADA DATA SENSITIF: EVALUATION OF THE EFFECTIVENESS OF PRIVACY-PRESERVING TECHNIQUES—K-ANONYMITY, L-DIVERSITY, AND T-CLOSENESS—ON SENSITIVE DATA Ronal; Tambunan, Desy Ebigael; Yuliana
HOAQ (High Education of Organization Archive Quality) : Jurnal Teknologi Informasi Vol. 17 No. 1 (2026): Jurnal HOAQ - Teknologi Informasi
Publisher : STIKOM Uyelindo Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52972/hoaq.vol17no1.p102-111

Abstract

Perlindungan privasi menjadi aspek krusial dalam pengumpulan, pengolahan, dan publikasi data sensitif, namun potensi risiko kebocoran informasi dapat menimbulkan konsekuensi hukum maupun kerugian reputasi. Untuk menjaga keseimbangan antara kegunaan data dan privasi individu, teknik anonimisasi menjadi pendekatan utama, termasuk penerapan k-anonymity dan evaluasi menggunakan l-diversity dan t-closeness. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas teknik-teknik tersebut dalam mengurangi risiko pengungkapan identitas dan atribut sensitif pada dataset kesehatan. Studi kasus menggunakan 55500 dataset medis dengan quasi-identifier Age, Gender, dan Blood Type, serta atribut sensitif Medical Condition. Dataset dianonimkan menggunakan k-anonymity melalui proses generalisasi dan supresi untuk membentuk equivalence class dengan ukuran minimum k ? 5. Selanjutnya, dataset dievaluasi menggunakan l-diversity untuk mengukur keberagaman atribut sensitif dalam setiap kelompok, serta t-closeness untuk menilai kesamaan distribusi atribut sensitif terhadap distribusi global menggunakan Earth Mover’s Distance (EMD). Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh equivalence class telah memenuhi k ? 5 dengan suppression rate sebesar 1,15%. Evaluasi l-diversity menunjukkan tidak terdapat equivalence class dengan l < 2, sehingga risiko attribute disclosure dapat diminimalkan. Pengujian t-closeness menggunakan Earth Mover’s Distance (EMD) menunjukkan mayoritas kelas memiliki EMD ? 0,15 dan hanya satu kelas dengan nilai sedikit di atas ambang batas t = 0,2. Dari sisi utilitas data, nilai Normalized Generalized Information Loss (NGIL) sebesar 0,079 (7,9%) dan AECS sebesar 6,28 menunjukkan tingkat kehilangan informasi yang rendah tanpa terjadi over-generalization. Secara keseluruhan, kombinasi metode yang diterapkan berhasil mencapai keseimbangan antara perlindungan privasi dan data utility.   Privacy protection has become a crucial aspect in the collection, processing, and publication of sensitive data, as potential risks of information leakage may lead to legal consequences and reputational damage. To maintain a balance between data utility and individual privacy, anonymization techniques serve as a primary approach, including the implementation of k-anonymity and its evaluation using l-diversity and t-closeness. This study aims to evaluate the effectiveness of these techniques in reducing the risk of identity and attribute disclosure in a healthcare dataset. The case study utilizes a 55500 dataset medis containing the quasi-identifiers Age, Gender, and Blood Type, as well as the sensitive attribute Medical Condition. The dataset was anonymized using k-anonymity through generalization and suppression to form equivalence classes with a minimum size of k ? 5. Subsequently, the dataset was evaluated using l-diversity to measure the diversity of sensitive attributes within each group, and t-closeness to assess the similarity between the distribution of sensitive attributes in each group and the global distribution using Earth Mover’s Distance (EMD). The results indicate that all equivalence classes satisfy k ? 5 with a suppression rate of 1.15%. The l-diversity evaluation shows that no equivalence class has l < 2, thereby minimizing the risk of attribute disclosure. The t-closeness assessment reveals that the majority of classes have EMD ? 0.15, with only one class slightly exceeding the threshold of t = 0.2. In terms of data utility, the Normalized Generalized Information Loss (NGIL) value of 0.079 (7.9%) and an AECS of 6.28 indicate a low level of information loss without over-generalization. Overall, the combination of methods successfully achieves a balance between privacy protection and data utility, ensuring that the dataset remains suitable for further analysis and secondary data publication.