Zeny Arisa Alfiyah Rofi
Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis kesalahan berbahasa tataran ejaan dalam laman Siaran Pers Kemendikbud Edisi 9 Maret-9 April 2022 Nabila Putri; Zeny Arisa Alfiyah Rofi; Riyantika Rarasati
CARAKA Vol 9 No 1 (2022): December 2022
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/caraka.v9i1.12542

Abstract

Siaran Pers bersifat formal dan aktual menuntut kesempurnaan dalam penulisannya, tetapi ditemukan beberapa kesalahan berbahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kesalahan berbahasa dalam tataran ejaan pada laman Siaran Pers Kemendikbud. Metode yang digunakan ialah kualitatif yang bersifat deskriptif dengan teknik baca, simak, dan catat. Sumber data yang digunakan yaitu laman Siaran Pers Kemendikbud edisi 9 Maret-9 April 2022 dengan teknik analisis data milik Miles dan Huberman. Pada penelitian ini ditemukan kesalahan berbahasa pada tataran ejaan tertinggi terdapat pada penulisan huruf miring yaitu 68%. Sedangkan terendah terdapat pada penulisan bilangan yaitu 6,3%.    Analysis of spelling errors in the Ministry of Education's Press Release page, March 9-April 9, 2022.   Abstract: The press release is formal and actual, demanding perfection in its writing, but there are some language errors found. This study aims to describe the form of language errors at the spelling level on the Ministry of Education and Culture's Press Release page. The method used is descriptive qualitative with reading, observing, and note-taking techniques. The data source used is the March 9 - April 9, 2022 edition of the Ministry of Education and Culture's Press Release page with data analysis techniques belonging to Miles and Huberman. This study found that language errors at the highest spelling level were found in italics, namely 68%. In contrast, the lowest is found in writing numbers, namely 6.3%.
Struktur Makro pada Kasus Ferdy Sambo di Media Online Zeny Arisa Alfiyah Rofi; Elen Inderasari
Widyantara Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Ikaprobsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63629/widyantara.v1i2.54

Abstract

This article aims to describe the macro structure that focuses on topics regarding the Ferdy Sambo case in the online media Kompas.com, Republika.co.id, and JawaPos.com. This research also aims to see the form of choice of words or sentences used by the online media Kompas.com, Republika.co.id, and JawaPos.com in news titles. The theory used in van Dijk’s discourse analysis regarding macro structure. This research method is qualitative, descriptive in nature. The results of this research have a macro structural form, namely the revelation of the premeditated murder that killed Brigadier J, the re-enactment of the murder scene of Brigadier J, the dismissal of Ferdy Sambo, the impact of the case of Brigadier J’s death, the hearing of Ferdy Sambo’s indictment, the trial of Ferdy Sambo’s prosecution, the defense hearing by Ferdy Sambo, and the verdict hearing of defendant Ferdy Sambo. The word from in the news title Republika.co.id contains five euphemistic expressions and Kompas.com contains two euphemistic expressions. However, on JawaPos.com there are no euphemistic expressions in the news title. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur makro yang berfokus pada topik mengenai kasus Ferdy Sambo di media online Kompas.com, Republika.co.id, dan JawaPos.com. penelitian ini juga bertujuan untuk melihat bentuk pilihan kata atau kalimat yang digunakan media online Kompas.com, Republika.co.id, dan JawaPos.com dalam judul berita. Adapun teori yang digunakan analisis wacana van Dijk mengenai struktur makro. Metode penelitian ini ialah kualitatif yang bersifat deskriptif. Hasil penelitian ini terdapat wujud struktur makro yakni terungkap rekayasa pembunuhan berencana yang menewaskan Brigadir J,  reka ulang adegan pembunuhan Brigadir J, pemberhentian Ferdy Sambo,  dampak kasus kematian Brigadir J, sidang pembacaan dakwaan Ferdy Sambo, Sidang tuntutan Ferdy Sambo, Sidang Pembelaan oleh Ferdy Sambo, dan Sidang vonis terdakwa Ferdy Sambo. Bentuk kata dalam judul berita Republika.co.id terdapat lima ungkapan eufemisme dan Kompas.com terdapat dua ungkapan eufemisme. Namun, pada JawaPos.com tidak terdapat ungkapan eufemisme dalam judul berita.