Subaidi Subaidi
STIT Al-Ibrohimy Bangkalan

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Gahwa

ANALISIS PENDIDIKAN PESANTREN PADA UU NO. 18 TAHUN 2019: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Subaidi; Sakdi
GAHWA Vol 3 No 2 (2025): JANUARY-JUNE
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/gahwa.v3i2.685

Abstract

Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren menandai titik balik dalam pengakuan formal negara terhadap pendidikan pesantren sebagai bagian integral dari sistem pendidikan nasional. Namun, sejauh mana regulasi ini telah diimplementasikan secara efektif masih menjadi pertanyaan terbuka di kalangan akademisi dan pembuat kebijakan. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun tinjauan sistematis atas literatur ilmiah yang membahas implementasi UU No. 18 Tahun 2019, guna mengidentifikasi pola, tantangan, dan peluang dalam penguatan pendidikan pesantren melalui kerangka regulasi nasional Metode Systematic Literature Review (SLR) digunakan dengan mengikuti protokol PRISMA. Pencarian dilakukan melalui basis data seperti Google Scholar, Garuda, dan DOAJ untuk publikasi antara tahun 2019 hingga 2025. Kriteria inklusi mencakup artikel peer-reviewed yang secara eksplisit membahas aspek hukum, kebijakan, atau implementasi pendidikan pesantren pasca-berlakunya UU Pesantren. Dari 42 artikel yang dianalisis, empat tema utama teridentifikasi: (1) transformasi kelembagaan pesantren, (2) problematika teknis implementasi di tingkat daerah, (3) ketidaksinkronan antara kebijakan nasional dan lokal, dan (4) peran aktor non-pemerintah dalam memperkuat daya adaptasi pesantren terhadap UU. Beberapa literatur juga menyoroti gap antara norma hukum dan realitas pelaksanaan. Meskipun UU No. 18 Tahun 2019 secara normatif memperkuat posisi pesantren, implementasinya masih menghadapi tantangan struktural dan kultural. Temuan ini memberikan dasar bagi pengembangan kebijakan pendidikan keagamaan yang lebih adaptif dan kontekstual.
KONSEP PENDIDIKAN AKHLAK PERSPEKTIF AL-QUR’AN Fatimah Al Zahrah; Ibrohim Muchlis; Subaidi
GAHWA Vol. 2 No. 1 (2023): JULY-DECEMBER
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/gahwa.v2i1.415

Abstract

Artikel ini membahas pentingnya pendidikan akhlak dalam konteks pendidikan Islam, yang kini cenderung terfokus pada pencapaian material dan kecerdasan intelektual. Penelitian ini berangkat dari analisis Surat Al-Furqan ayat 63-64, yang mengandung nilai-nilai etika fundamental dalam pembinaan akhlak seorang Muslim. Ayat ini menekankan sikap rendah hati dan ibadah sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, mengajak kita untuk merenungkan kembali tujuan utama pendidikan: menghilangkan kebodohan dan mencapai ridho Ilahi. Penelitian ini menggunakan metode analisis teks Al-Qur'an dan studi pustaka untuk mendalami nilai-nilai akhlak dalam ayat tersebut serta mengaitkannya dengan literatur pendidikan Islam. Selain itu, penelitian ini menyoroti tantangan zaman modern, di mana teknologi dan urusan duniawi sering kali mengaburkan akhlak dan jati diri manusia. Dengan mengacu pada Al-Qur'an dan Hadits sebagai pedoman utama, artikel ini bertujuan untuk merumuskan konsep pendidikan akhlak yang komprehensif, yang tidak hanya memperkuat karakter individu tetapi juga membangun masyarakat yang lebih baik. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan wawasan baru tentang bagaimana pendidikan akhlak dapat diintegrasikan secara efektif dalam sistem pendidikan untuk membentuk kepribadian Muslim yang unggul, baik dalam aspek moral, etika, maupun ibadah.