Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

ISLAMISASI ILMU PENGETAHUAN DALAM PERSPEKTIF SEJARAH SOSIAL PENDIDIKAN ISLAM Muksin Muksin
AL - IBRAH Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamisasi Ilmu Pengetahuan merupakan pembebasan manusia dari tradisi magis, mitologis, animistis, kultur-nasional (yang bertentangan dengan Islam) dan dari belenggu paham sekuler terhadap pemikiran dan bahasa, juga pembebasan dari kontrol dorongan fisiknya yang cenderung sekuler dan tidak adil terhadap hakikat diri atau jiwanya, sebab manusia dalam wujud fisiknya cenderung lupa terhadap hakikat dirinya yang sebenarnya, dan berbuat tidak adil terhadapnya. Islamisasi adalah suatu proses menuju bentuk asalnya yang tidak sekuat proses evolusi dan devolusi. Artinya, dengan Islamisasi ilmu, umat Islam akanterbebaskan dari belenggu hal-hal yang bertentangan dengan Islam, sehingga timbul keharmonian dan kedamaian dalam dirinya, sesuai dengan fitrahnya. Islamisasi ilmu pengetahuan diharapkan bisa membebaskan kaum muslimyang bertentangan dengan Islam bahkan menjadikannya sekuler. Ketika dikumandangkan era pencerahan di Eropa, perkembangan ilmu-ilmu rasional dalam semua bidang kajian sangat pesat dan hampir keseluruhannya dipelopori oleh ahli sains dan cendikiawan Barat.Akibatnya, ilmu yang berkembang dibentuk dari acuan pemikiran falsafah Barat yang dipengaruhi oleh sekularisme, utilitarianisme, dan materialisme.Sehingga konsep, penafsiran, dan makna ilmu itu sendiri tidak bisa terhindar dari pengaruh pemikirannya.Konsep pemikiran demikian dikonsumsi oleh umat Islam sebagai umat yang kalah yang mulai tergantung kepada Barat.Mereka mempelajari sains Barat tanpa menyadari kaitan tali-temali historis Barat dan ilmu-ilmu Barat, sehingga umat Islam pun terjatuh dalam hegemoni Barat. Proses ini mengakibatkan esensi peradaban Islam semakin tidak berdaya ditengah kemajuan peradaban Barat yang sekuler. Hilangnya aspek kesakralan dari konsep ilmu Barat serta sikap keilmuan muslimyang menyebabkan terjadinya stagnasi setelah memisahkan wahyu dari akal, dan memisahkan pemikiran dari aksi dan kultur dipandang sama berbahayanya bagi perkembangan keilmuan Islam. Karena itu, muncullah sebuah gagasan untuk mempertemukan kelebihan- kelebihan diantara keduanya, sehingga lahir keilmuan baru yang modern tetapi tetap bersifat religius dan bernafaskan tauhid.Gagasan ini kemudian dikenal dengan istilah Islamisasi ilmu pengetahuan.
PEMBINAAN POTENSI SISWA MELALUI KEGIATAN MUHADHOROH DI MADRASAH DINIYAH NURUD DHOLAM AMPARA’AN KOKOP BANGKALAN Muksin; Munajib
AL - IBRAH Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/alibrah.v6i2.180

Abstract

Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang menampung peserta didik untuk di bina agar peserta didik memiliki kemampuan, kecerdasan dan keterampilan. Dalam proses pendidikan diperlukan pembinaan yang terarah agar peserta didik dapat mencapai prestasi belajar yang maksimal sehingga tujuan pendidik dapat tercapai. Setiap peserta didik memiliki potensi atau bakat yang harus dibina dan di kembangkan.Upaya sekolah ataupun lembaga dalam mengembangkan potensi atau bakat peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler.Sebagai mana yang telah di laksanakan di madrasah Nurud Dholam kepala madrasah dan juga dewan guru dalam membina potensi atau bakat santri melalui kegiatan muhadhoroh. Berdasarkan dari latar belakang di atas maka rumusan masalah sebagai berikut, bagaimana pembinaan potensi siswa melalui kegiatan muhadhoroh di Madrasah Diniyah Nurud Dholam, bagaimana bentuk-bentuk kegiatan dalam muhadhoroh yang dapat mengembangkan potensi siswa di Madrasah Diniyah Nurud Dholam. Penelitian ini di lakukan di lembaga Madrasah Diniyah Nurud Dholam Ampara’an Kokop Bangkalan.Janis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif.Dan mengumpulan datanya di lakukan dengan metode Observasi, interview/wawancara dan dokomentasi. Kemudian data di analisis meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pembinaan potensi dan bakat santri di madrasah Nurud Dholam meliputi kegiatan ekstrakurikuler seperti: Muhadhoroh, Isro’ Mikraj dan peringatan Tahun Baru Islam (Hijriyah). Dalam kegiatan ektrakurikuler muhadhoroh santri diberi tugas serangkaian acara yang dilaksanakan di muhadhoroh seperti: MC, Qiro’at, Sambutan, Asroful Anam, dan acara inti yang isi dengan Tahlil bersama. Kendala dalam kegiatan muhadhoroh adalah: cuaca hujan, tempat yang kurang strategis dan mati lampu.
MENCETAK SARJANA MUSLIM KAFFAH LEWAT PENDIDIKAN PESANTREN KAMPUS Muksin Muksin
AL - IBRAH Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.836 KB)

Abstract

Pesantren adalah sebuah lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia. Ia merupakan lembaga pendidikan untuk mengkaji agama (at-tafaqquh fi ad-din). Artinya, pesantren adalah lembaga pendidikan untuk mengkaji ilmu-ilmu keagamaan yang disertai penanaman moralitas kehidupan (akhlaq) kepada santri-santrinya. Dalam perkembangannya, pesantren ternyata tetap eksis dan bertahan dengan ciri khasnya sebagai lembaga pendidikan keislaman meskipun banyak mengalami tekanan dan cobaan di zaman era globalisasi ini. Karena itulah, kepercayaan masyarakat terhadap pesantren tidak pernah luntur bahkan dianggap mampu untuk menjadi solusi alternatif bagi pendidikan para siswa saat ini ditengah semakin tergerusnya moral spritual mereka. Untuk menghadapi tantangan-tantangan di era ini, perguruan tinggi Islam khususnya, perlu menerapkan sistem pesantren kampus sebagai salah satu solusi meminimalisir segala kemungkinan yang berbau negatif yang selama ini melekat pada pendidikan perguruan tinggi, disamping sebagai upaya untuk memaksimalisasi segala kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa untuk mendapatkan output berupa sarjana muslim yang kaffah (sarjana yang mempunyai pengetahuan agama yang mumpuni dan profesional yang multiterampil). Untuk mewujudkan hal-hal tersebut, bisa dilakukan lewat pesantren kampus program intensif. Dengan adanya pendidikan perguruan tinggi berbasis pesantren kampus ini, akan lahir generasi penerus bangsa yang benar-benar mumpuni serta berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman
Tren Penelitian Tentang Moderasi Beragama di Ma’had Jami’ah dan Pesantren Perguruan Tinggi: Studi Bibliometrik Muksin, Muksin; Afandi, Afandi
Journal of Education Research Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v4i4.1421

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tren penelitian tentang moderasi beragama di Ma’had Jami’ah atau pondok pesantren mahasiswa yang terpublikasi di database Scopus, serta memvisualisasikan serangkaian tema yang terkait secara tidak langsung dengan tema utama moderasi beragama. Peneltian ini penting dilakukan untuk memberikan gambaran pelaksanaan moderasi beragama dikalangan mahasiswa terutama pada lembaga Ma’had Jami’ah sebagai salah satu lembaga Pendidikan Islam ditingkat lanjut yang berperan untuk menanamkan toleransi, keberagaman dan kebersamaan selain keagamaan dan akhlak. Dengan menggunakan metode bibliometric review, penelitian ini menghasilkan temuan bahwa penelitian yang mempublikasikan moderasi beragama ditingkat Ma’had Jami’ah dan Pondok Pesantren Mahasiswa masih sedikit. Dari 115 dokumen publikasi di Scopus, hanya terdapat 12 dokumen penelitian yang membahas tentang moderasi beragama di Ma’had Jami’ah atau pondok pesantren mahasiswa. Sedangkan tema-tema yang tidak terkait dengan tema utama moderasi beragama, dengan menggunakan keyword strategy, ideology, difference, dan NU, juga masih baru muncul dalam pembahasan di Scopus dalam beberapa tahun terakhir.
Masyarakat, Desa dan Madrasah (Studi Tentang Pandangan Masyarakat terhadap Madrasah di Desa Telaga Biru Tanjungbumi Bangkalan) Afandi, Afandi; Muksin, Muksin
EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 13 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54180/elbanat.2023.13.1.44-66

Abstract

The village community in the implementation of education is greatly assisted by the existence of Islamic boarding schools, especially in remote areas. Even distribution of education in remote areas is still a problem faced by the government in providing education. The community is greatly helped by the existence of Islamic boarding schools in education and religious and other social activities. This research is a descriptive qualitative research which aims to explore the relationship between the village community and the madrasah. The research method used in this study is a descriptive qualitative method, namely describing field findings without any intervention or effort to make certain changes to the object of research. The result of this research is that with the diversity of opinions or views expressed by respondents with different backgrounds, there are actually no significant differences of opinion between respondents. In short, the public's view of the madrasa in Telaga Biru Village, Kec. Tanjung Bumi Kab. Bangkalan cannot be dichotomized based on the respondent's background. This is because the respondents' views in one particular aspect are different, but they have similarities in other aspects.
Implication of Rational Religious Flows in Islamic Education Muksin, Muksin
Maharot : Journal of Islamic Education Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/maharot.v8i1.1469

Abstract

Ibnu Miskawaih, as one of the leaders of Islamic education, emphasized that knowledge is a treasure that cannot be stolen; enlighten others and see it flourish. At the time of heyday of Islam Islamic education developed rapidly. However, nowadays as seen in modern times, faces the challenge of developing education that is relevant and able to answer the challenges of the times. One of the proposed solutions is to develop Islamic education based on rational religious beliefs, which emphasizes the importance of reason and rationality in understanding Islamic teachings. This stream makes a significant contribution to learning methods, curriculum and educational quality. This article presents the problem formulation as follows: What is the concept of Islamic education from Ibn Miskawaih's rational religious perspective? What is the relevance of rational religious beliefs for the development of Islamic education? What are the implications of rational religious beliefs for Islamic education? In writing this article, the research method chosen by the author is a qualitative research method, using a library research approach. Researchers collect data from various literary sources, such as books, articles, proceedings and journals that are related to the study that the author is reviewing.
TEORI PENDIDIKAN ISLAM PERSPEKTIF MUHAMMAD JAWWAD RIDLA Mohammad Sholeh; Muksin
GAHWA Vol 3 No 1 (2024): JULY-DECEMBER
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/gahwa.v3i1.225

Abstract

Artikel ini mengulas teori pendidikan Islam menurut Muhammad Jawwad Ridla, yang mencakup enam teori utama yang dikemukakan olehnya. Selain itu, artikel ini juga menganalisis pandangan Jawwad Ridla mengenai tiga aliran filsafat pendidikan Islam beserta tokoh-tokoh utama yang mendukung aliran tersebut. Penulisan karya ilmiah ini menggunakan metode kajian pustaka (library research), dimana penulis menggali data dari sumber-sumber literatur yang relevan dengan topik penelitian. Pendekatan yang digunakan dalam penulisan ini adalah pendekatan filosofis. Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Teori pendidikan Islam menurut Muhammad Jawwad Ridla mencakup beberapa aspek penting, di antaranya adalah konsep pengajaran/pembelajaran, dasar-dasar psikologis dalam proses pembelajaran, pemahaman mengenai subjek didik, metode pengajaran, peran pengajar (guru), serta persiapan individu untuk berpartisipasi aktif dalam kehidupan ekonomi masyarakat. 2) Muhammad Jawwad Ridla mengklasifikasikan tiga aliran utama dalam filsafat pendidikan Islam: 1) Aliran Religius Konservatif, yang fokus pada ajaran keagamaan semata dengan tokoh utama al-Ghazali, 2) Aliran Religius-Rasional, yang menilai semua disiplin ilmu sebagai penting, dengan tokoh utama Ikhwan al-Shafa, dan 3) Aliran Pragmatis-Instrumental, yang dipelopori oleh Ibnu Khaldun, yang memandang pendidikan sebagai sarana untuk meraih keahlian baik dalam aspek duniawi maupun ukhrawi, yang keduanya harus saling memberikan manfaat.
SEKOLAH RAMAH KELUARGA: LITERASI EDUKATIF UNTUK ORANGTUA DALAM MENDUKUNG PEMBELAJARAN ANAK Amaliati, Siti; Khamdani, Akhmad; Rohman, Imdadur; Muksin, Muksin; Maulah, Chikmatul; Amalia, Rizca
Pandalungan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Al-Falah As-Sunniyah Kencong Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/pandalungan.v3i2.2264

Abstract

This community service program aims to enhance parents' educational literacy in supporting their children's development through a training session on making homemade, natural playdough. The activity was conducted at TK Muslimat NU 294 Ya-Taman Manyarejo Gresik using the Asset-Based Community Development (ABCD) approach. The results indicate that the training not only improved parents’ understanding of safe play materials and the importance of fine motor stimulation but also encouraged their active involvement in the children’s learning process at home. Additionally, the training strengthened collaboration between the school and families and created a more participatory learning environment. The homemade playdough was also perceived as safer, more economical, and environmentally friendly. Parents appreciated the practical and applicable solutions provided for use with their children at home. These findings highlight the importance of implementing similar programs in other early childhood education institutions to foster a safer, more enjoyable, and holistic learning environment. Keywords: Family Friendly School, Educational Literacy, Playdough
TREN PENELITIAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN DI PONDOK PESANTREN: ANALISIS BIBLIOMETRIK Siri, Abu; Moh. Jamaluddin Imron; Muksin; Subaidi
GAHWA Vol 2 No 2 (2024): JANUARY-JUNE
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/gahwa.v2i2.692

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tren dan perkembangan kajian ilmiah mengenai penjaminan mutu pendidikan di pondok pesantren dalam kurun waktu 2010 hingga 2025 melalui pendekatan bibliometrik. Data diperoleh dari basis data Scopus dan Dimensions, lalu dianalisis menggunakan perangkat lunak VOSviewer dan Bibliometrik. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan jumlah publikasi dalam topik ini, terutama pasca-ditetapkannya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. Temuan utama mencakup dominasi tema manajemen mutu internal, kepemimpinan instruksional, akreditasi, dan integrasi nilai-nilai khas pesantren dalam sistem mutu. Studi juga menemukan bahwa pesantren unggulan seperti MAN Insan Cendekia dan SMA Dwiwarna telah berhasil mengimplementasikan sistem penjaminan mutu yang efektif dan kontekstual, yang berdampak langsung pada kualitas lulusan dan pengakuan kelembagaan. Visualisasi bibliometrik menunjukkan evolusi tema dari pendekatan teknokratis menuju pendekatan berbasis karakter dan spiritualitas. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pengembangan model mutu adaptif berbasis nilai dan peningkatan kolaborasi riset lintas institusi dan negara untuk mendukung penguatan mutu pendidikan pesantren ke depan.
Strategi Implementasi Pendidikan Islam Multikultural pada Anak Usia Dini: Systematic Literature Review Ulfadilah; Luluk Alfiya; Muksin; Siti Amaliati; Ely Fitriani
WALADI Vol. 3 No. 1 (2025): Juni, Wawasan Belajar Anak Usia Dini
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/waladi.v3i1.713

Abstract

Pendidikan Islam multikultural pada anak usia dini memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai toleransi, menghargai keberagaman, serta membangun fondasi karakter inklusif sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis implementasi pendidikan multikultural dalam konteks PAUD Islam melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Metode penelitian dilakukan dengan menelusuri artikel ilmiah terindeks pada basis data internasional dan nasional, menggunakan kriteria inklusi berupa publikasi lima tahun terakhir, akses terbuka, serta relevansi dengan topik pendidikan Islam dan multikulturalisme pada anak usia dini. Dari 57 artikel yang ditemukan, sebanyak 10 artikel terpilih untuk dianalisis mendalam sesuai pedoman PRISMA 2020.Hasil telaah menunjukkan bahwa implementasi pendidikan Islam multikultural di PAUD dilakukan melalui integrasi kurikulum berbasis kearifan lokal, penerapan pedagogi inklusif, pelibatan orang tua, serta penguatan nilai-nilai Islam yang sejalan dengan prinsip rahmatan lil ‘alamin. Temuan ini konsisten dengan teori pendidikan multikultural Banks, khususnya pada dimensi integrasi konten, pengurangan prasangka, dan pemberdayaan budaya sekolah. Namun, tantangan masih muncul terkait keterbatasan kompetensi guru, resistensi sebagian masyarakat terhadap praktik multikultural, serta keterbatasan sumber daya pendidikan.Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kapasitas guru, dukungan kebijakan pendidikan yang progresif, serta pengembangan kurikulum multikultural berbasis Islam. Kajian ini memberikan kontribusi teoretis sekaligus praktis dalam membangun model pendidikan Islam inklusif di tingkat PAUD, serta membuka arah baru penelitian untuk mengukur dampak jangka panjang pendidikan multikultural pada perkembangan anak.