Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh growth opportunity, leverage, liquidity, firm size dan financial distress terhadap probabilitas perusahaan menerapkan aktivitas hedging. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah data perusahaan non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2012- 2014. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Pengujian hipotesis menggunakan model regresi logistik dimana variabel dependen berbentuk kategori. Kategori tersebut adalah perusahaan yang menerapkan aktivitas hedging dan perusahaan yang tidak menerapkan aktivitas hedging. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model analisis menghasilkan ketepatan sebesar 80,4% dan variabel Leverage dan Firm size memiliki pengaruh positif dan signifikan, sedangkan variabel Growth opportunity memiliki pengaruh negatif dan signifikan. Variabel Liquidity berpengaruh negatif dan tidak signifikan, sedangkan variabel Financial distress berpengaruh positif dan tidak signifikan.