Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN VIDEO PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN OPEN BROADCASTING SYSTEM (OBS) SEBAGAI UPAYA MENCIPTAKAN MEDIA PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF PASCA PANDEMI COVID-19 Deuis Nur Astrida; Amin Nasyith; Windi Lestari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11723

Abstract

ABSTRAKPenggunaan media pembelajaran yang kreatif dan inovatif dapat membuat minat belajar siswa meningkat untuk memahami materi yang disampaikan. Sebagian besar guru masih memiliki kendala untuk menciptakan media pembelajaran tersebut. Hal ini karena dari segi kemampuan masih tergolong kurang karena masih kurangnya pelatihan-pelatihan yang diberikan oleh pihak sekolah. Mengadakan pelatihan untuk membuat media pembelajaran dengan menggunakan Open Broadcassting System (OBS) adalah salah satu cara yang tepat dalam membuat media pembelajaran yang menarik, karena dengan menyajikan materi tertentu juga dilengkapi dengan penjelasan langsung oleh guru sehingga siswa akan lebih paham untuk belajar materi yang diberikan. Tujuan diadakannya pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kreatifitas guru dalam membuat media pembelajaran yang menarik. Kegiatan pelatihan menggunakan metode Training of Trainner (TOT) dengan cara pemberian materi melalui ceramah, kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung oleh para peserta. Hasil dari pelatihan ini adalah adanya peningkatan pengetahuan dan kreatifitas guru dalam membuat media pembelajaran yang lebih menarik dari sebelumnya mereka hanya membuat media pembelajaran dengan menggunakan power point biasa, setelah kegiatan ini dilakukan para guru berhasil membuat video pembelajaran yang lebih bervariasi. Dengan membuat media pembelajaran yang kreatif dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dalam memahami materi. Kreatifitas guru dalam membuat media pembelajaran sangat diperlukan agar mampu menciptakan media pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Kata kunci: media; pembelajaran; media pembelajaran; video; open broadcassting system; OBS ABSTRACTThe use of creative and innovative learning media can increase student interest in learning to understand the material presented. Most teachers still have problems in creating these learning media. This is because in terms of ability it is still relatively lacking because there is still a lack of training provided by the school. Holding training to make learning media using the Open Broadcasting System (OBS) is one of the right ways to make interesting learning media, because by presenting certain material it is also equipped with direct explanations by the teacher so that students will understand more about learning the material provided. The purpose of holding this training is to increase the knowledge and creativity of teachers in making interesting learning media. Training activities use the Training of Trainner (TOT) method by providing material through lectures, then followed by direct practice by the participants. The result of this training was an increase in teachers' knowledge and creativity in making learning media more interesting than before they only made learning media using ordinary power point, after this activity was carried out the teachers succeeded in making learning videos that were more varied. By making creative learning media can increase students' learning motivation in understanding the material. Teacher creativity in making learning media is needed in order to be able to create creative and innovative learning media. Keywords: media, learning; learning media; video; open broadcasting system; OBS
Pelatihan Pengelolaan Keuangan dan Pemasaran Digital bagiPengelola Warung Kopi Berbasis Masjid Abdul Jahir; Amin Nasyith; Arif Mu'amar Wahid
Solidaritas: Jurnal Pengabdian Vol. 6 No. 1 (2026): Solidaritas: Jurnal Pengabdian
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/0f5e3258

Abstract

Pengelola warung kopi berbasis masjid yang bermitra dengan LTMNU Kabupaten Banyumas menghadapi persoalan berupa pencatatan transaksi yang belum tertib, pemisahan dana usaha dan dana masjid yang belum konsisten, serta promosi yang masih mengandalkan pelanggan di sekitar masjid. Program pengabdian ini menawarkan pelatihan pengelolaan keuangan dan pemasaran digital untuk membantu pengelola memahami alur pencatatan serta menyiapkan bahan promosi awal. Kegiatan diikuti oleh 50 peserta, termasuk 30 delegasi dari 10 masjid dan 20 peserta dari LTMNU serta badan otonom Nahdlatul Ulama. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui penjelasan, demonstrasi, praktik kelompok, umpan balik, dan pendampingan. Peserta mempraktikkan pemisahan dana, pencatatan transaksi menggunakan CasirQu, pengelolaan stok, dan pembacaan laporan laba rugi sederhana. Sesi pemasaran mencakup fotografi produk, penyusunan teks promosi, dan pengenalan WhatsApp Business. Evaluasi dilakukan secara deskriptif berdasarkan catatan fasilitator, hasil simulasi, bahan latihan, dan umpan balik peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kelompok peserta dapat menyelesaikan simulasi transaksi, menampilkan laporan laba rugi sederhana, serta menghasilkan foto produk dan teks promosi dengan arahan dari fasilitator. Capaian tersebut terbatas pada kemampuan menyelesaikan praktik terbimbing. Penggunaan aplikasi secara mandiri, konsistensi pencatatan setelah pelatihan, jangkauan promosi, dan pesanan digital