Purbudi Wahyuni
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI INOVASI PRODUK OLAHAN KERUPUK DI DUSUN GONDOSULI PADA MASA PANDEMI COVID-19 Dewi Novianti; Purbudi Wahyuni; Sucahyo Heriningsih
Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 2 (2022): November
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1147.849 KB) | DOI: 10.31315/dlppm.v3i2.8177

Abstract

Dusun Gondosuli, Kelurahan  Sriharjo, Kapanewon Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memiliki Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) kerupuk yang sudah dilakukan secara turun temurun. Industri kerupuk berbahan baku utama tepung ketela didatangkan dari wilayah lain, dan menggunakan bahan pewarna kimia. Seluruh proses produksi lebih mengedepankan pada pemberdayaan masyarakat setempat. Permasalahan yang terjadi adalah; masih rendahnya inovasi varian produk dari segi bentuk, ukuran, dan rasa; masih menggunakan bahan pewarna kimia; dan belum ada disain kemasan. Adanya Pandemi Covid-19 berdampak pada produksi karena hampir semua harga bahan baku untuk memproduksi kerupuk naik, sementara pembelian kerupuk terdapat penurunan. Untuk memecahkan masalah mitra, penulis memberikan solusi inovasi produk sehat berbahan baku organic. Tujuannya agar dapat membantu mitra memperluas usaha dan dapat meningkatkan omset penjualan sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga. Metode pengabdian adalah Ceramah dan FGD (focused group discussion), Pelatihan, Praktek dan pendampingan. Hasil pengabdian bagi masyarakat adalah para pelaku UMKM dusun Gondosuli menjadi tahu arti penting varian kerupuk dan pewarna alami dan kemasan yang menarik. Mereka mulai mengolah kerupuk dengan bahan pewarna alami seperti Kunyit untuk warna kuning, buah Naga untuk warna merah, dan  daun pandan atau daun Suji untuk warna hijau. Bahan-bahan pewarna bisa didapat dengan mudah dari lingkungan sekitar dengan menanam di pekarangan rumah. Disain kemasan dibikin menarik dan menjual. Kata kunci : Pandemi Covid-19, Inovasi Produk Olahan, UMKM Krupuk Gondosuli
Perbandingan Nilai Ketangguhan Desa Pesisir atas Risiko Tsunami dan Faktor Perubahan Nilai Ketangguhan: Studi atas Desa Parangtritis dan Desa Tirtohargo, Kabupaten Bantul Yugyasmono; gandar Mahojwala; Eko Teguh Paripurno; Purbudi Wahyuni
INDONESIAN JOURNAL OF ENVIRONMENT AND DISASTER Vol. 3 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Environment and Disasters
Publisher : Disaster Research Center, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/fgy0tb58

Abstract

Pesisir selatan Pulau Jawa merupakan wilayah rawan tsunami, kondisi ini mendorong upaya penilaian ketangguhan yang dilakukan sejak 2019 oleh BNPB untuk menguji ketangguhan desa secara khusus pada bencana tsunami. Sebagaimana wilayah lain di pesisir selatan Pulau Jawa, Kabupaten Bantul memiliki risiko tinggi, begitu pula Desa Parangtritis dan Desa Tirtohargo. Kedua desa ini secara purposif dipilih untuk perbandingan dikarenakan kedua desa ini memiliki tingkat risiko yang sama tingginya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan nilai ketangguhan kedua desa berdasarkan penilaian pada tahun 2019 dan 2020 yang menggunakan perangkat Penilaian Ketangguhan Bencana Desa/Kelurahan, serta mengeksplorasi secara kualitatif faktor-faktor yang mempengaruhi nilai ketangguhan dan perubahannya atas nilai ketangguhan kedua desa tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Perbandingan nilai ketangguhan disajikan dengan naratif dan tabel perbandingan berdasarkan komponen-komponen yang ada, dan eksplorasi digali melalui wawancara mendalam atas pihak-pihak yang turut membangun ketangguhan di desa. Hasil menunjukkan bahwa dalam perbandingan nilai, terjadi penurunan nilai ketangguhan di Desa Parangtritis dari kategori Desa Tangguh Utama menjadi Desa Tangguh Madya, sedangkan terjadi kenaikan pada Desa Tirtohargo dari kategori Desa Tangguh Madya menjadi Desa Tangguh Utama. Ketangguhan yang keduanya diatas rata-rata tersebut dipengaruhi oleh; pengalaman dan pembelajaran peristiwa Gempa 2006, kuatnya nilai gotong royong dan kemandirian, inisiatif masyarakat melalui Forum PRB Desa, peran pemerintah desa, dukungan pemerintah daerah maupun pusat, kontribusi organisasi-organisasi non pemerintah, dan ketersediaan anggaran desa. Penelitian ini mencatat bahwa penegakan prosedur penilaian dan pemahaman penilaian untuk fasilitator dan peserta juga mempengaruhi perubahan nilai yang dihasilkan.