Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Phubbing terhadap Prokrastinasi Akademik Mahasiswa Generasi Z di Jabodetabek Merry Yasinta Cahyadewi; Monika Monika; Willy Tasdin
Journal on Education Vol 5 No 1 (2022): Journal on Education: Volume 5 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Phubbing is one of the negative impacts of technological advances in the digital era. Phubbing tends to occur in a generation that is close to technology, which is Generation Z. The phenomenon of phubbing makes someone comfortable playing a smartphone, causing them to postpone their tasks and responsibilities. The behaviour of delaying work is also called procrastination. This research is important to study because phubbing and academic procrastination have many negative impacts on Generation Z who live side by side with technology. This study used a quantitative method involving 394 Generation Z college students with an age range 18-23 years in Jabodetabek. Online data collection with Google Form was used in this study. The measuring instrument to measure phubbing is Generic Scale of Phubbing (GSP). Meanwhile, the measurement tool used to measure academic procrastination is Academic Procrastination Scale (APS). The results of this study using a simple linear regression show that phubbing contributed 30.5% to academic procrastination in Generation Z college students.
Pemeliharaan Fungsi Kognitif Lansia melalui Stimulasi Permainan Berbasis Aktivitas dengan Pengukuran Mini Mental State Evaluation (MMSE) di Panti Werdha Wisma Mulia Jelambar: Pengabdian Eillen Regina Young; Leony Elvina Nathanial; Amanda Nurhasanah; Willy Tasdin
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6957

Abstract

Penurunan fungsi kognitif merupakan perubahan yang umum terjadi pada lansia dan dapat memengaruhi kemampuan menjalankan aktivitas sehari-hari, seperti memori, perhatian, konsentrasi, dan pemahaman informasi. Oleh karena itu, diperlukan stimulasi kognitif untuk membantu mempertahankan fungsi kognitif lansia. Kegiatan ini bertujuan menggambarkan perubahan fungsi kognitif lansia setelah mengikuti program stimulasi kognitif melalui permainan interaktif di Panti Werdha Wisma Mulia. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, serta pre-test dan post-test menggunakan Mini-Mental State Examination (MMSE) pada tujuh lansia. Program stimulasi dilakukan melalui permainan Tebak Kata dari Huruf Teracak, Berhitung Bersama, Membuat Bentuk dari Clay, Memasukkan Pom-Pom Sesuai Warna, dan Meletakkan Bola Sesuai Urutan. Hasil pre-test menunjukkan 2 lansia (28,6%) memiliki fungsi kognitif normal, 2 lansia (28,6%) mengalami gangguan kognitif ringan, dan 3 lansia (42,9%) mengalami gangguan kognitif sedang. Setelah intervensi, hasil post-test menunjukkan 4 lansia (57,1%) berada pada kategori normal dan 3 lansia (42,9%) pada kategori gangguan kognitif sedang. Hasil ini menunjukkan adanya perubahan fungsi kognitif setelah pemberian stimulasi kognitif melalui permainan interaktif. Dengan demikian, stimulasi kognitif berbasis permainan dapat menjadi salah satu intervensi nonfarmakologis untuk membantu mempertahankan fungsi kognitif lansia.
PEMBERIAN EXPRESSIVE WRITING UNTUK MENINGKATKAN EMOTIONAL SELF-EFFICACY PADA ANAK DI RPTRA X Khairunnisa Khairunnisa; Aulia Okta Ramadhian; Jesslynn Aurelia Tan; Willy Tasdin
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.59647

Abstract

Self-efficacy merupakan keyakinan individu terhadap kemampuan dirinya dalam menghadapi tantangan dan menyelesaikan tugas tertentu. Pada fase late childhood, self-efficacy berperan penting dalam perkembangan sosial, emosional, dan akademik anak. Berdasarkan hasil observasi di RPTRA Angke Interaktif, ditemukan bahwa beberapa anak menunjukkan perilaku kurang percaya diri, ragu dalam menyampaikan pendapat, serta kesulitan mengekspresikan emosi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan emotional self-efficacy anak melalui intervensi expressive writing. Penelitian dilakukan terhadap lima partisipan berusia 10–13 tahun yang aktif mengikuti kegiatan di RPTRA. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan pengisian kuesioner menggunakan Self-efficacy Questionnaire for Children (SEQ-C) versi Bahasa Indonesia. Intervensi dilakukan dalam empat sesi yang mencakup kegiatan menulis pengalaman emosional, refleksi diri, identifikasi emosi, dan sesi berbagi cerita. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test menggunakan instrumen yang sama. Hasil observasi menunjukkan adanya peningkatan kemampuan partisipan dalam mengenali dan mengekspresikan emosi, keberanian berbicara di depan kelompok, serta peningkatan rasa percaya diri. Dengan demikian, expressive writing dapat menjadi intervensi sederhana yang efektif untuk membantu meningkatkan emotional self-efficacy anak pada fase late childhood.