Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Manajemen Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan Berbasis Pendidikan Islam di SD Islam Fathiya Muhamad Ridwan Naufal; Endin Nasrudin; Deny Ahmad Jaelani
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 9 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiip.v6i9.2858

Abstract

Pendidikan menjadi salah satu ruang yang tepat untuk memberikan pemahaman kepada siswa bahwa manusia memiliki peranan yang besar terhadap keseimbangan lingkungan. Sekolah Dasar Islam Fathia Kota Sukabumi didirikan pada tahun 2008 yang dikelola oleh Yayasan Assyukuriah dengan lahan seluas 18.000 m2, dengan Visi lembaga pendidikan yaitu mampu menjadikan generasi unggul berdasarkan Al-quran dan Assunnah, dengan Misi membentuk karakter anak yang dapat memahami dan mengaplikasikan nilai keislaman, cerdas, dinamis dan berwawasan lingkungan. Serta mempersiapkan anak didik dengan pengetahuan dan keterampilan agar memiliki Basic Skill, Life Skill and Spiritual Skill. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Data yang akan dikumpulkan adalah berupa data kualitatif, seperti catatan-catatan hasil wawancara dan observasi, serta didukung oleh dokumen-dokumen terkait. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan natural setting (kondisi yang alamiah). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah FGD (focus group discussion), wawancara dan observasi. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah hal yang sangat terpenting dalam menanamkan nilai karakter peduli lingkungan yaitu adanya kerja sama antara sekolah dengan orang tua. solusi yang dilakukan untuk mengatasi agar penanaman pendidikan karakter dapat tercapai secara maksmal, dibutuhkan kerja sama semua pihak. Tidak hanya pihak sekolah yang mengusahakan agar penanaman karakter dapat berjalan dengan maksimal.
Implementasi Supervisi Manajerial Pengawas Sekolah Pada Madrasah di Kabupaten Sukabumi Ade Hermansyah; Deny Ahmad Jaelani; Rima Erviana; Siti Nur Afifah; Alfian Khadafi
Jurnal Pendidikan West Science Vol 1 No 09 (2023): Jurnal Pendidikan West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpdws.v1i09.1085

Abstract

Dalam Undang-undang Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003 dijelaskan bahwa tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan. Termasuk didalamnya para pengawas yang berkedudukan sebagai supervisor dan fasilitator dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. Penelitian kualitatif dipilih sebagai jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini. Dengan pendekatan fenomenologi dengan paradigma konstruktivis. Pada penelitian fenomenologi metode pengumpulan data yang digunakan berfokus pada interview mendalam (in-depth interviews) dan narasi (narratives) sebagai langkah-langkah utama dalam membuat penjelasan dan penggambaran dari pengalaman yang pernah dialami dalam hidup dan data melalui metode dokumentasi (documentary methods) atau metode visual (visual methods). Dalam pengumpulan data pada penelitian ini dibuat menggunakan jenis data yang diperlukan dalam pengumpulan informasi, data yang dibutuhkan berupa data primer dan data sekunder berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah penyajian data hal yang dilakukan selanjutnya menarik kesimpulan dari analisis data-data penelitian yang dilakukan. Pengawas sekolah pada madrasah melaksanakan supervisi manajerial di Kabupaten Sukabumi dengan baik sesuai dengan tugas dan tanggung jawab sebagaimana yang diamanahkan permen. Secara umum dari hasil temuan peneliti atas objek penelitian ini, dapat digarisbawahi, bahwa pelaksanaan supervisi manajerial berjalan dengan baik sebagaimana mestinya. Dari hal ini, pihak pengawas atau sekolah tidak boleh puas dengan pekerjaan atau komunikasi yang sudah dibina selama ini terhadap sekolah tersebut. Namun, yang perlu untuk dicermati, didiskusikan dan diperhatikan juga adalah bagaimana aktivitas supervisi manajerial tetap berlangsung dengan baik, menghasilkan outcome yang diharapkan, dan tidak merasa puas terhadap hasil yang tertinggi, baik itu dari pihak pengawas sekolah maupun warga sekolah itu sendiri.
Problems of Islamic Education Curriculum in Indonesia Deny Ahmad Jaelani
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 3 (2022): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v3i3.147

Abstract

The curriculum can be interpreted as a number of subjects that must be taken by students to get a diploma. The curriculum consists of several components, namely the objective component, material component, material component, strategy component and evaluation component. The problems of the Islamic education curriculum that are often encountered in Indonesia are (1) The curriculum content is the same as schools, only madrasas still leave their Islamic characteristics with religious subjects, which are not as strong and deep as they were at the beginning of its formation. less interesting in terms of material and delivery methods used. The design of the Islamic education curriculum is very much dominated by normative, ritual, and eschatological issues. If you pay attention to the design of Islamic education curriculum programs from elementary/MI to university levels, it is felt that they have not been able to answer the challenges of change, because the Islamic education curriculum focuses more on focuses on the correspondence-textual aspect, which emphasizes the memorization of existing religious texts. The reality found in the field is that the assessment of learning outcomes is more referred to as an individual assessment which emphasizes the cognitive aspect, and uses the form of Islamic religious exam questions that are more comprehensive. shows the main priority in the cognitive aspect as well, and rarely does the question have a functional spiritual "value" and "meaning" of religious spirituality in everyday life, 90% of madrasas are managed by the community (private) with different qualification levels in various aspects, due to limited facilities and infrastructure owned by madrasas, the preparation and development of the curriculum so far, it turns out that the burden is more on the madrasah principal and teachers, the involvement of madrasah committees, foundations and the community is still relatively small, in fact it almost does not happen.