Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENGETAHUAN SEBAGAI FAKTOR PENENTU PERILAKU SAFETY DRIVING PADA PENGEMUDI TRUK aini, nur; Indrawati, Ririn; Rusmiati, Desi
Jurnal Ayurveda Medistra Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Ayurveda Medistra
Publisher : STIKes Medistra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51690/medistra-jurnal123.v3i1.33

Abstract

Traffic accidents are one of the factors causing the high morbidity and mortality rates. This is an attribute to the unsafe behavior of the vehicle driver. The purpose of this research is to decide the unsafe behavior factors for truck drivers of a company. Quantitative research methods with logistic regression design using primary data. Sampling with simple random sampling was obtained as many as 95 respondents. The results showed that the variables that influenced unsafe behavior where knowledge (p = 0.014), education (0.001), and vehicle conditions (p = 0.049). Work experience (p = 0.190) Age (p = 0.865) with confounding variables where education and vehicle condition. Drivers behave unsafely such as driving high-speed on slippery roads because they do not know the safe limits for driving speed and distance. Conclusion. The most influential factor is knowledge, therefore the company needs to offer periodic training and evaluation of knowledge, health, and driver knowledge
Efektivitas Suplementasi Tablet Tambah Darah Dalam Meningkatkan Kadar Hemoglobin Remaja Putri Rusmiati, Desi; Beda Ama, Petrus Geroda; Wahyuni, Dwi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i2.2975

Abstract

Anemia masih menjadi masalah kesehatan pada remaja putri, dengan prevalensi di Kota Depok mencapai 36% pada tahun 2023. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas suplementasi tablet tambah darah (TTD) mingguan terhadap kadar hemoglobin. Desain penelitian menggunakan kuasi-eksperimen non-equivalent control group pretest–posttest pada 47 siswi SMP IT At Taufiq, Depok (24 intervensi; 23 kontrol). Kelompok intervensi menerima satu tablet TTD per minggu selama empat minggu, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan TTD hingga penelitian selesai. Kadar hemoglobin diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Hemometer Digital EasyTouch. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada kelompok intervensi (10,8 g/dL menjadi 12,9 g/dL; p<0,001), sementara kelompok kontrol tidak mengalami perubahan bermakna (12,6 g/dL menjadi 12,7 g/dL; p=0,811). Uji t independen juga menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok (p<0,001). Kesimpulannya, suplementasi TTD efektif meningkatkan kadar hemoglobin remaja putri serta mendukung program pencegahan anemia berbasis sekolah.
Hubungan Pengetahuan dengan Kejadian Anemia: Fenomena Paradoks Pada Remaja Putri di Jakarta Timur Wahyuni, Dwi; Widjayanti, Trisna Budy; Rusmiati, Desi
Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Vol 9, No 2 (2025): Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jukmas.v9i2.7056

Abstract

Anemia among adolescent girls has long-term impacts on reproductive health and increases the risk of stunting in future generations. Although the government has provided school-based iron-folic acid (IFA) supplementation, anemia prevalence remains high and adherence to IFA intake is low. This study aimed to analyze the relationship between knowledge, nutritional status, and IFA adherence with anemia among adolescent girls, while also examining the paradoxical phenomenon in which higher levels of knowledge are accompanied by a persistently high prevalence of anemia. A cross-sectional design was conducted among 121 female students aged 15–18 years from two vocational high schools in East Jakarta. Data collected included hemoglobin levels, nutritional status, knowledge about anemia, and IFA adherence. Bivariate analysis was performed using Chi-square tests. The prevalence of anemia was 39.7%. Knowledge was significantly associated with anemia (p=0.007); however, adolescents with good knowledge had a higher proportion of anemia (54%) compared to those with poor knowledge (29.6%). Nutritional status and IFA adherence were not significantly associated. Compared with the 2023 Indonesia Health Survey, the prevalence in this study site was higher than the Jakarta average (±30%). Knowledge alone is insufficient to prevent anemia without behavioral changes and environmental support. School-based interventions should focus on behavioral modification, motivation, regular monitoring of IFA intake, and innovations in IFA taste and packaging to improve adolescent acceptability. These findings emphasize the need for cross-sectoral collaboration to reduce anemia prevalence among adolescent girls.
Health Promotion toward Knowledge and Intention for Early Detection of Cervical Cancer in Commercial Sex Workers Rusmiati, Desi; Silitonga, Tiurlan Yunetty; Warendi, Warendi
Kesmas Vol. 13, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cervical cancer is one of the cancer types that become a haunting danger for many women in the world. In Indonesia, the prevalence rate reached 0.8% or an estimated 98,692 patients. Its prevalence increased to 10% in the commercial sex worker group. This study aimed to explain the effect of health promotion on knowledge and intention for early detection of cervical cancer using the inspection of visual acetate method in the commercial sex workers. This study was quantitative with a quasi-experimental type, one group of pretest and posttest design. The population sample included the commercial sex workers at Genteng Subvillage, Patimban Village, Pusakanegara Subdistrict, Subang District and was determined by using an accidental sampling technique with 35 respondents. Data analysis used McNemar's test. The results showed that there was an increase in knowledge after the health promotion activity and a significant change in intention to perform early detection of cervical cancer. From the statistical test, a p value of 0.000 was obtained for each variable. In conclusion, health promotion has a significant effect on the improvement in the knowledge and intention of the respondents.
Sikap Remaja terhadap Keperawanan dan Perilaku Seksual dalam Berpacaran Rusmiati, Desi; Hastono, Sutanto Priyo
Kesmas Vol. 10, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laporan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007 dan 2012 menunjukkan terjadinya penurunan jumlah remaja yang memiliki sikap positif terhadap pentingnya mempertahankan keperawanan bagi seorang perempuan. Dari laporan yang sama juga diketahui adanya peningkatan perilaku seksual remaja dalam hal berpegangan tangan, berciuman bibir, petting, dan melakukan hubungan seksual. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya hubungan antara sikap remaja terhadap keperawanan dengan perilaku seksual dalam berpacaran dengan melibatkan usia, jenis kelamin, pendidikan, tempat tinggal, usia pertama kali pacaran, pengetahuan, dan pengaruh teman sebaya sebagai variabel perancu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan potong lintang menggunakan model faktor risiko dari data SDKI 2012 yang dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat dengan complex samples. Populasi penelitian adalah remaja berusia 15 - 24 tahun, belum menikah, pernah atau sedang berpacaran saat survei dilakukan. Sampel berjumlah 13.013 yang terdiri dari 7.329 laki-laki dan 5.684 perempuan. Hasil menunjukkan 1,1% remaja tidak setuju terhadap pentingnya menjaga keperawanan dan 25,2% remaja memiliki perilaku seksual berisiko. Terdapat hubungan antara sikap, usia, jenis kelamin, pengetahuan, dan pengaruh teman sebaya dengan perilaku seksual. Tidak terdapat interaksi antara sikap dengan usia, jenis kelamin, pendidikan, pengetahuan, dan pengaruh teman sebaya. Variabel pengaruh teman sebaya merupakan variabel perancu yang memengaruhi hubungan antara sikap dengan perilaku seksual. Indonesia Demographic and Health Survey (IDHS) reports in 2007 and 2012 show a declining number of teenagers who had positive attitude to the importance of maintaining virginity for a woman. The same report also shows an increase of teenage sexual behavior in terms of holding hands, kissing, petting and intercourse. This study aimed to prove any relation of teenage attitudes toward virginity with sexual behavior in dating that involved age, sex, education, domicile, age of first dating, knowledge and peers’influence as confounding variables. This study was quantitative with cross-sectional design using risk factor model based on IDHS 2012 data as analyzed in univariate, bivariate and multivariate with complex samples. Population of study was 15 – 24 year-old teenagers, unmarried, ever or being in a relationship when the survey was conducted. The amount of sample was 13,013 consisting of 7,329 men and 5,684 women. Results showed 1.1% of teenagers disagreed of the importance of maintaining virginity and 25.2% had risky sexual behavior. There was a relation of attitude, age, sex, knowledge and peers’ influence with sexual behavior. Then no interaction found between attitudes with age, sex, education, knowledge and peers’influence. Peers’ influence variable is confounding variable affecting the relation between attitudes and sexual behavior.
Efektifitas Media Promosi Kesehatan tentang PengetahuanJajananSehat pada Siswa Sekolah Dasar Jakarta pusat Husna, Wal’idatul; Wahyuni, Dwi; Rusmiati, Desi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v14i2.1246

Abstract

Jajanan banyak diminati dan rutin dikonsumsi oleh anak sekolah. Makanan jajanan akan berdampak fatal jikamengonsumsi makanan jajanan tidak terdapat kandungan dan nilai gizi cukup serta kebersihan dan keamanantersebut tidak terjamin dengan baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektiftas media promosi Kesehatan tentang pengetahuan jajanan sehat pada siswa sekolah dasar Jakarta Pusat tahun 2022. Penelitianini merupakan jenis penelitian kuantitatif, menggunakan metode pendekatan quasi eksperimen dengan desaincontrol group pretest dan posttest, dimana kelompok eksperimen di lihat pretest sebelumperlakuandanposttest setelah adanya perlakuan untuk mengetahui efektivitas media video dan permainan ular tanggaterhadap peningkatan pengetahuan jajanan sehat pada siswa sekolah Jakarta Pusat tahun 2022. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa promosi Kesehatan menggunakan media video dan pernaianan ular tanggaterbukti efektif untuk meningkatkan pengetahuan tentang jajanan sehat pada siswa sekolah dasar. Hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa media video lebih efektif dari pada media permainan ular tangga untukmeningkatkan pengetahuan siswa tentang jajanan sehat. Saran yang diberikan adalah mengembangkan mediavideo sebagai sumber informasi kesehatan. Kata kunci: Jajanan sehat, Promosi Kesehatan, Media Video dan MediaPermaianan Ular Tangga.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Safety Riding Izmi, Sofia; Rusmiati, Desi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v14i2.1248

Abstract

Setiap tahun ada lebih dari 1,35 juta korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas dan 50 juta orang akibat luka berat, dari jumlah tersebut 90% terjadi di Negara berkembang seperti Indonesia (Astuti, 2021). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku safety riding serta hubungannya dengan pengetahuan, sikap, pengaruh teman sebaya dan dukungan keluarga. Penelitian dilaksanakan di SMK Kesehatan Amaliah Cibinong pada bulan Mei sampai Agustus 2022 dengan sampel siswa-siswa sebanyak 100 responden yang ditentukan secara total sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan hasil 81% responden tidak memiliki perilaku safety riding dan terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan dukungan keluarga (p-value 0,026 dan 0,012) serta tidak ada hubungan yang bermakna antara sikap, dan pengaruh teman sebaya dengan perilaku safety riding.Oleh karena itu perlu dilakukan upaya-upaya untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang safety riding  serta keluarga untuk memberikan dukungan bagi putra putrinya dalam berkendara seperti melengkapi perlengkapan dan melakukan perawatan pada kendaraan. Kata Kunci: Safety Riding, Kecelakaan LaluLintas, Siswa
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Memilih Pengobatan Tradisional Sangkal Putung Setianingsih, Dina; Rusmiati, Desi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v15i2.1872

Abstract

Saat ini pelayanan kesehatan medis telah tersedia dengan  lebih kompleks, canggih dan modern. Namun, tidak sedikit pasien cedera muskuloskeletal lebih memilih berobat di pengobatan tradisional Sangkal Putung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pasien cidera muskuloskeletal dalam memilih pengobatan tradisional sangkal putung. Desain penelitian non eksperiment dengan pendekatan studi cross sectional, dilakukan di pengobatan tradisional Haji N yang berlokasi di Jakarta Selatan dengan sampel sebanyak 90 pasien yang mengalami cedera  muskuloskeletal. Data diperoleh menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menjukan bawa lebih dari separo responden memilih pengobatan sangkal putung sebagai pilihan pertama dalam pengobatannya (52,2%), kemudian diketahui faktor usia, jenis kelamin, pengetahuan, dan tarif pengobatan berhubungan secara signifikan dengan perilaku pemilihan pengobatan sangkal putung dengan p-value masing-masing 0,021, 0,012, 0,002, dan 0,048. Pengawasan serta pembinaan perlu terus dilakukan oleh pemerintah terhadap praktek pengobatan sangkal putung sebab pengobatan tradisional merupakan warisan budaya yang dalam prakteknya mendapatkan kepercayaan dan demand yang cukup tinggi dari masyarakat, kemudian upaya edukasi kepada masyarakat pun perlu ditingkatkan untuk memberikan pemahaman untuk tidak menjadikan pengobatan tradisional sebagai pengobatan pertama namun dijadikan pengobatan alternatif.
Efektivitas Suplementasi Tablet Tambah Darah Dalam Meningkatkan Kadar Hemoglobin Remaja Putri Rusmiati, Desi; Beda Ama, Petrus Geroda; Wahyuni, Dwi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i2.2975

Abstract

Anemia masih menjadi masalah kesehatan pada remaja putri, dengan prevalensi di Kota Depok mencapai 36% pada tahun 2023. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas suplementasi tablet tambah darah (TTD) mingguan terhadap kadar hemoglobin. Desain penelitian menggunakan kuasi-eksperimen non-equivalent control group pretest–posttest pada 47 siswi SMP IT At Taufiq, Depok (24 intervensi; 23 kontrol). Kelompok intervensi menerima satu tablet TTD per minggu selama empat minggu, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan TTD hingga penelitian selesai. Kadar hemoglobin diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Hemometer Digital EasyTouch. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada kelompok intervensi (10,8 g/dL menjadi 12,9 g/dL; p<0,001), sementara kelompok kontrol tidak mengalami perubahan bermakna (12,6 g/dL menjadi 12,7 g/dL; p=0,811). Uji t independen juga menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok (p<0,001). Kesimpulannya, suplementasi TTD efektif meningkatkan kadar hemoglobin remaja putri serta mendukung program pencegahan anemia berbasis sekolah.