Aprilia Sufi Subiastuti
Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN MAGGOT SEBAGAI PAKAN ALTERNATIF BUDIDAYA NILA PADA KAWASAN AGROWISATA MINAPADI Nur Indah Septriani; Sukirno Sukirno; Senny Helmiati; Aprilia Sufi Subiastuti; Wahyu Aristyaning Putri; Nata Dwi Annisa Nizma; Dwi Sendi Priyono; Fajar Sofyantoro
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 6 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i6.10837

Abstract

Abstrak: Budidaya ikan nila di sawah (minapadi) merupakan potensi utama yang diangkat oleh desa wisata Kebonagung. Akan tetapi, tingginya harga pakan ikan menjadi kendala utama yang dihadapi oleh warga dalam pengembangan wisata minapadi. Pakan berbasis maggot merupakan alternatif pakan yang murah dengan kualitas nutrisi yang tinggi. Program pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan pembuatan pakan alternatif dari maggot untuk minapadi. Program pengabdian ini dilaksanakan bersama dengan Karang Taruna Tani Rukun Santoso dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Sekar Arum, di Kebonagung, Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi dan pelatihan budidaya maggot, sosialisasi budikamber, pemijahan ikan wader pari, program One Health Education, dan evaluasi. Berdasarkan hasil pengabdian ini, masyarakat menjadi paham dan terampil dalam budidaya maggot. Saran yang diberikan untuk kegiatan selanjutnya adalah pengembangan maggot skala masal dan peningkatan branding kawasan wisata minapadi.Abstract: Fish cultivation in rice fields (minapadi) is the main aspect of tourism developed by the Kebonagung tourism village. However, the high price of fish feed is the main obstacle faced by residents in developing minapadi tourism. Maggot-based feed is an inexpensive alternative to feed with high nutritional quality. Our program aimed to provide skills in making alternative feed from maggot for minapadi. The programs were carried out in collaboration with the Rukun Santoso Farmer Youth Organization and the Sekar Arum Women's Farmer Group, in Kebonagung, Imogiri, Bantul, Yogyakarta. The method of implementing the activities included socialization and training on maggot cultivation, socialization of budikamber, One Health Education program, and evaluation. Based on the results of this program, the community becomes aware and skilled in maggot cultivation. The suggestions for the next programs are the development of mass scale maggots and the improvement of the branding of the minapadi tourism.
TRANSFORMASI LIMBAH ORGANIK RUMAH TANGGA: PEMBUATAN PUPUK KOMPOS, POC, ECO-ENZYME DAN BIOPORI DI KABUPATEN GUNUNG KIDUL Resti Diyah Pratiwi; Satria Adi Wisesa; Indhi Restu Dewanti; Azizah Winardhita Oktariansiwi; Galy Hardyta; Aprilia Sufi Subiastuti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.29283

Abstract

Abstrak: Ketidakhadiran tempat pembuangan akhir dan rendahnya pengetahuan masyarakat di Kalurahan Pilangrejo mengakibatkan limbah organik rumah tangga tidak dikelola dengan bijaksana. Permasalahan ini perlu ditangani dengan beberapa strategi seperti pengolahan limbah menjadi pupuk kompos, pupuk organik cair, eco-enzyme, dan lubang biopori. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat terkait pentingnya pengolahan limbah organik rumah tangga sehingga menjadi produk bermanfaat. Sasaran kegiatan ini adalah anggota PKK dengan total peserta sejumlah 45 peserta dan dilaksanakan di dua lokasi yaitu Padukuhan Pilangrejo (sosialisasi eco-enzyme) dan di Padukuhan Wotgalih (pembuatan pupuk kompos, pupuk organik cair serta lubang biopori). Program ini terdiri dari tiga tahapan: survei dan perizinan, penyuluhan dan pelatihan, serta monitoring dan evaluasi melalui wawancara verbal dan kuisioner kepuasan. Hasil menunjukkan penigkatan pengetahuan terkait eco-enzyme hingga 97%. Sementara itu, penerapan teknologi biopori, pupuk organik cair (POC) serta pupuk kompos mendapatkan respons sangat setuju (9,09%), setuju (75%), dan cukup setuju (15,91%) terkait kebermanfaatan, ketertarikan dan pemahaman program pengabdian.Abstract: The absence of a final disposal site and the low level of public knowledge in Pilangrejo Village have resulted in household organic waste not being managed wisely. This problem needs to be addressed with several strategies such as processing waste into compost, making biopore holes, making liquid organic fertilizer and eco-enzyme. The purpose of this community service is to increase public awareness and understanding regarding the importance of processing household organic waste to facilitate its conversion into useful products. The target of this activity is PKK members with a total of 45 participants and the program is implemented in two locations, namely Pilangrejo Hamlet (eco-enzyme socialization) and Wotgalih Hamlet (socialization of making compost, liquid organic fertilizer, and bio pore holes). This program is structured in three stages: survey and licensing, counseling and training as well as monitoring and evaluation through verbal interviews and satisfaction questionnaires. The results show a 97% increase in knowledge about eco-enzyme. Meanwhile, the implementation of biopore, liquid organic fertilizer (POC), and compost received responses of strongly agree (9.09%), agree (75%), and moderately agree (15.91%) regarding usefulness, interest, and understanding of the program.