Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN KONTRASEPSI PADA WANITA USIA SUBUR DI DESA WEDOMARTANI NGEMPLAK SLEMAN YOGYAKARTA Kenik Sri Wahyuni; Listia Dwi Febriati
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan 2017: Suplemen Medika Respati Februari 2017 Volume 12
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.461 KB) | DOI: 10.35842/mr.v0i0.166

Abstract

Latar Belakang: Jumlah penduduk Indonesia cukup tinggi diantara penduduk Asia Tenggara. Maka, pemerintah menggencarkan program keluarga berencana. Program ini sangat memberikan manfaat yaitu diperoleh generasi yang lebih berkualitas. Hasil pelayanan kontrasepsi di Indonesia bulan september tahun 2013 jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) sebanyak 46.835.841 orang, sedangkan jumlah peserta KB aktif sebanyak 35.645.021 peserta yang terdiri dari KB suntik (46,94%), KB pil (24,86%), KB IUD (11,34%), KB implan (9,52%), KB MOW (3,51%), 1.117.728 KB kondom (3,14%), KB MOP (0,70%). Tujuan: untuk menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan kontrasepsi (pengetahuan, Umur, Pendidikan, Parietas) pada Wanita Usia Subur di Dusun Malangrejo  Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta. Metode: penelitian ini menggunakan metode penelitian Deskriptif analitik. Desain Penelitian cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Dusun Malangrejo, Wedomartani, Ngemplak, Sleman pada bulan November 2016. Populasi penelitian adalah seluruh Wanita Usia Subur di Dusun Malangrejo, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta berjumlah 328 WUS. Metode pengambilan sampel purposive sampling sebanyak 77 WUS. Hasil: Hasil analisis pada penelitian ini menggunakan regresi linier metode enter diperoleh hasil R Adjusted sebesar 70%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa 70% variasi penggunaan kontrasepsi pada wanita usia subur di pengaruhi oleh pengetahuan, umur dan paritas, sedangkan 30 % lainnya dipengaruhi oleh variabel lain. Kesimpulan:   Variabel yang berpengaruh secara bersama-sama terhadap penggunaan kontrasepsi pada wanita usia subur di Dusun Malangrejo, Desa Wedomartani, Ngemplak Sleman adalah pengetahuan, umur dan paritas. Variabel yang mempunyai pengaruh terbesar terhadap penggunaan kontrasepsi adalah umur. Kata Kunci: Kontrasepsi, Pasangan Usia Subur.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN KONTRASEPSI PADA WANITA USIA SUBUR DI DESA WEDOMARTANI NGEMPLAK SLEMAN YOGYAKARTA Kenik Sri Wahyuni; Listia Dwi Febriati
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan 2017: Suplemen Medika Respati Februari 2017 Volume 12
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.461 KB) | DOI: 10.35842/mr.v0i0.165

Abstract

Latar Belakang: Jumlah penduduk Indonesia cukup tinggi diantara penduduk Asia Tenggara. Maka, pemerintah menggencarkan program keluarga berencana. Program ini sangat memberikan manfaat yaitu diperoleh generasi yang lebih berkualitas. Hasil pelayanan kontrasepsi di Indonesia bulan september tahun 2013 jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) sebanyak 46.835.841 orang, sedangkan jumlah peserta KB aktif sebanyak 35.645.021 peserta yang terdiri dari KB suntik (46,94%), KB pil (24,86%), KB IUD (11,34%), KB implan (9,52%), KB MOW (3,51%), 1.117.728 KB kondom (3,14%), KB MOP (0,70%). Tujuan: untuk menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan kontrasepsi (pengetahuan, Umur, Pendidikan, Parietas) pada Wanita Usia Subur di Dusun Malangrejo  Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta. Metode: penelitian ini menggunakan metode penelitian Deskriptif analitik. Desain Penelitian cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Dusun Malangrejo, Wedomartani, Ngemplak, Sleman pada bulan November 2016. Populasi penelitian adalah seluruh Wanita Usia Subur di Dusun Malangrejo, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta berjumlah 328 WUS. Metode pengambilan sampel purposive sampling sebanyak 77 WUS. Hasil: Hasil analisis pada penelitian ini menggunakan regresi linier metode enter diperoleh hasil R Adjusted sebesar 70%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa 70% variasi penggunaan kontrasepsi pada wanita usia subur di pengaruhi oleh pengetahuan, umur dan paritas, sedangkan 30 % lainnya dipengaruhi oleh variabel lain. Kesimpulan:           Variabel yang berpengaruh secara bersama-sama terhadap penggunaan kontrasepsi pada wanita usia subur di Dusun Malangrejo, Desa Wedomartani, Ngemplak Sleman adalah pengetahuan, umur dan paritas. Variabel yang mempunyai pengaruh terbesar terhadap penggunaan kontrasepsi adalah umur. Kata Kunci: Kontrasepsi, Pasangan Usia Subur.
MERANCANG STRATEGI ASUHAN BERBASIS KOMPLEMENTER SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KUALITAS HIDUP LANSIA Kenik Sri Wahyuni; Bernadeta Verawati
THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS Vol 8, No 01 (2023): The Shine Cahaya Dunia Ners
Publisher : LPPM An Nuur Purwodadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscners.v8i01.409

Abstract

Latar Belakang : Penanganan masalah kesehatan lansia selama ini lebih banyak menggunakan terapi farmakologis yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan lansia. Terapi nonfarmakologi atau komplementer merupakan pilihan yang tepat untuk mengatasi masalah kesehatan pada lansia. Terapi pelengkap yang dapat dilakukan adalah Terapi Reminiscene, terapi tertawa, terapi pijat kaki, terapi meditasi dan terapi musik klasik. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa menyajikan salah satu terapi komplementer secara parsial/menunjukkan hasil yang efektif dalam memperbaiki masalah tertentu pada lansia.Metode : Metode penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest posttest design. Jumlah sampel 10 lansia di Kabupaten Sleman Yogyakarta.Hasil : Kesehatan fisik lansia sebelum dilakukan asuhan pendamping 20% dalam kategori baik, dan 80% dalam kategori cukup baik. Setelah diberikan pendampingan kesehatan fisik lansia turun menjadi 70% dan kategori cukup baik turun menjadi 30%. Hasil uji beda diperoleh nilai p 0,001.Kesimpulan : Terdapat perbedaan yang signifikan antara kesehatan fisik lansia sebelum dan sesudah dilakukan perawatan komplementer.
MERANCANG STRATEGI ASUHAN BERBASIS KOMPLEMENTER SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KUALITAS HIDUP LANSIA Kenik Sri Wahyuni; Bernadeta Verawati
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 8, No 01 (2023): The Shine Cahaya Dunia Ners
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscners.v8i01.409

Abstract

Latar Belakang : Penanganan masalah kesehatan lansia selama ini lebih banyak menggunakan terapi farmakologis yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan lansia. Terapi nonfarmakologi atau komplementer merupakan pilihan yang tepat untuk mengatasi masalah kesehatan pada lansia. Terapi pelengkap yang dapat dilakukan adalah Terapi Reminiscene, terapi tertawa, terapi pijat kaki, terapi meditasi dan terapi musik klasik. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa menyajikan salah satu terapi komplementer secara parsial/menunjukkan hasil yang efektif dalam memperbaiki masalah tertentu pada lansia.Metode : Metode penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest posttest design. Jumlah sampel 10 lansia di Kabupaten Sleman Yogyakarta.Hasil : Kesehatan fisik lansia sebelum dilakukan asuhan pendamping 20% dalam kategori baik, dan 80% dalam kategori cukup baik. Setelah diberikan pendampingan kesehatan fisik lansia turun menjadi 70% dan kategori cukup baik turun menjadi 30%. Hasil uji beda diperoleh nilai p 0,001.Kesimpulan : Terdapat perbedaan yang signifikan antara kesehatan fisik lansia sebelum dan sesudah dilakukan perawatan komplementer.
Pengaruh Edukasi Gizi Kesehatan Reproduksi Terhadap Sikap Remaja Dalam Upaya Preventif Kasus Stunting Setyo Mahanani Nugroho; Kenik Sri Wahyuni
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Vol. 6 No. 1 (2024): Membangun Ekosistem AI di Bidang Kesehatan, Ekonomi, dan Humaniora: Peluang dan
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja putri sebagai calon ibu harus mempunyai status gizi yang baik. Data Pusat Pemantauan Gizitahun 2017, 32% remaja putri di Indonesia berisiko kekurangan energi kronik (KEK), dengan adanyasiklus menstruasi bulanan akan semakin meningkatkan risiko anemia. Anemia yang terus berlanjutsampai seorang perempuan hamil akan meningkatkan risiko bayi mengalami anemia, BBLR,prematur, atau beresiko tinggi mengalami stunting. Remaja dengan status gizi baik, lebih mudahmemenuhi kebutuhan nutrisi saat hamil dan menyusui. Upaya untuk pencegahan dan memutus matarantai stunting bisa dimulai dengan memperhatikan gizi pada remaja. Perlu adanya penguatan sikapremaja tentang isu kesehatan dan gizi. Promosi kesehatan sebagai upaya pemberdayaan melaluikegiatan menginformasikan, memengaruhi, dan membantu remaja agar berperan aktif mendukungperubahan perilaku dan lingkungan serta menjaga dan meningkatkan kesehatan menuju status giziyang optimal. Tujuannya untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi kespro terhadap sikap remajadalam upaya preventif kasus stunting. Desain penelitian kuantitatif menggunakan quasi eksperimentdengan metode pendekatan one group pretest posttest design. Sikap mendukung saat pretestsebanyak40.2%, pada posttest meningkat menjadi 84.8%. Hasil uji beda didapatkan nilai korelasi (r) 0.567dengan p value 0,000. Edukasi gizi kesehatan reproduksi terbukti secara statistik berpengaruhterhadap peningkatan sikap remaja mengenai upaya preventif stunting. Edukasi gizi kesehatanreproduksi memiliki pengaruh yang signifikan dan korelasi positif sedang terhadap sikap siswamengenai upaya preventif kasus stunting.