Inayati Ceria
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN FAKTOR RISIKO INTRINSIK DENGAN KEJADIAN PNEUMONIA PADA ANAK BALITA Inayati Ceria
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 11, No 4 (2016)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.111 KB) | DOI: 10.35842/mr.v11i4.109

Abstract

Latar Belakang : Pneumonia merupakan penyakit infeksi akut saluran pernafasan yang mengenai jaringan paru-paru (alveoli) dan  dapat menyebabkan morbiditas dan mortalitas pada anak di bawah usia 5 tahun. Menurut WHO (2008), penyebaran penyakit infeksi saluran pernafasan berkaitan erat dengan kondisi lingkungan, ketersediaan dan efektivitas pelayanan kesehatan , langkah pencegahan infeksi untuk mencegah penyebaran dan faktor pejamu.  Faktor risiko penting diketahui karena dapat dijadikan dasar dalam menentukan tindakan pencegahan dan penanggulangan kasus pneumonia. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan faktor risiko intrinsik dengan kejadian pneumonia pada anak balita.Subjek dan Metode : Penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan case control. Penelitian dilaksanakan bulan Agustus-Oktober 2015 di RSUD Panembahan Senopati Bantul dengan consecutive sampling sejumlah 105 responden (35 kasus,70 kontrol). Analisis data bivariat dengan uji kai kuadrat Hasil : Hasil uji kai kuadrat menunjukkan ada hubungan secara statistik antara faktor risiko Intrinsik dengan kejadian pneumonia anak balita antara lain status gizi (OR =5,58 CI 95%: 1,34-23,16 p = 0,010), pemberian ASI eksklusif (OR= 3,13 CI 95%: 1,08-9,10 p =0,031), dan BBL (OR = 8,90 CI 95% : 0,956-82,96 p = 0,041) dengan kejadian pneumonia pada anak balita. Kesimpulan : Faktor risiko intrinsik berhubungan dengan kejadian pneumonia anak balita  Kata kunci : faktor intrinsik,, pneumonia, anak balita
EFEKTIFITAS PIJAT TUI NA TERHADAP KENAIKAN BERAT BADAN ANAK BALITA UNTUK MENGOPTIMALKAN TUMBUH KEMBANG Inayati Ceria; Farida Arintasari
THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS Vol 8, No 01 (2023): The Shine Cahaya Dunia Ners
Publisher : LPPM An Nuur Purwodadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscners.v8i01.405

Abstract

Latar Belakang : Usia 1-3 tahun adalah masa anak mengalami susah makan dan memilih makanan. Umumnya orang tua membawa anak ke dukun pijat, untuk menambah nafsu makan. Pijat tui na merupakan teknik pijat untuk mengatasi kesulitan makan pada balita. Tujaun untuk melihat efektivitas pijat tuina terhadap kenaikan berat badan anak balita dalam mengoptimalkan tumbuh kembang.Metode : Jenis penelitian kuantitatif dengan desain Quasy Eksperiment. Pengambilan sampel purposive sampling. Analisis data menggunakan uji t dependent dan uji t independent.Hasil : Hasil uji statistik t dependent menunjukkan berat badan kelompok intervensi pada pengukuran pertama 11,62 kg dan 11,81 kg, pengukuran kedua dengan p value = 0,000. Hasil uji statistik t independent menunjukkan berat badan pada kelompok intervensi pijat tui na 11,81 kg dan 11,74 kg pada kelompok kontrol dengan p value = 0,904.Kesimpulan : Terdapat perbedaan kenaikan berat badan yang signifikan sebelum dan sesudah mendapatkan pijat tui na. Pijat tui na mampu meningkatkan berat badan balita secara signifikan.
EFEKTIFITAS PIJAT TUI NA TERHADAP KENAIKAN BERAT BADAN ANAK BALITA UNTUK MENGOPTIMALKAN TUMBUH KEMBANG Inayati Ceria; Farida Arintasari
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 8, No 01 (2023): The Shine Cahaya Dunia Ners
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscners.v8i01.405

Abstract

Latar Belakang : Usia 1-3 tahun adalah masa anak mengalami susah makan dan memilih makanan. Umumnya orang tua membawa anak ke dukun pijat, untuk menambah nafsu makan. Pijat tui na merupakan teknik pijat untuk mengatasi kesulitan makan pada balita. Tujaun untuk melihat efektivitas pijat tuina terhadap kenaikan berat badan anak balita dalam mengoptimalkan tumbuh kembang.Metode : Jenis penelitian kuantitatif dengan desain Quasy Eksperiment. Pengambilan sampel purposive sampling. Analisis data menggunakan uji t dependent dan uji t independent.Hasil : Hasil uji statistik t dependent menunjukkan berat badan kelompok intervensi pada pengukuran pertama 11,62 kg dan 11,81 kg, pengukuran kedua dengan p value = 0,000. Hasil uji statistik t independent menunjukkan berat badan pada kelompok intervensi pijat tui na 11,81 kg dan 11,74 kg pada kelompok kontrol dengan p value = 0,904.Kesimpulan : Terdapat perbedaan kenaikan berat badan yang signifikan sebelum dan sesudah mendapatkan pijat tui na. Pijat tui na mampu meningkatkan berat badan balita secara signifikan.