Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Meningkatkan Kemampuan Berbicara Bahasa Inggris Melalui Aplikasi Lingodeer Pada Siswa Smp Kelas Vii Sekolah Singosari Delitua Marice Saragih; Reni Rosianna Lumbangaol; Tiara Br Ginting
JURNAL WIDYA Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Widya, October 2022
Publisher : Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Widya Loka Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54593/awl.v3i2.128

Abstract

Keterampilan berbicara sangat penting dalam bahasa Ingris, dengan ketermpilan berbicara yang baik, seseorang dapat berkomunikasi dengan orang lain dengan baik. Aplikasi Lingodeer merupakan salah satu media pembelajaran yang sangat berguna dalam pembelajaran Bahasa Inggris,khusunya dalam meningkatakan keterampilanberbicara dalam bahasaInggris. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berbicara Bahasa Inggris siswa pada kelas VII SMP Singosari Delitua. Sample yang digunakan dalam penelitian ini adalah 60 orang siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif, dalam penelitian ini memiliki dua variabel : varieabel (X) adalah aplikasi Lingodeer dan variabel (Y) adalah Peningkatan hasil belajar bahasa Inggris.Instrument dalam mengumpulkan data adalah lembaran hasil test siswa dalam kontrol grup dan eksperimental grup. Dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa Berdasarkan hasil observasi melalui pre-test dan post-test di dalam kontrol group dan experimental group maka dapat ditarik kesimpulan bahwa aplikasi Lingoder dapat :(1) Meningkatkan kemampuan berbicara Bahasa Inggris siswa atau prestasi belajar siswa SMP Kelas VII Singosari Delitua (2) Meningkatkan minat siswa SMP Kelas VII Singosari dalam belajar bahasa Inggris, terbukti dengan adanya peningkatan hasil nilai yang sangat signifikan antara kontrol grup dan experimental grup, ditemukan rata-rata nilai dalam pre-test dalam kontrol grup adalah 47,26 dan post test 54 dan di dalam experimental maka ditemukan rata-rata nilai dalam pre-test adalah 51,76 dan post test 79,23, dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa aplikasi Lingodeer dapat meningkatkan kemampuan berbicara Bahasa Inggris Siswa melalui aplikasi Lingodeer dan dapat meningkatkan minat belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran bahasa Inggris, dengan demikian aplikasi ini dapat diterapkan seorang guru bahasa Inggris dalam mengajarkan mata pelajaran Bahasa Inggris
Implementasi media berbasis teknologi informasi terhadap Guru-guru dan siswa/i SMK PEMDA Lubuk Pakam James Ronald Tambunan; Marice Saragih; Dewi Sartika; Kevin Tambunan
Publikasi Kegiatan Pengabdian Masyarakat Widya (PUNDIMASWID) Vol. 1 No. 1 (2022): PKM-PUNDIMASWID (Juni 2022)
Publisher : LPPM Amik Widya Loka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54593/pundimaswid.v1i1.90

Abstract

Perkembangan dan kemajuan pesat di bidang industri dan teknologi informasi menyebabkan perubahan besar di berbagai aspek kehidupan manusia. Khususnya di dalam dunia pendidikan, dengan demikian seorang pengajar tidak boleh gagap teknologi ( gaptek) sebab jika seorang pengajar tidak paham dalam menggunakan media dalam melaksanakan proses belajar mengajar maka dengan sendirinya guru tersebut akan ketinggalan jaman alhasil anak murid yang di didik juga akan ketinggalan jaman, begitu juga seorang siswa harus cakap menggunakan aplikasi sehingga dapat semakin gampang memahami setiap pembelajaran yang diberikan seorang guru. Dalam pengabdian masyarakat ini penulis memberikan pelatihan tentang penggunaan Aplikasi yang di Android dalam peningkatan hasil belajar siswa yaitu aplikasi Canva dan aplikasi editing video. Aplikasi Canva dan Editing Video sangat bermanfaat bagi SMK Pemda Lubuk Pakam karna setelah tamat sekolah mereka diharapkan dapat langsung bekerja atau buka usaha sendiri dengan demikian Aplikasi ini sangan mereka perlukan. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dibagi menjadi lima bagian yaitu kegiatan pre-test, exsplorasi, elaborasi, konfirmasi dan post-test. Pada tahap pre-test para peserta mengerjakan soal yang diberikan tanpa menggunakan Aplikasi Canva, pada tahap explorasi nara sumber melakukan brainstorming kepada peserta yang berhubungan dengan Penggunaan Aplikasi Canva , setelah melakukan brainstorming narasumber melakukan kegiatan elaborasi, yaitu penjelasan materi tentang penggunaan Aplikasi Canva , pada tahap konfirmasi peserta diarahkan untuk membentuk kelompok dan mempersentasikan hasil diskusi di depan kelompok lainnya. Pada tahap post-test peserta mengerjakan soal yang berkaitan dengan materi pelatihan dengan hasil terdapat peningkatan nilai post-test meningkat menjadi 76,60 atau 59,26 % dimana hasil rata-rata pre-test 45.40 sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan Aplikasi Canva dapat meningkatkan hasil belajar siswa karena dengan menggunakan media siswa/siswi dapat lebih cepat paham tentang materi yang disampaikan oleh seorang guru dan berdasarkan hasil quisioner yang diberikan bahwa peserta 72 persen setuju dilaksanakan Pengabdian Masyarakat Terebut dan 28 Peserta mengatakan sangat setuju dilaksanakan. Dengan demikian penulis simpulkan bahwa pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan bermanfaat bagi guru-guru dan siswa/I SMK Pemda Lubuk Pakam.
Pelatihan Dan Pendampingan Penggunaan Media Aplikasi Kinemaster Dalam Pembelajaran Terhadap Guru Dan Siswa/I di SMK Swasta Taman Siswa Lubuk Pakam Marice Saragih; James Ronald Tambunan; Jaya Perkas; Sabar Manik; Stasia Daeng Badjee
Publikasi Kegiatan Pengabdian Masyarakat Widya (PUNDIMASWID) Vol. 1 No. 1 (2022): PKM-PUNDIMASWID (Juni 2022)
Publisher : LPPM Amik Widya Loka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54593/pundimaswid.v1i1.91

Abstract

Perkembangan dan kemajuan pesat di bidang industri dan teknologi informasi menyebabkan perubahan besar di berbagai aspek kehidupan manusia. Khususnya di dalam dunia pendidikan, dengan demikian seorang pengajar tidak boleh gagap teknologi ( gaptek) sebab jika seorang pengajar tidak paham dalam menggunakan media dalam melaksanakan proses belajar mengajar maka dengan sendirinya guru tersebut akan ketinggalan jaman alhasil anak murid yang di didik juga akan ketinggalan jaman. Setelah diadakan survey maka ditemukan masalah di SMK Tamansiswa Lubuk Pakam yaitu : Kurangnya pengetahuan guru dan siswa dalam menggunakan media aplikasi dalam pembelajaran sehingga hasil belajar siswa kurang memuaskan . Tujuan dari Pengabdian Masyarakat ini adalah untuk memicu dan merangsang belajar siswa sehingga termotivasi dalam mengikuti pelajaran juga mengarahkan guru untuk menggunakan aplikasi yang ada di gadget masing-masing dalam memberikan materi pembelajaran melalui aplikasi sehingga siswa dapat mengulang kembali pelajaran yang telah diberikan guru, dan jika guru berhalangan hadir dia dapat memberikan materi melalui video dengan menggunakan aplikasi Kinemaster, dengan aplikasi ini juga siswa dapat mengirim hasil belajar atau proyek siswa sehingga dapat di lihat oleh siswa lain dan juga jika proyek dari siswa itu bagus dapat di sahare ke group yang lain. Metode yang digunakan dalam Pengabdian ini adalah metode ceramah dan Direct Method yaitu peserta langsung diajari bagaimana menggunakan Aplikasi Kinemaster. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dibagi menjadi lima bagian yaitu kegiatan pre-test, exsplorasi, elaborasi, konfirmasi dan post-test. Pada tahap pre-test para peserta mengerjakan soal yang diberikan tanpa menggunakan Aplikasi KinEmaster , pada tahap explorasi nara sumber melakukan brainstorming kepada peserta yang berhubungan dengan Aplikasi Kingmaster, setelah melakukan brainstorming narasumber melakukan kegiatan elaborasi, yaitu penjelasan materi tentang penggunaan Aplikasi Kingmaster dan menerapkan Kinemaster dalam Proses Pembelajaran, pada tahap konfirmasi peserta diarahkan untuk membentuk kelompok dan mempersentasikan hasil diskusi di depan kelompok lainnya. Pada tahap post-test peserta mengerjakan soal yang berkaitan dengan materi pelatihan dengan hasil terdapat peningkatan nilai post-test meningkat menjadi 74,60 atau 59,52 % dimana hasil rata-rata pre-test 44.40 sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan Aplikasi Kinemaster dapat menarik perhatian Siswa dalam pembelajaran dan mapat Meningkatkan kreativitas guru dalam memberikan materi pembelajaran, dan melalui pelatihan ini siswa dapat menghasilkan proyek dari setiap materi yang disampaikan oleh guru.
Penerapan Media Teknologi Sistem Informasi Untuk Mendukung Proses Kegiatan Belajar Mengajar (Kbm) Bagi Guru-Guru SMP Negeri 22 Medan Marice Saragih; Jontra Jusat Pangaribuan; Himpun Panggabean; Aliazer Hutapea
Publikasi Kegiatan Pengabdian Masyarakat Widya (PUNDIMASWID) Vol. 1 No. 2 (2022): PKM-PUNDIMASWID (Desember 2022)
Publisher : LPPM Amik Widya Loka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54593/pundimaswid.v1i2.140

Abstract

Media berbasis Teknologi Informasi adalah media pembelajaran yang menggunakan teknologi sebagai pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran, media pembelajaran berbasis Teknologi Informasi merupakan pembawa pesan yang canggih, di desain sedemikian rupa yang dapat menampilkan gambar, suara yang dimanfatkan untuk keperluan pembelajaran. Penggunaan media yang diterapkan dalam pelatihan ini adalah penggunaan : media auditif, media visual, media audiovisual, Penggunaan Power Point, Penggunaan Aplikasi dalam pembelajaran. Tujuan dari pada pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menggunakan Teknologi Informasi untuk meningkatkan hasil belajar siswa dan dapat meningkatkan minat siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar. Metode Pelaksanaan dalam Pengabdian ini adalah dengan memberikan pelatihan kepada Guru-guru dan kemudian guru-guru yang mengikuti pelatihan akan mempraktekkan langsung dalam penggunaan media tersebut. Dari hasil angket yang dipeoleh dapat dilihat bahwa minat dan antusias peserta cukup tinggi untuk mengikuti pengabdian dibuktikan dengan pada pernyataan manfaat pengabdian, rasa senang mengikuti pengabdian serta inginnya dilibatkan kembali pada kegiatan sejenis, diperoleh 71% peserta meyatakan setuju dan 29% peserta menyatakan sangat setuju. Dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan peserta merasa senang dan memperoleh manfaat yang signifikan dari kegiatan pengabdian tersebut serta berharap agar ada tindak lanjut dari kegiatan tersebut.