Sabar Manik
STKIP Riama

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Application of Semantic Mapping Techniques on Reading Comprehension for Junior High School Curriculum At SMP 22 Medan Immanuel Padang; Marice Saragih; Sabar Manik; Kurniawan Sinaga
JURNAL ABDIMAS MADUMA Vol. 1 No. 2 (2022): Oktober, 2022
Publisher : English Lecturers and Teachers Association (ELTA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (998.612 KB)

Abstract

Semantic mapping is an excellent strategy to help students engage in higher-order thinking. In learning reading, it is important for the students to make an effort and show their interest. The aims of this community dedication is to improve the student’s reading comprehension ability through semantic mapping technique. This training very beneficial to the students due to their low competence in the reading comprehension skills. In general, the use of semantic mapping in the classroom can be divided into five phases. These are “introducing the topic, brainstorming, categorization, personalizing the map, post-assesment synthesis : a) Introducing the topic: the teacher studies a unit in the syllabus and determines whether or not semantic mapping can be useful. The teacher announces the topic of the unit by drawing a large oval on the board. He states that some teachers display a picture relating to the topic to stimulate students’ thoughts and to get the brainstorming procedure.b) Brainstorming: the teacher draws a blank map which consists of some blank ovals on the board and provides the students with a reading passage. Furthermore, the teacher asks the students to find some information in the passage that are appropriate to be filled into the blank map.c.)Categorization: the teacher does his best to encourage students to see relationships among their ideas in order to form category cluster.d) Personalizing the map: each student makes a copy of the blank map and complete it by using information found in the passage. E) Post-assignment synthesis: The last part of the class period is used to record students’ suggestions from their personal maps to the board version of the map made by the teacher. The discussion will probably be the centre on the amount of information acquired from the reading. Based on the result of the pre-test and post test that given to the students, it was found that there was improvement of the average value between the pre-test and the post test on 59,52 %, where the average value of the pre-test was 44,40 and the post-test 74,60 so it can be concluded that smantic mind mapping technique training was able to increase reading comprehension of the students of SMP 22 Medan Key Words : Semantics Mapping Technique, Reading Comprehension
Pelatihan Dan Pendampingan Penggunaan Media Aplikasi Kinemaster Dalam Pembelajaran Terhadap Guru Dan Siswa/I di SMK Swasta Taman Siswa Lubuk Pakam Marice Saragih; James Ronald Tambunan; Jaya Perkas; Sabar Manik; Stasia Daeng Badjee
Publikasi Kegiatan Pengabdian Masyarakat Widya (PUNDIMASWID) Vol. 1 No. 1 (2022): PKM-PUNDIMASWID (Juni 2022)
Publisher : LPPM Amik Widya Loka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54593/pundimaswid.v1i1.91

Abstract

Perkembangan dan kemajuan pesat di bidang industri dan teknologi informasi menyebabkan perubahan besar di berbagai aspek kehidupan manusia. Khususnya di dalam dunia pendidikan, dengan demikian seorang pengajar tidak boleh gagap teknologi ( gaptek) sebab jika seorang pengajar tidak paham dalam menggunakan media dalam melaksanakan proses belajar mengajar maka dengan sendirinya guru tersebut akan ketinggalan jaman alhasil anak murid yang di didik juga akan ketinggalan jaman. Setelah diadakan survey maka ditemukan masalah di SMK Tamansiswa Lubuk Pakam yaitu : Kurangnya pengetahuan guru dan siswa dalam menggunakan media aplikasi dalam pembelajaran sehingga hasil belajar siswa kurang memuaskan . Tujuan dari Pengabdian Masyarakat ini adalah untuk memicu dan merangsang belajar siswa sehingga termotivasi dalam mengikuti pelajaran juga mengarahkan guru untuk menggunakan aplikasi yang ada di gadget masing-masing dalam memberikan materi pembelajaran melalui aplikasi sehingga siswa dapat mengulang kembali pelajaran yang telah diberikan guru, dan jika guru berhalangan hadir dia dapat memberikan materi melalui video dengan menggunakan aplikasi Kinemaster, dengan aplikasi ini juga siswa dapat mengirim hasil belajar atau proyek siswa sehingga dapat di lihat oleh siswa lain dan juga jika proyek dari siswa itu bagus dapat di sahare ke group yang lain. Metode yang digunakan dalam Pengabdian ini adalah metode ceramah dan Direct Method yaitu peserta langsung diajari bagaimana menggunakan Aplikasi Kinemaster. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dibagi menjadi lima bagian yaitu kegiatan pre-test, exsplorasi, elaborasi, konfirmasi dan post-test. Pada tahap pre-test para peserta mengerjakan soal yang diberikan tanpa menggunakan Aplikasi KinEmaster , pada tahap explorasi nara sumber melakukan brainstorming kepada peserta yang berhubungan dengan Aplikasi Kingmaster, setelah melakukan brainstorming narasumber melakukan kegiatan elaborasi, yaitu penjelasan materi tentang penggunaan Aplikasi Kingmaster dan menerapkan Kinemaster dalam Proses Pembelajaran, pada tahap konfirmasi peserta diarahkan untuk membentuk kelompok dan mempersentasikan hasil diskusi di depan kelompok lainnya. Pada tahap post-test peserta mengerjakan soal yang berkaitan dengan materi pelatihan dengan hasil terdapat peningkatan nilai post-test meningkat menjadi 74,60 atau 59,52 % dimana hasil rata-rata pre-test 44.40 sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan Aplikasi Kinemaster dapat menarik perhatian Siswa dalam pembelajaran dan mapat Meningkatkan kreativitas guru dalam memberikan materi pembelajaran, dan melalui pelatihan ini siswa dapat menghasilkan proyek dari setiap materi yang disampaikan oleh guru.