Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAINTIFIK TERHADAP KREATIVITAS ANAK USIA 5-6 TAHUN Baiq Nada Buahana; Filsa Era Sativa
Jurnal Pendidikan Sang Surya Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Sang Surya
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56959/jpss.v10i1.216

Abstract

This research aims to determine the influence of the scientific learning model on the creativity of children aged 5-6 years at Al-Fadhillah Kindergarten. This type of experimental research with a quantitative approach uses a quasi-experimental design with a pre-test post-test control group design. There were 30 research subjects aged 5-6 years with 15 students each from class B1 (Experimental class) and class B2 (Control class). Data collection methods are by observation and documentation. The data analysis technique uses the independent sample t test technique. Based on the results of the research that has been carried out, the results show that there is an influence of the scientific learning model on creativity. This can be seen from the t test that has been carried out, the result is t = 24.509 > t table = 0.688 and a significance value (2-tailed) of 0.000 < 0.05, then it can be concluded that the hypothesis is accepted. This means that there is a difference between students' creative abilities for pre-test and post-test data, so it can be concluded that there is an influence of the scientific learning model on creativity in children aged 5-6 years at Al-Fadhillah Kindergarten.
Identifikasi Pengenalan Lagu Daerah dalam Pembelajaran Sebagai Muatan Lokal di PAUD Kecamatan Sandubaya Kota Mataram Arrum Fitrianingsih; Baik Nilawati Astini; Ika Rachmayani; Baiq Nada Buahana
Indonesian Journal of Elementary and Childhood Education Vol. 4 No. 4 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : Indonesian Publication Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Folk songs are one of the ancestral legacies that must be preserved, but over time folk songs have regressed. This study aims to identify the introduction of regional songs in learning in PAUD Sandubaya District, Mataram City so that they can find out what songs have been introduced in learning activities, what regional songs are dominantly used or sung and how to introduce regional songs by teachers to students in learning activities. The type of research used isurvey research with descriptive quantitative methods. The research subjects used were 9 PAUD teachers in Sandubaya District. The data collection methods used are observation methods, questionnaires and documentation. As for the type of analysis using percentages according to Arikunto. The results of this study found that PAUD teachers in Sandubaya District, Mataram City had introduced regional songs to students. The folk songs that have been introduced are: the song Inaq Tegining Amaq Teganang, Tunas Pamit, Kadal Nongaq, Kembang Mawar, Anak Kambing Saya, Ampar-ampar Pisang, Yamko Rambe Yamko, Awas Batur, Lampak-lampak, Bungong jeumpa, Kampuang Nan Jauh Dimato and the most dominant folk song introduced to students is the song Inaq Tegining Amaq Teganang with a frequency of answers of 89%. In the introduction of regional songs, there are several steps taken by teachers including: using media and methods, adjusting to the theme, introducing 1-3 songs for 1 semester, introducing songs to opening activities, istrahat and cultural saturdays, introducing songs repeatedly and explaining the meaning of regional songs.
Implementasi Asesmen Kurikulum Paradigma Baru dalam Pengembangan Literasi Numerasi Dasar Anak Kelompok B di TK PHIP Mataram Tahun Ajaran 2023/2024 Bq. Arya Nensi; I Wayan Karta; Baiq Nada Buahana
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v9i1.2016

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi asesmen kurikulum paradigma baru dalam pengembangan literasi numerasi dasar anak kelompok B di TK PHIP Mataram. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 9 anak dengan bentuk group prestest pos test. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini metode deksriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dengan teknik analisis data berupa Paired samples t-test dengan bantuan SPSS versi 25 dengan taraf signifikansi 5%. Hasil nilai sign. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05. Berdasarkan hasil uji t-test menggunakan bantuan SPSS versi 25 menunjukkan perbedaan pada hasil pretest dan post test terhadap perkembangan literasi dan numerasi. Perkembangan literasi dan numerasi anak kelompok B meningkat setelah implementasi asesmen kurikulum paradigma baru/kurikulum merdeka. Hal ini dibuktikan dengan melihat hasil rata-rata pretest perkembangan literasi 54%, dan rata-rata hasil post test perkembangan literasi 97% dan untuk  rata-rata hasil pretest perkembangan numerasi 42%, dan rata-rata hasil post test perkembangan numerasi 85%. Oleh karena itu setelah implementasi asessmen kurikulum paradigma baru/kurikulum merdeka dapat meningkatkan perkembangan literasi dan numerasi dasar anak kelompok B di TK PHIP Mataram.
Stimulasi Disiplin Pada Anak Usia 4-5 Tahun di PAUD Merpati Ampenan Baiq Nada Buahana; Filsa Era Sativa
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v9i2.2298

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya anak yang belum disiplin waktu, tidak menggunakan pakaian sesuai dengan aturan sekolah, tidak melepas sepatu sebelum masuk kelas, tidak mengikuti kegiatan berbaris sebelum masuk kelas, tidak berdoa sebelum dan sesudah belajar, tidak merapikan mainan, tidak mencuci tangan sebelum dan sesudah makan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan stimulasi dalam menanamkan disiplin pada anak usia 4-5 tahun di PAUD Merpati Ampenan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dengan subyek penelitian 3 orang guru di PAUD Merpati Ampenan. Teknik analisis data dalam penelitian yaitu menggunakan model Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan metode pembiasaan dan keteladanan untuk menanamkan disiplin pada anak usia 4-5 tahun. Metode pembiasaan adalah kegiatan yang dilakukan guru secara berulang setiap hari, seperti disiplin waktu, melepas sepatu dan berbaris sebelum masuk kelas, berdoa sebelum dan sesudah belajar, membersihkan mainan, mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, dan sebagainya. Guru menggunakan metode keteladanan untuk memberikan contoh kepada anak untuk mengikuti aturan bersama, berpakaian sesuai aturan sekolah, membuang sampah pada tempatnya, berdoa sebelum dan setelah kegiatan, dan berdo’a sebelum dan sesudah makan.
Pengaruh Model Pembelajaran Make A Match terhadap Keterampilan Sosial Emosional Anak Kelompok B KB Almadina Kecamatan Selaparang Mataram Adelia Adelia; Ika Rachmayani; Baiq Nada Buahana; Nurhasanah Nurhasanah
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i2.3694

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh model pembelajaran Make A Match terhadap keterampilan sosial emosional anak pada kelompok B di KB Almadina Kecamatan Selaparang Mataram. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya keterampilan sosial emosional (KSE) dalam perkembangan anak usia dini, yang berfungsi sebagai fondasi untuk interaksi sosial yang positif dan pengelolaan emosi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain eksperimen pre-experimental, khususnya rancangan one-group pretest-posttest design. Subjek penelitian terdiri dari 12 anak kelompok B yang diambil melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui observasi dan pengukuran keterampilan sosial emosional menggunakan instrumen yang telah divalidasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan dalam keterampilan sosial emosional anak setelah penerapan model pembelajaran Make A Match, dengan nilai rata-rata skor pretest sebesar 49,83 dan posttest sebesar 70,83. Uji hipotesis menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,002, yang berarti hipotesis alternatif diterima dan hipotesis nol ditolak. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Make A Match berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan keterampilan sosial emosional anak.
Implementasi Kegiatan Market Day untuk Meningkatkan Perkembangan Sosial Emosional pada Kelompok B1 di TK DWP Dikpora Ampenan St. Nur Marhamah Z. Salampessy; Baik Nilawati Astini; Baiq Nada Buahana
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2025): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4.3983

Abstract

Perkembangan sosial emosional merupakan aspek penting dalam pendidikan anak usia dini karena berkaitan dengan kemampuan anak untuk mengelola emosi, berinteraksi dengan lingkungan sosial, dan membangun karakter yang positif. Namun, hasil observasi awal di TK DWP Dikpora Ampenan menunjukkan bahwa sebagian anak kelompok B1 masih mengalami kesulitan dalam berinteraksi, bekerja sama, dan mengendalikan emosi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kegiatan market day dalam meningkatkan perkembangan sosial emosional anak usia dini. Penelitian menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) model Kemmis & McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 15 anak kelompok B1 di TK DWP Dikpora Ampenan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi dan dokumentasi, dengan analisis data deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pelaksanaan kegiatan market day maupun perkembangan sosial emosional anak. Pada pra siklus, perkembangan sosial emosional anak hanya mencapai 53,33%. Setelah pelaksanaan siklus I, perkembangan meningkat menjadi 66,67% dengan keterlaksanaan kegiatan sebesar 74,37%. Pada siklus II, capaian perkembangan sosial emosional anak mencapai 86,67% dengan keterlaksanaan kegiatan sebesar 88,67%. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan market day efektif dalam meningkatkan rasa percaya diri, kemampuan bekerja sama, keterampilan komunikasi, serta pengendalian emosi anak. Dengan demikian, market day dapat dijadikan strategi pembelajaran yang kontekstual, menyenangkan, dan bermakna dalam mengembangkan aspek sosial emosional anak usia dini.
Pengaruh Metode Pembelajaran Project Based Learning (PJBL) Terhadap Perkembangan Bahasa Anak Kelompok B di TK Negeri 01 Montong Gading Tahun Ajaran 2024/2025 Milna Aolia; Ika Rachmayani; Baiq Nada Buahana
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2025): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4.3989

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) terhadap perkembangan bahasa anak kelompok B di TK Negeri 01 Montong Gading tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen dan desain One-Group-Pretest-Posttest Design. Sampel yang digunakan 21 anak. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif dan uji Paired Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai t sebesar 7,620 dengan probabilitas 0,001 < 0,005, yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan dari model pembelajaran PjBL terhadap perkembangan bahasa anak. Hasil uji hipotesis menggunakan uji Two Indevendent Sampel Test dengan bantuan SPSS 26.0 For Windows mengonfirmasi  adanya pengaruh signifikan dari metode pembelajaran project based learning terhadap perkembangan bahasa anak, sehingga nilai thitung>ttabel dengan niai signifikasi 5% = hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima,  Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran  Project Based Learning (PjBL) berpengaruh signifikan dalam meningkatkan perkembangan bahasa anak kelompok B di TK Negeri 01 Montong Gading.
Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus melalui Bermain Origami pada Kelompok B di TK DWP DIKPORA Ampenan Malbitasari Zannatul Abbas; I Made Suwasa Astawa; Muhammad Tahir; Baiq Nada Buahana
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 3 (2026): August (Inpres)
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i3.1949

Abstract

This study aimed to improve children's fine motor skills through origami play activities in Group B at DWP Dikpora Ampenan Kindergarten. The study was motivated by the insufficient development of children's fine motor skills, as reflected in their difficulties in performing directed movements such as folding paper, pressing fold lines, and coordinating hand and eye movements. To address this issue, origami play activities were implemented as an engaging and educational learning medium. This study employed a Classroom Action Research (CAR) design conducted in two cycles, consisting of the stages of planning, implementation, observation, and reflection. The participants of this study were 17 children in Group B. Data were collected through observation and documentation and analyzed using a quantitative descriptive approach. The findings indicated a gradual improvement in children's fine motor skills across each cycle, increasing from 53.46% in the pre-cycle stage to 65.22% in Cycle I and further to 87.76% in Cycle II, which was categorized as a highly developed level of fine motor skills. Therefore, origami play activities can improve children's fine motor skills and may serve as an alternative learning activity to support fine motor development in early childhood education.
Penerapan Teknik Bercerita Dua Arah (Two-Way Storytelling) untuk Meningkatkan Kemampuan Menyimak Anak Kelompok B di TK PGRI 07 Aikmel Fadila Sadida; Muhammad Tahir; Baiq Nada Buahana; Fahruddin
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 3 (2026): August (Inpres)
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i3.1999

Abstract

This study aimed to improve the listening skills of Group B children at TK PGRI 07 Aikmel through the implementation of the two-way storytelling technique. The study was motivated by the low listening skills demonstrated by the children, as reflected in their limited attention during storytelling activities, difficulties in answering questions related to the story, and inadequate ability to comprehend and retell information in a sequential manner. This research employed Classroom Action Research (CAR) based on the Kemmis and McTaggart model, consisting of two cycles involving planning, action, observation, and reflection stages. The participants were Group B children of TK PGRI 07 Aikmel. Data were collected through observation and documentation using an assessment instrument covering attention focusing, story comprehension, question answering, relevant responses, and following sequential instructions. The data were analyzed using descriptive qualitative and quantitative techniques, with a classical success criterion of at least 85%. The findings revealed a continuous improvement in children’s listening skills across the cycles. The percentage increased from 64.48% in the pre-cycle to 75.71% in Cycle I and reached 86.06% in Cycle II, exceeding the predetermined success criterion. These findings indicate that the implementation of the two-way storytelling technique is effective in improving the listening skills of early childhood learners. Furthermore, the study highlights the pedagogical value of interactive storytelling in promoting active participation, language development, and meaningful learning experiences among young children.