Muhammad Mukhlis Ardianto
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

AGENSI LAKI-LAKI DALAM PENCEGAHAN KEKERASAN BERBASIS GENDER DALAM KELUARGA: STUDI KELUARGA DESA JETIS, SAPTOSARI, GUNUNGKIDUL Khairun Nisa; Muhammad Mukhlis Ardianto
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam Vol. 7 No. 1 (2022): Januari-Juni
Publisher : Kopertais Wilayah III Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/mjsi.71.2953

Abstract

The majority of men are perpetrators of gender-based violence in the family. Meanwhile, men who are not perpetrators of violence, often choose to be the silent majority, because they consider violence to be in the private sphere. Involving men in the discourse and practice of gender-aware education is expected to change the perspective and attitude of men in seeing women. This is done to decide and reduce the number of violence against women and children. This study focuses on the agency of men in efforts to prevent gender-based violence in the family and to achieve gender justice in the family. Using descriptive qualitative methods with observation and interview models, the resource persons were taken from participants who took part in the father's class program and community facilitators from Rifka Aniisa WCC. This study shows that the process of building agent awareness begins through the reinterpretation of religious texts with religious leaders. This interpretation provides new understanding to the participants in the father class discussion regarding relationships with partners based on monotheism. Practical awareness is achieved by agents through assertive communication with partners. Agents reflect on material learned in class with a partner. The results of these reflections become the basis for producing a just social system in the family and society. Keyword: Gender Equality and Justice, Rifka Annisa, Agen and Strucutre
PENGUATAN IDENTITAS DAN STRATEGI PENYEBARAN AJARAN PENGHAYAT KEPERCAYAAN SAPTA DARMA YOGYAKARTA Muhammad Mukhlis Ardianto; Saliki Saliki
Jurnal Inen Paer Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Inen Paer Edisi Desember
Publisher : Pusat Studi Kebudayaan Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/jip.v1i1.599

Abstract

Penghayat kepercayaan Sapta Darma di Yogyakarta juga mengekspresikan identitas keagamaannya walaupun berada di tengah mayoritas mainstream agama. Meskipun Sapta Darma kerapkali memperoleh steoreotip atau labelling negatif dari masyarakat maupun kelompok mainstream, mereka tetap berpegang teguh pada keyakinannya dan tetap menjalankan ritual sesuai dengan kepercayaan yang diyakininya. Penelitian ini difokuskan untuk melihat dan menjelaskan tentang penguatan identitas keagamaan dan spiritualitas, serta upaya para penganut Sapta Darma dalam menyebarkan ajarannya. Metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan teori identitas dan konstruksi sosial dipakai dalam penelitian ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa penguatan identitas dilakukan secara kolektif. Seperti melakukan Sanggaran yang bertempat di Sanggar-sanggar warga Sapta Darma dipimpin oleh penuntun sanggar, mengadakan jejaring dengan LSM ataupun para penghayat lain juga merupakan bentuk pengenalan dan penguatan identitas mereka, serta upaya untuh menghapus stereotip negatif yang ada di masyarakat luar. Sementara itu, melalui media metode penyembuhan di jalan tuhan dan menerapkan ajaran wewarah tujuh ke dalam tingkah laku keseharian merupakan bentuk strategi untuk mengenalkan dan menyebarkan ajaran Sapta Darma.