p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kreativitas PKM
Christin Florentin Bebok
Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendampingan Orang Tua dalam Stimulasi Psikososial terhadap Perkembangan Motorik Kasar dan Motorik Halus pada Balita Stunting di Desa Lentang Kec. Lelak Kabupaten Manggarai. Makrina Sedista Manggul; Reineldis E. Trisnawati; Christin F.M Bebok; Elfrida Anes; Marcella Yolanda Nasan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i5.9495

Abstract

ABSTRAK Masalah gizi pada balita sering terjadi pada negara berkembang seperti Indonesia. Salah satu tujuan pembangunan nasional Indonesia adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sehingga perlu mempersiapkan generasi yang sehat seperti memperhatikan status gizi pada anak balita sejak dini. Salah satu masalah kesehatan pada anak balita adalah stunting. Stunting merupakan masalah  serius yang disebabkan karena kurang gizi dalam waktu yang cukup lama sehingga dapat menyebabkan dampak buruk baik jangka pendek maupun jangka panjang. Masalah yang terdapat di desa Lentang adalah orangtua kurang memahami bagaimana teknik memberikan stimulasi psikososial untuk merangsang perkembangan anak. Dari pengambilan data awal hasil analisis timbang yang dilakukan di desa Lentang tahun 2020 terdapat 37 balita stunting yang dibagi menjadi dua yaitu balita dengan status pendek 20 balita dan sangat pendek 17 balita dan yang mengikuti  pendampingan dan penyuluhan hanya sebanyak 27 balita stunting yang didampingi oleh orang tua masing-masing. Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orangtua dan keluarga dalam memberikan stimulasi perkembangan psikososial pada Balita. Metode  yang digunakan adalah malakukan pendampingan  kepada orangtua dan keluarga  secara door to door selama ± 1 minggu. Hasil  Dari tabel post test dapat dilihat bahwa pengetahuan orangtua setelah dilakukan pendampingan mengalami peningkatan yaitu paling banyak berpengetahuan baik dengan persentasi 70,38%.  Edukasi melalui pendampingan dapat meningkatkan pengetahuan individu. Kata Kunci : Balita, Stunting, Stimulasi, Psikososial.  ABSTRACT Nutritional problems in toddlers often occur in developing countries like Indonesia. One of Indonesia's national development goals is to improve the quality of human resources, so it is necessary to prepare a healthy generation, such as paying attention to the nutritional status of children under five from an early age. One of the health problems in toddlers is stunting. Stunting is a serious problem caused by malnutrition over a long period of time, which can cause adverse effects both in the short and long term. The problem in Lentang village is that parents do not understand how techniques provide psychosocial stimulation to stimulate child development. From the initial data collection results of a weighing analysis conducted in Lentang village in 2020 there were 37 stunted toddlers which were divided into two, namely toddlers with short status 20 toddlers and 17 toddlers very short and only 27 stunted toddlers participated in mentoring and counseling accompanied by their parents. Purpose this service activity is to increase the knowledge and skills of parents and families in stimulating psychosocial development in toddlers. The method used is to provide assistance to parents and families door to door for ± 1 week. Results From the post test table it can be seen that the knowledge of parents after mentoring has increased, namely the most knowledgeable are good with a percentage of 70.38%. Education through mentoring can increase individual knowledge. Keywords: Toddlers, Stunting, Stimulation, Psychosocial
Pendidikan Seks Bagi Orangtua yang Memiliki Remaja Berkebutuhan Khusus Christin Florentin Meinarty Bebok; Reineldis Trisnawati; Makrina Sedista Manggul; Maria Opylira Susanto; Maria Freinafreshty Piamat
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.16614

Abstract

ABSTRAK Pendidikan seksual ini juga merupakan hak dari anak berkebutuhan khusus, sehingga mereka diharapkan mampu memahami diri mereka sendiri, nilai- nilai dan perilaku yang diharapkan dari mereka. Walau demikian pendidikan seksual bagi anak berkebutuhan khusus ini memang masih merupakan perdebatan, mengingat masih harus dilakukan perbaikan kurikulum dan sumberdaya manusia/para guru/pendidik, pelatihan Penerapan pendidikan seksual oleh guru dan orang tua bagi anak berkebutuhan khusus dan persiapan bagi guru-guru, pengukuran dampak pengajaran, dan keterlibatan orang tua dalam pendidikan seksual itu sendiri. Tujuan diberikannya pendidikan seksualitas ini adalah untuk memahamkan Orangtua pentingnya mengajarkan seks pada anak yang berkebutuhan khusus serta memberikan pengetahuan mengenai materi apa saja yang perlu untuk diajarkan pada anak berkebutuhan khusus mengenai pendidikan seks dan cara mengajarkannya pada anak. Psikoedukasi diberikan dengan metode ceramah dan diskusi tanya jawab tanpa pelatihan. Metode ceramah bertujuan untuk memberikan pengetahuan pada ranah kognitif sehingga sesuai dengan permasalahan dan fokus intervensi yakni memberikan pemahaman pentingnya mengajarkan seks serta memberikan pengetahuan mengenai materi apa saja yang perlu diajarkan sesuai dengan anak usia remaja.  Hasil yang didapat   bahwa terjadi  pertambahan pengetahuan pada peserta atau orangtua yang ditandai dengan peningkatan jumlah jawaban yang benar pada hasil rerata keseluruhan peserta.  Berdasarkan hasil analisa deskriptif terhadap hasil pretest, posttest dan Follow up dapat disimpulkan bahwa psikoedukasi yang dilakukan berhasil memberikan pengaruh sesuai dengan tujuan dilakukannya intervensi yakni memberikan pengetahuan pada orangtua mengenai materi pendidikan seks dan cara mengajarkannya pada anak berkebutuhan khusus. Kata Kunci: Pendidikan Seksualitas, Psikoedukasi, Orangtua, Anak Berkebutuhan Khusus.  ABSTRACT Sexual education is also the right of children with special needs, so that they are expected to be able to understand themselves, the values and behavior expected of them. However, sexual education for teenagers with special needs is still a matter of debate, considering that improvements to the curriculum and human resources/teachers/educators still need to be made, training in the application of sexual education by teachers and parents for children with special needs and preparation for teachers, measurement the impact of teaching, and parental involvement in sexual education itself. The aim of providing this psychoeducation is to understand parents about the importance of teaching sex to children with special needs and to provide knowledge about what material needs to be taught to children with special needs regarding sex education and how to teach it to children. psychoeducation is provided using lecture and question and answer discussion methods without training. The lecture method aims to provide knowledge in the cognitive domain so that it is appropriate to the problem and focus of the intervention, namely providing an understanding of the importance of teaching sex and providing knowledge about what material needs to be taught according to teenagers. The results obtained showed that there was an increase in knowledge among participants or parents, which was marked by an increase in the number of correct answers in the overall average results of the participants.  Based on the results of descriptive analysis of the results of the pretest, posttest and follow-up, it can be concluded that the psychoeducation carried out was successful in having an influence in accordance with the aim of the intervention, namely providing knowledge to parents regarding sex education material and how to teach it to children with special needs. Keywords: Sexuality Education, Psychoeducation, Parents, Children with Special Needs.