Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Shadowing Correlation Model for Indoor Multi-hop Radio Link in Office Environment Fadhli, Mohammad; Handayani, Puji; Hendrantoro, Gamantyo; Mukti, Prasetiyono Hari
JAVA Journal of Electrical and Electronics Engineering Vol 14, No 1 (2016)
Publisher : JAVA Journal of Electrical and Electronics Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1635.151 KB)

Abstract

Propagation environment greatly affect the performance of wireless network. The excistence of obstacles between transmitter and receiver antennas provide shadowing effect to the transmitted signal. In multi-hop radio link, any link pairs experience shadowing effect that can be correlated if the links have a similar propagation environment. Various studies have shown that correlated shadowing has significant impacts on wireless network’s performance. This paper discusses  shadowing correlation of measured two-hop radio link. We propose models that can be used to predict shadowing correlation coefficient of link pairs using  deterministic and stochastic formulas. We give an example of the effect of correlated shadowing on the performance of multi-hop radio link in term of its outage probability.
Evaluasi Kinerja Layanan IPTV pada Jaringan Testbed WiMAX Berbasis Standar IEEE 802.16-2004 Mukti, Prasetiyono Hari; Yunianto, Rizki Aris; Affandi, Achmad
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 4, No 2: September 2015
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.988 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v4n2.164.2015

Abstract

In this paper, a performance evaluation for IPTV Services over WiMAX testbed based on IEEE Standard 802.16-2004 will be described. The performance of the proposed system is evaluated in terms of delay, jitter, throughput and packet loss. Service performance evaluations are conducted on network topology of point-to-point in the variation of background traffic with different scheduling types. Background traffic is injected into the system to give the sense that the proposed system has variation traffic load. Scheduling type which are used in this paper are Best Effort (BE), Non-Real-Time Polling Service (nrtPS), Real-Time Polling Service (rtPS) and Unsolicited Grant Service (UGS). The expemerintal results of IPTV service performance over the testbed network show that the maximum average of delay, jitter, packet loss and jitter are 16.581 ms, 58.515 ms, 0.67 Mbps dan 10.96%, respectively.                                     Keywords : IPTV, QoS, Service Class, testbed, WiMAX Abstrak—Di dalam makalah ini dibahas mengenai implementasi Jaringan Testbed WiMAX untuk mendukung layanan IPTV. Jaringan testbed yang dibangun mengacu kepada Standar IEEE 802.16-2004. Kualitas kinerja dari layanan IPTV pada jaringan testbed ini akan dievaluasi menggunakan parameter delay, jitter, throughput dan packet loss. Evaluasi kinerja layanan tersebut akan dilakukan dalam topologi jaringan point-to-point dengan variasi background traffic pada jenis scheduling yang berbeda. Penambahan background traffic ini dimaksudkan agar kondisi jaringan yang dibangun mencerminkan kondisi sebenarnya yang memiliki variasi beban trafik. Jenis scheduling yang digunakan dalam proses evaluasi kinerja ini adalah Best Effort (BE), Non-Real-Time Polling Service (nrtPS), Real-Time Polling Service (rtPS) dan Unsolicited Grant Service (UGS). Hasil evaluasi kinerja layanan IPTV pada jaringan testbed ini menunjukkan bahwa masing-masing nilai maksmimal rata-rata untuk delay, jitter, throughput dan packet loss adalah sebesar 16,581 ms, 58,515 ms, 0,67 Mbps dan 10,96%.Kata Kunci : IPTV, QoS, Service Class, testbed, WiMAX
Sub-Sistem Pemancar Pada Sistem Pengukuran Kanal HF Pada Lintasan Merauke-Surabaya Nisa Rachmadina; Gamantyo Hendrantoro; Prasetiyono Hari Mukti
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (806.514 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5705

Abstract

Pada daerah ekuator, terdapat fenomena yang disebut Equatorial Spread F (ESF). Fenomena ini dapat menimbulkan efek delay spread dan time variation yang besar. Penelitian ini mengacu pada sistem pengukuran respon kanal HF pada lintasan Merauke dan Surabaya dengan jarak sekitar 3036 km. Subsistem pemancar diuji pada frekuensi 9, 11, dan 27 MHz dengan membangkitkan sinyal dalam bentuk pseudo-random binary sequence (PRBS). Kemudian sinyal tersebut dimodulasi menggunakan modulator BPSK. Sistem pemancar diintegrasikan dengan perangkat Universal Software Radio Peripherals (USRP) N210 dan LabVIEW sebagai perangkat lunaknya. Sinyal dikuatkan dengan amplifier lalu dikirimkan menggunakan antena HF dipole ½ λ. Dari hasil pengujian, diperoleh autokorelasi dari sinyal PRBS menghasilkan satu nilai puncak 1 dan lainnya bernilai minimum -1/31. Hal itu menunjukkan dalam satu periode, bit PRBS yang dikirimkan berjumlah 31 bit. Daya pancar maksimum yang terukur adalah 21 dBm. Nilai daya pancar tersebut berbeda dengan perhitungan link budget yang membutuhkan daya pancar sebesar 43.45 dBm. Hal itu dikarenakan dalam pengujian sistem hanya menggunakan amplifier dengan spesifikasi daya keluaran rata-rata 30 dBm atau 1 Watt. Oleh karena itu, dalam sistem pengukuran kanal HF dibutuhkan amplifier tambahan untuk meningkatkan sinyal yang dikirimkan di sistem pemancar.
Sub-Sistem Akusisi Data pada Sistem Pengukuran Kanal HF pada Lintasan Merauke-Surabaya Fredy Indra Oktaviansyah; Gamantyo Hendrantoro; Prasetiyono Hari Mukti
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.524 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5710

Abstract

Gelombang radio High Frequency (HF) mampu melakukan perjalanan jarak jauh hingga ribuan kilometer yang memanfaatkan pantulan pada lapisan ionosfer. Namun, pada lapisan ionosfer di daerah equatorial seperti di Indonesia terdapat fenomena yang disebut Equatorial Spread-F (ESF) yang berpotensi menyebabkan delay spread dan time variant yang besar dan berpengaruh terhadap kanal HF. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur dan mengkarakterisasi kanal HF pada lintasan Merauke-Surabaya dengan jarak 3036 km dan frekuesni yang digunakan adalah 9, 11, dan 27 MHz serta informasi yang dikirimkan dari transmitter berupa Pseudo-Random Binary Sequence (PRBS) atau PN sequence. Proses analisis dilakukan dengan melakukan sampling sinyal hasil propagasi, menggunakan perangkat Universal Software Radio Peripheral (USRP). Kemudian data disimpan dalam bentuk file Technical Data Management Streaming (TDMS) menggunakan software Laboratory Virtual Engineering Workbench (LabVIEW). Data sinyal yang telah disimpan kemudian dilakukan cross correlation dengan sinyal PN sequence yang dibangkitkan oleh transmitter. Berdasarkan hasil pengujian dengan jarak antara antena transmitter dengan antena receiver 25,2 meter dan 56 meter, didapat hasil korelasi yang bervariasi untuk frekuensi carrier 9, 11, dan 27 MHz.
Sub-Sistem Penerima Pada Sistem Pengukuran Kanal HF Pada Lintasan Merauke-Surabaya Aryo Darma Adhitya; Gamantyo Hendrantoro; Prasetiyono Hari Mukti
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.434 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5711

Abstract

Sistem High Frequency (HF) dapat digunakan untuk komunikasi ke/dari daerah-daerah terpencil yang menghalangi infrastruktur jaringan yang muncul di banyak tempat di pulau- pulau Indonesia. Pada ionosfer daerah equatorial terdapat fenomena yang disebut Equatorial Spread-F (ESF) yang berpotensi menyebabkan delay spread dan time varian yang besar untuk saluran HF. Pada penelitian ini, pengukuran akan dilakukan dengan menempatkan pemancar di Merauke dan penerima di Surabaya dengan jarak lintasan 3036 km. Subsistem penerima diuji pada frekuensi 9, 11, dan 27 MHz dengan pengiriman sinyal pseudo-random binary sequence (PRBS) yang akan diterima menggunakan antena HF dipole dan kemudian didemodulasi dengan IQ Demodulator menggunakan perangkat Universal Software Radio Peripherals (USRP) dan LabVIEW. Dari hasil pengujian, didapatkan bahwa sinyal yang didemodulasi QPSK memiliki perbedaan fasa antara sinyal I dan Q dengan jumlah 1 periode sequence adalah 62 bit. Daya pancar rata-rata yang diterima oleh receiver berdasarkan perhitungan adalah  -27,76 dBm sedangkan pada pengukuran adalah -33,83 dBm. Hal ini dapat dipengaruhi oleh redaman yang terjadi pada lapisan F, serta jarak pengukuran yang masih dalam jarak medan dekat reaktif dan radiatif
Evaluasi Kinerja Layanan IPTV pada Jaringan Testbed WiMAX Berbasis Standar IEEE 802.16-2004 Prasetiyono Hari Mukti; Rizki Aris Yunianto; Achmad Affandi
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 4 No 2: September 2015
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.988 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v4n2.164.2015

Abstract

In this paper, a performance evaluation for IPTV Services over WiMAX testbed based on IEEE Standard 802.16-2004 will be described. The performance of the proposed system is evaluated in terms of delay, jitter, throughput and packet loss. Service performance evaluations are conducted on network topology of point-to-point in the variation of background traffic with different scheduling types. Background traffic is injected into the system to give the sense that the proposed system has variation traffic load. Scheduling type which are used in this paper are Best Effort (BE), Non-Real-Time Polling Service (nrtPS), Real-Time Polling Service (rtPS) and Unsolicited Grant Service (UGS). The expemerintal results of IPTV service performance over the testbed network show that the maximum average of delay, jitter, packet loss and jitter are 16.581 ms, 58.515 ms, 0.67 Mbps dan 10.96%, respectively.                                     Keywords : IPTV, QoS, Service Class, testbed, WiMAX Abstrak—Di dalam makalah ini dibahas mengenai implementasi Jaringan Testbed WiMAX untuk mendukung layanan IPTV. Jaringan testbed yang dibangun mengacu kepada Standar IEEE 802.16-2004. Kualitas kinerja dari layanan IPTV pada jaringan testbed ini akan dievaluasi menggunakan parameter delay, jitter, throughput dan packet loss. Evaluasi kinerja layanan tersebut akan dilakukan dalam topologi jaringan point-to-point dengan variasi background traffic pada jenis scheduling yang berbeda. Penambahan background traffic ini dimaksudkan agar kondisi jaringan yang dibangun mencerminkan kondisi sebenarnya yang memiliki variasi beban trafik. Jenis scheduling yang digunakan dalam proses evaluasi kinerja ini adalah Best Effort (BE), Non-Real-Time Polling Service (nrtPS), Real-Time Polling Service (rtPS) dan Unsolicited Grant Service (UGS). Hasil evaluasi kinerja layanan IPTV pada jaringan testbed ini menunjukkan bahwa masing-masing nilai maksmimal rata-rata untuk delay, jitter, throughput dan packet loss adalah sebesar 16,581 ms, 58,515 ms, 0,67 Mbps dan 10,96%.Kata Kunci : IPTV, QoS, Service Class, testbed, WiMAX
Implementasi Photovoltaic On-Grid guna Meminimalisir Pemadaman Listrik Bergilir serta Jaringan Telekomunikasi di Pulau Bawean Wibowo, Rony Seto; Penangsang, Ontoseno; Aryani, Ni Ketut; Mukti, Prasetiyono Hari; Pamuji, Feby Agung; Mardiyanto, Ronny
Sewagati Vol 8 No 1 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i1.795

Abstract

Bawean yang berada di 135 km dari utara Kabupaten Gresik adalah kepulauan dengan luas wilayah 197,42 km2. Dengan jumlah penduduk yang semakin meningkat sepanjang tahun, beban listrik yang harus ditanggung juga semakin meningkat. Kecamatan Sangkapura di Pulau Bawean memiliki jumlah pengguna listrik mencapai 17.112 orang. Akan tetapi, dengan pembangkit konvensional, penduduk Bawean kesulitan dalam segi ekonomi dan ketersediaan bahan bakar. Upaya peningkatan kapasitas dari pembangkit perlu ditingkatkan sebab pemadaman listrik merugikan perekonomian dari warga setempat. Energi terbarukan seperti energi surya dapat menjadi salah satu pembangkit alternatif karena pulau Bawean memiliki potensi energi surya yang besar dengan rata-rata intensitas radiasi matahari sebesar 5,5 kWh/m2/hari. Hal ini menjadikan Pulau Bawean sebagai salah satu daerah yang berpotensi untuk pengembangan energi surya. Di samping itu, masyarakat Bawean masih kesulitan mengakses layanan telekomunikasi akibat penyediaan akses internet yang belum merata, khususnya penyedia WiFi yang sangat jarang ditemui. Seiring dengan berkembangnya teknologi seputar energi baru terbarukan dan telekomunikasi, pengaplikasian teknologi tepat guna diperlukan di daerah terpencil seperti Pulau Bawean. Salah satu solusi yang dapat diimplementasikan adalah memasang photovoltaic dengan tipe hybrid untuk menyuplai energi yang dibutuhkan oleh modem WiFi guna menunjang kebutuhan masyarakat setempat. Selain itu, beban yang dapat disuplai adalah berupa sebuah masjid, mengingat 100% penduduk Pulau Bawean memeluk Agama Islam. Dengan demikian, maka pelaksanaan kegiatan peribadatan tidak terganggu oleh adanya pemadaman bergilir.
ANALISIS KINERJA RF POWER AMPLIFIER PADA FREKUENSI 3 GHz UNTUK APLIKASI RADAR CC-OFDM-MIMO Mukti, Prasetiyono Hari; Wikantyoso, A Krisna; Wibowo, Reyhan Adinathan; Kuswidiastuti, Devy; Hendrantoro, Gamantyo; Wahyu, Yuyu; Adhi, Purwoko
Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 26, No 1 Januari (2024): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transmisi.26.1.10-16

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan yang sangat luas memerlukan sebuah teknologi pengawasan yang dapat memantau pergerakan objek di wilayah kedaulatan Indonesia, baik itu wilayah darat, laut, maupun udara. Salah satu teknologi yang digunakan adalah sistem radar. Berbagai teknologi radar telah dikembangkan, dari mulai radar konvensional hingga modern. Terkini, telah diusulkan sebuah teknologi baru yang dapat menjadi kandidat untuk meningkatkan kinerja radar AESA, yaitu Radar berbasis CC-OFDM-MIMO. Hanya saja, teknologi ini masih dalam tahap pembuktian konsep, sehingga perlu pengujian lebih lanjut dalam bentuk prototipe. Salah satu komponen yang perlu dikembangkan dalam prototipe radar CC-OFDM-MIMO ini adalah modul Power Amplifier. Sehingga, pada makalah ini, kami membahas pengembangan modul Power Amplifier yang dirancang menggunakan komponen komersial. Selain karena biaya produksi yang murah, pengembangan dari komponen komersial ini juga untuk turut meningkatkan kemampuan dalam negeri dalam merancangan komponen/modul gelombang mikro. Modul Power Amplifier ini dilengkapi dengan Automatic Load Switching yang berfungsi untuk mengatur mekanisme switching pada Power Amplifier berdasarkan mode Radar yang digunakan. Karena proses fabrikasi yang masih memerlukan waktu lama, pada makalah ini modul Power Amplifier yang dikembangkan diverifikasi secara numerik terhadap parameter kinerja return loss, gain, titik kompresi P1dB, dan titik perkalian intermodulasi orde 3 (IP3). Dari hasil pengujian tersebut, diperoleh hasil bahwa modul power amplifier yang dikembangkan memiliki gain sebesar 14.5dB, OP1dB sebesar 28.5 dBm, saturasi pada daya output 30.5 dBm, dan bekerja pada frekuensi 3GHz untuk implementasi sistem penguat pada model radar CC-OFDM-MIMO. 
Implementasi Jaringan Internet Desa untuk Mendukung Transformasi Digital di Kantor Desa Sedaeng, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan Mukti, Prasetiyono Hari; Affandi, Achmad; Setijadi, Eko; Kusrahardjo, Gatot; Boedinoegroho, Hany; Rahayu, Sri; Wirawan, Wirawan; Hendrantoro, Gamantyo; Endroyono, Endroyono; Widjiati, Endang; Firmansyah, Mohammad Rifqi
Sewagati Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i2.2416

Abstract

Keterbatasan akses internet di Desa Sedang, Kabupaten Pasuruan, yang menghambat masyarakat dalam mengakses informasi dan layanan digital yang semakin penting di era modern. Kondisi ini menciptakan kesenjangan digital yang berdampak pada peluang ekonomi, pendidikan, dan komunikasi masyarakat desa. Implementasi jaringan internet menjadi solusi untuk meningkatkan konektivitas dan mendukung perkembangan sosial ekonomi masyarakat setempat. Metode implementasi melibatkan pemasangan dua antena Mikrotik, yaitu antena transmitter dan receiver, untuk membangun jaringan internet yang dapat menjangkau masyarakat dengan biaya yang lebih terjangkau. Pengabdian ini mencakup proses perencanaan, instalasi, dan pengujian jaringan untuk memastikan kinerjanya sesuai dengan kebutuhan warga. Hasil menunjukkan bahwa jaringan internet desa yang diimplementasikan mampu meningkatkan konektivitas di wilayah tersebut, mempermudah akses masyarakat terhadap layanan digital, serta membuka peluang baru untuk pendidikan, bisnis, dan komunikasi. Kesimpulan dari pengabdian ini menegaskan bahwa implementasi jaringan internet desa dapat menjadi solusi efektif untuk mengatasi kesenjangan digital di daerah pedesaan dan mendukung perkembangan sosial ekonomi masyarakat setempat.