Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBERDAYAAN KELOMPOK NELAYAN MELALUI PROGRAM SENTRA KELAUTAN DAN PERIKANAN TERPADU (SKPT) DI KABUPATEN MALUKU BARAT DAYA Mutiar Fitri Dewi; Frans Simon Dadiara
J-3P (Jurnal Pembangunan Pemberdayaan Pemerintahan) J3P (Jurnal Pembangunan Pemberdayaan Pemerintahan) Vol. 7, No. 1, Juni 2022
Publisher : ipdn

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/j-3p.v7i1.2417

Abstract

Indonesia's fisheries potential has an essential and strategic role for the national development since it influences economic, security, ecological and social aspects. With this important role, it is assumed that the living standard of Indonesia’s fishermen improved. However, based on the data from the Ministry of Maritime Affairs (2018), most Indonesia’s fishermen still live within the poverty line. This current study aims at describing the implementation of fishermen group empowerment through integrated marine and fisheries center program in Maluku Barat Daya District. The data of this study are gathered through direct observation, in-depth interview and documentation study. Then they are analyzed based on Empowerment theory by Mardikanto and Soebiato (2017). The study’s result show that the empowerment emerged in three aspects namely human, business, and institutional development. It is also found that the empowerment process is still not optimal due to several obstacles namely lack of awareness of fishermen group, characteristics of the archipelago, and inadequate communication network. To overcome these, the Fishery Department has made efforts such as giving training, distributing fishing gears, and establishing certain fishermen groups. Suggestions given by the authors are giving self-awareness and work ethics socialization, cooperating with the heads of village, and issuing local government regulation regarding fishery. Keywords: Empowerment, Fishermen Group, Integrated Marine and Fisheries Center Program
Digitalisasi Promosi Wisata Budaya Desa Gunungpring Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang Melalui Akun Instagram @gunungpring.muntilan Mutiar Fitri Dewi; Faniawan Nurcahyo
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 3 No 1 (2023): JAMSI - Januari 2023
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.586

Abstract

Gunungpring merupakan salah satu desa di Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang Provinsi Jawa Tengah yang memiliki potensi wisata religi dan pendidikan. Potensi wisata religi yang cukup terkenal yaitu kompleks pemakaman kyai yang tidak pernah sepi peziarah yang datang dari berbagai daerah. Selain itu, di Desa Gunungpring juga terdapat sebuah pondok pesantren besar yang terkenal yaitu Pondok Pesantren Darussalam Watucongol. Adanya pandemi COVID-19 berdampak pada hampir seluruh sektor termasuk pariwisata. Pariwisata di Desa Gunungpring juga ikut terdampak dengan menurunnya tingkat kunjungan wisatawan. Kemajuan Teknologi Informasi (TI) telah memberikan peluang dan harapan baru untuk promosi pariwisata secara digital melalui media sosial, salah satunya melalui Instagram. Dengan memanfaatkan Instagram, pemerintah Desa Gunungpring dapat melakukan promosi pariwisata secara lebih luas. Metode kegiatan pengabdian dilakukan melalui pelatihan dan pendampingan penggunaan Instagram untuk pemasaran potensi wisata. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini, dengan memanfaatkan Instagram telah membantu promosi potensi wisata di Desa Gunungpring Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang–Jawa Tengah. Jumlah unggahan pada akun @gunungpring.muntilan setelah kegiatan pengabdian masyarakat ini tercatat sejumlah 106 unggahan. Aparat desa dapat terus memperbaharui informasi pada akun Instagram sehingga promosi pariwisata dapat lebih optimal meskipun pandemi COVID-19 masih berlangsung.