Abdurrozzaq Hasibuan
Universitas Islam Sumatera Utara, Medan

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Identifikasi Waste Pada Proses Produksi Pupuk dengan Pendekatan Lean Manufacturing : Studi Kasus CV Tabita Jaya Medan Jepri Pernando Manurung; Abdurrozzaq Hasibuan; Wirda Novarika AK
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri Vol. 1 No. 3 (2023): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/factory.v1i3.258

Abstract

Lean manufacturing adalah sebuah metodologi manufaktur untuk melakukan tindakan perbaikan secara terus-menerus dengan tujuan mengurangi pemborosan (waste) dan proses yang tidak memberikan nilai tambah (non value added activity) di dalam pabrik untuk meningkatkan produktivitas. Langkah awal yang dilakukan dalam peningkatan produktivitas adalah dengan mengidentifikasi waste yang ada. CV Tabita Jaya Medan merupakan suatu perusahaan manufaktur pembuatan pupuk kimia. Perusahaan ini memproduksi pupuk dengan jenis S-Vit Tabur GB, S-Vit Instant, S-Vit Fungsi Ganda, S-Vit Cair dari proses produksinya sendiri masih ada pemborosan berupa waktu tunggu atau waitting time yang selalu lama terjadi pada lantai produksi yang dalam hal ini mengidentifikasikan bahwa terdapat waste yang terjadi pada sistem produksi di CV Tabita Jaya Medan. Proses produksi yang mengalami waktu tunggu terjadi karena berbagai faktor. Pada CV Tabita Jaya Medan ini waktu tunggu terjadi disebabkan oleh para karyawan terlalu banyak mengobrol sesama karyawan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis jenis pemborosan yang terjadi pada proses produksi pupuk S-Vit Tabur GB, di CV Tabita Jaya Medan, menghitung dan menganalisis waktu total dari aktivitas nilai tambahan dan tidak memberikan nilai tambah, diperlukan tetapi tidak ada nilai tambah. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara, hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa waktu tunggu (Lead time) pada setiap proses pencampuran, pencampuran, sebesar 4563,2 detik waktu yang dibutuhkan pada proses penimbangan, 4395,6 detik waktu yang dibutuhkan untuk proses packing, 918 detik. Dengan demikian total waktu lead Time untuk membuat pupuk S-Vit Tabur GB sebanyak 9876,8 detik atau 2,74 jam. Aktivitas nilai tambah (Value added activity) memiliki nilai waktu 5686,8 detik, tidak memberikan nilai tambah (non-value added activity) memiliki waktu sebesar 1255,20 detik dan diperlukan nilai tambah tetapi tidak ada nilai tambah (necessary but non-value added activity) memiliki waktu sebanyak 2934,8 detik. Dalam pelaksanaan pengamatan dilapangan didapat salah satu yang menjadi penyebab terjadinya waktu tunggu yaitu sesama karyawan terlalu banyak mengobrol.
Strategi Pemasaran Penjualan Produk Kopi Mandailing di Pasar Sumatera Utara dengan Metode Analisis SWOT Riski Muda Lubis; Abdurrozzaq Hasibuan; Wirda Novarika
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri Vol. 2 No. 1 (2023): Edisi Agustus
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/factory.v2i1.315

Abstract

Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui serta menganalisis bagaimana strategi pemasaran yang harus digunakan dalam meningkatkan penjualan. Metode penentuan sampel dilakukan secara purposive dengan menganalisis strategi bauran pemasaran (product, price, place, promotion) yang tersedia dari dalam perusahaan dan tempat penjualan. Penulis menggunakan riset pasar dengan membagikan dua kuesioner kepada perushaan distributor yaitu otten coffee dan excellso coffee. Penulis menggunakan metode Analysis SWOT yang dimana penulis melakukan penjabaran apa yang menjadi kekutan dan kelemahan produk kopi mandailing di penyabungan dan apa peluang dan ancaman yang didapat dari distributor yaitu Otten Coffee dan Excellso Coffee. Dan untuk mengetahui yang mana lebih dominan penulis membagikan dua penilaian yang dimana untuk Strength-Opportunity bernilai positif dan untuk Weakness-Threats bernilai negatif. Dan jika didalam penilaian tersebut penulis membuat tabel yang bernama tabel IFAS (Internal Factor Analysis Summary) dan EFAS (Eksternal Factor Analysis Summary). Tabel IFAS sendiri adalah tabel dari Strength dan Weakness dari data dalam perusahaan sendiri dan untuk tabel EFAS adalah tabel dari nilai Opportunity dan Threats.
Analisis Strategi Pemasaran untuk Meningkatkan Penjualan Roti dengan Menggunakan Metode SWOT dan QSPM di UMKM Roti Amah Fatimah Nur Hasibuan; Abdurrozzaq Hasibuan; Mahrani Arfah
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri Vol. 2 No. 1 (2023): Edisi Agustus
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/factory.v2i1.359

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi pemasaran pada UMKM Roti Amah berdasarkan analisis SWOT. Permasalahan penelitian adalah semakin ketat persaingan dan selektif konsumen dalam memilih produk yang tersedia, yang mengharuskan UMKM Roti Amah mencari strategi yang tepat dalam memperhatikan lingkungan internal dan eksternal UMKM. Salah satu caranya yaitu dengan membuat strategi pemasaran yang sesuai dan tepat agar dapat meningkatkan penjualan. Dengan menggunakan metode analisis SWOT dengan tujuan memaksimalkan kekuatan, kesempatan dan meminimalisasi kelemahan, ancaman yang ada pada internal dan eksternal perusahaan dengan Quantitative Strategic Planning Matrix dapat menentukan strategi yang tepat dan sesuai bagi UMKM Roti Amah. Analisis IFAS dan EFAS pada diagram kartesius berposisi pada kuadran I dan strategi yang digunakan adalah mendukung kebijakan pertumbuhan agresif dengan memanfaatkan peluang yang ada. Pada analisis matriks Quantitative Strategic Planning Matrix strategi yang terpilih adalah strategi Strength-Opportunity dengan hasil score TAS sebesar 6,57. Strategi baru yang digunakan pada perushaan sebagai alternatif menggunakan strategi penetrasi pasar dalam upaya untuk meningkatkan pangsa pasar untuk produk atau jasa di pasar saat ini melalui upaya pemasaran yang lebih besar.
Analisis Pengandalian Kualitas Proses Produksi Batu Bata Merah dengan Metode Kapabilitas Proses di Kilang Batu Bata Rahmansyah Purwodadi, Deli Serdang Syahrial Efendi Sinaga Sinaga; Abdurrozzaq Hasibuan; Wirda Novarika
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri Vol. 2 No. 1 (2023): Edisi Agustus
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/factory.v2i1.362

Abstract

Pengendalian (Pengontrolan) adalah alat yang digunakan oleh manajemen untuk meningkatkan barang sesuai kebutuhan, mempertahankan tingkat kualitas yang tinggi saat ini, dan menurunkan jumlah barang yang rusak.Tujuan dari penelitian ini mengetahui Kilang Batu Bata Rahmansyah di Purwodadi,Deli Serdang apakah sudah mampu menghasilkan produksi dengan standar mutu menajement unit dagang sesuai keinginan konsumen dengan mengunakan metode Kapabilitas proses.Mengetahui Apakah Kilang Batu Bata Rahmansyah , di Purwodadi, Deli Serdang serta produk cacat yang dihasilkan masih terkendali (terkontrol) atau tidak. Dalam penelitin ini akan dilakukan analisa dengan menggunakan kapabilitas proses yang melalui tahapan analisa yaitu mencari nilai kapabilatas (Cp) dan Kapabilitas Proses Kane (Cpk) yang bertujuan untuk mengetahui apakah produksi masih sesuai dengan standar mutu dan keingan konsumen,kemudian melakukan pengontrolan terhadap produk cacat dengan menggunkaan peta kontrol P-Chart.Berdasarkan analisis ada penilitian ini dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:dari analisis Perhitungan Kapabilitas Proses (Cp) dan Kapabilitas Proses Kane (Cpk) yang telah dilakukan oleh peneliti pada penelitian ini diketahui bahwa nilai bahwa nilai Kapabilitas Prosesnya (Cp) sebesar 0,19 dan nilai Kapabilitas Proses Kane (Cpk) sebesar 0,10. Dari nilai kriteria di atas diketahui bahwa nilai Cp 0,19 < 1,33 dapat diartikan bahwa proses peroduksi tidak baik dan nilai Kapabilitas Proses Kane (Cpk) sebesar 0,174 dimana 0,174 <1,0 dapat diartikan juga bahwa produksi batu bata mareh masih menghasilkan produksi tidak sesuai standar mutu dan keingianan konsumen. Dari peta kontrol P-Chart produk Cacat batu bata tersebut diketahui bahwa proporsi produk cacat tidak ada yang melewati batas konrol dengan nilai 0,123 atas dan batas kontrol bawah -0,063, dapat diartikan bawah produk cacat dalam keadaan terkontrol.