Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Elemen Ekuitas Merek Terhadap Keputusan Pembelian Di Kedai Kopi “Gula Pahit” Kabupaten Rejang Lebong Efrita Fitriyanti; Dwita Prisdinawati; Mira Yanuarti
Jurnal Agrifoodtech Vol. 1 No. 1 (2022): Juni: Jurnal Agrifoodtech
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.483 KB) | DOI: 10.56444/agrifoodtech.v1i1.93

Abstract

Analisis Elemen Ekuitas Merek Terhadap Keputusan Pembelian di Kedai Kopi “Gula Pahit” Kabupaten Rejang Lebong (Oleh : Efrita Fitriyanti, NPM. 201802031, Dibawah Bimbingan Dwita Prisdinawati, S.P.,M.Si dan Mira Yanuarti, S.P.,M.P). Penelitian Analisis Elemen Ekuitas Merek Terhadap Keputusan Pembelian di Kedai Kopi “Gula Pahit” Kabupaten Rejang Lebong, bertujuan untuk menganalisis pengaruh Elemen Ekuitas Merek yang terdiri dari kesadaran merek, asosiasi merek, persepsi kualitas dan loyalitas merek terhadap keputusan pembelian di kedai kopi “Gula Pahit” Kabupaten Rejang Lebong. Penelitian ini dilaksanakan pada Februari 2022 sampai dengan Maret 2022 di Kedai Kopi “Gula Pahit” di Kabupaten Rejang Lebong dengan pertimbangan bahwa Kedai Kopi “Gula Pahit” menggunakan mesin terbaik kedua di dunia yang berasal dari Taiwan. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah uji Regresi Linear Berganda uji T dan uji F terhadap 30 konsumen Kedai Kopi “Gula Pahit” di Kabupaten Rejang Lebong. Berdasarkan output “Test Statistic”, diketahui Asymp. Sig (2-tailed) X1 bernilai 0,014,X2 bernilai 0,034,X3 bernilai 0,025 dan X4 bernilai 0,000 lebih kecil dari < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa Kesadaran Merek,Asosiasi Merek,Persepsi Kualitas dan Loyalitas Merek mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian pada Kedai Kopi “Gula Pahit”, maka dapat disimpulkan H0 ditolak dan H1,H2,H3 dan H4 diterima. Pada tabel statistic didapat nilai F hitung adalah 1115,656 sedangkan nilai F tabel dengan alpha 5% atau 0,05 nilainya 2,76. Sedangkan pada nilai Asymp. Sig (2 tailed) diperoleh 0,000 dikarenakan F hitung > F tabel yaitu 1115,656 > 2,76 atau nilai signifikasi 0,000 < 0,05 sesuai dengan pengujian statistik yang digunakan maka H0 ditolak dan H5 diterima.
Strategi Pengembangan Usahatani Salak Pondoh (Salacca Edulis) di Kabupaten Rejang Lebong Abu Sutikno; Febri Nur Pramudya; Dwita Prisdinawati
JINGLER : Jurnal Teknik Pengolahan Pertanian Vol. 3 No. 1 (2025): Juni : JINGLER : Jurnal Teknik Pengolahan Pertanian
Publisher : Politeknik Kampar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59061/jingler.v1i1.420

Abstract

This research is to (1) Determine the internal factors (IFE) and external factors (EFE) of Pondoh salak farming in Rejang Lebong Regency. (2) Knowing the appropriate alternative strategy for developing pondoh salak farming in Rejang Lebong Regency. This research method was carried out qualitatively and quantitatively using a questionnaire. Location determination is carried out purposively on the farm shouted pondoh Mr. Andi in Air Merah Village, Curup Tengah District, Rejang Regency . The analysis used is IFE, EFE, SWOT MATRIX. The results of this research are the internal factors that are the main strengths of Mr. Andi's pondoh salak Sahatani are having their own land , competitive prices for salak , the availability of potential areas for developing salak . Weakness factors are the lack of understanding of snake fruit farmers regarding good snake fruit cultivation , limited capital , production is still low . External factors that become the biggest opportunities for Mr. Andi's pondoh salak farming business are the wide market share , quite large market demand , and fast return on investment . Threat factors are the increasingly limited land for salak farming , the presence of new competitors , the high prices of production facilities . Alternative strategies that can be utilized and applied in salak farming Mr. Andi 's cottage . The alternative obtained is an aggressive strategy that focuses more on the S - O (Strengths - Opportunities) strategy.