Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN AKSESIBILITAS KOTA MAJA MELALUI TOD DAN PENGEMBANGAN JARINGAN JALAN: SUATU PEMIKIRAN KRITIS Romeiza Syafriharti; Mohamad Donie Aulia
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 3 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2021
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.759 KB)

Abstract

Kota Maja sudah dicanangkan sebagai kota baru dan diproyeksikan sebagai salah satu penyangga Kota Jakarta yang telah menjadi kota metropolitan Jabodetabek. Sebagai kota penyangga, Kota Maja harus didukung oleh aksesibilitas yang baik. Di antara upaya untuk meningkatkan aksesibilitas Kota Maja adalah melalui TOD dan peningkatan sistem jaringan jalan baru. Tulisan ini bertujuan untuk merumuskan poin-poin penting terkait penerapan konsep TOD dan pembangunan jalan akses. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, yaitu berupa analisis komparasi dari pengalaman kota lain. Hasil kajian ini diharapkan dapat memberi masukan bagi pihak berwenang, sehingga Kota Maja sebagai penyangga dapat berfungsi maksimal.
STUDI KELAYAKAN EKONOMI UNDERPASS BUNDARAN CIBIRU Rifki Dinul Haque; Mohamad Donie Aulia; Falderika Falderika; Romeiza Syafriharti
CRANE: Civil Engineering Research Journal Vol 6 No 1 (2025): CRANE
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/crane.v6i1.15679

Abstract

Bandung merupakan salah satu kota di Indonesia yang sering mengalami kemacetan akibat meningkatnya volume kendaraan dan keterbatasan kapasitas jalan. Salah satu titik rawan kemacetan berada di Bundaran Cibiru, konflik arus kendaraan dari berbagai arah serta desain bundaran yang tidak lagi memadai menyebabkan kepadatan lalu lintas, terutama pada jam sibuk. Untuk mengatasi permasalahan ini, pemerintah mengusulkan pembangunan underpass sebagai simpang tidak sebidang. Penelitian ini mengevaluasi kelayakan ekonomi proyek underpass melalui analisis kinerja lalu lintas dan parameter ekonomi. Analisis lalu lintas membandingkan kondisi eksisting dan simulasi pasca pembangunan dengan meninjau kecepatan rata-rata kendaraan serta tingkat kejenuhan (degree of saturation). Sementara itu, aspek ekonomi dinilai berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan (BOK), Nilai Waktu (Time Value), serta perhitungan Benefit Cost Ratio (BCR) dan Net Present Value (NPV). Hasil penelitian menunjukkan nilai BCR sebesar -14 (<1) dan NPV negatif senilai - Rp 16 triliun, yang berarti proyek ini tidak layak secara finansial. Dengan demikian, diperlukan pertimbangan ulang atau alternatif solusi lain untuk mengatasi kemacetan di Bundaran Cibiru.