Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

EDUKASI PENGGUNAAN PRODUK BAHAN ALAM ATAU HERBAL UNTUK SWAMEDIKASI KEPADA WALI MURID DAN WALI KELAS TK UMP Hidayah Anisa Fitri; Fitriyani Fitriyani
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 2 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2020
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.477 KB)

Abstract

Penggunaan produk-produk bahan alam/herbal untuk pengobatan mandiri di masyarakat umum seringnyadipahami jauh lebih aman dan bebas efek samping dibandingkan menggunakan obat-obat konvensional, padahal kenyatanya tidak begitu. Masyarakat umum perlu diluruskan pemahamannya dan diedukasi mengenai penggunaan produk bahan alam/herbal agar dalam penggunaannya betul-betul 100% aman dan efektif. Orang tua murid dan wali kelas TK UMP yang merupakan bagian kecil dari masyarakat dapat menjadi sasaran yang tepat untuk didedukasi. Teknis pelaksanaan kegiatan dilakukan secara daring melalui grup whatsapp dimana peserta diberi link untuk mengakses pretest, posttest dan materi video secara daring. Berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa tujuan dari dilaksanakannya pengabdian masyarakat sudah tercapai. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan dan tercapainya target persentase jawaban posttest yang benar dari seluruh pertanyaan setelah materi edukasi diberikan (lebih dari 90%). Hal tersebut menandakan bahwa materi sudah tersampaikan dengan baik, dan terjadi peningkatan wawasan serta informasi peserta terkait penggunaan produk bahan alam atau herbal setelah materi sudah diberikan. Hasil survey acara juga menunjukkan bahwa peserta cukup antusias dan acara dapat diterima dengan baik meskipun dilaksanakan secara daring.
Karakter Mutu Simplisia dan Ekstrak Tumbuhan Antidiabetes Lokal dari Banyumas Dwi Hartanti; Shintia Lintang Charisma; Hidayah Anisa Fitri; Fitriani Fitriani; Denia Awanda Putri; Jeri Rinawati; Widya Agustina; Alwani Hamad
JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) Volume 6 No. 2 September 2022: JRST
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1182.108 KB) | DOI: 10.30595/jrst.v6i2.15545

Abstract

Daun mindi (Melia azedarach L.), buah kersen (Muntingia calabura L.), serta daun dan bunga tapakdara (Catharanthus roseus (L.) G.Don) digunakan masyarakat Baturraden dan Sumbang (Banyumas) untuk pengobatan tradisional diabetes. Penelitian ini mengkarakterisasi beberapa parameter mutu simplisia dan ekstrak ketiga tumbuhan tersebut.  Simplisia dibuat dari bahan tumbuhan yang dikumpulkan dari tiga desa di wilayah kecamata Baturraden dan Sumbang. Morfologi makroskopik dan mikroskopik, profil kromatografi lapis tipis (KLT), kadar fenolik total, dan kadar flavonoid total simplisia, serta kadar air, kadar abu total, dan kadar abu tidak larut asam ekstrak dianalisis dengan metode standar dalam Farmakope Herbal Indonesia (FHI) 2017. Karakter makroskopik, fragmen diagnostik, dan profil KLT dari simplisia hasil penelitian ini diusulkan untuk menjadi standar dalam memastikan kebenaran identitas simplisia. Kadar fenolik total dan kadar flavonoid total simplisia daun mindi, buah kersen, serta daun dan bunga tapakdara masing-masing sebesar 0,74±0,07 dan 0,99±0,31; 1,62±0,36 dan 1,39±0,11; dan 0,94±0,02 dan 1,98±0,04%. Nilai tersebut diusulkan sebagai standar untuk aspek kandungan masing-masing simplisia. Data kadar air, kadar abu total, dan kadar abu tidak larut asam diusulkan sebagai standar aspek kemurnian dari masing-masing ekstrak.
Optimasi Formula Micellar water Antipolutan Mengandung Ekstrak Bunga Rosella Merah (Hibiscus sabdariffa L. var. roselindo1) Hidayah Anisa Fitri; Fajrina Maulani; Ika Yuni Astuti
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 21 No. 02 Desember 2024
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v21i2.24516

Abstract

Paparan polusi udara secara terus menerus menyebabkan berbagai macam permasalahan pada kulit wajah. Antosianin dalam ekstrak bunga rosella merah diketahui memiliki aktifitas sebagai antipolutan sehingga berpotensi untuk dikembangkan menjadi produk micellar water. Micellar water yang mengandung surfaktan dan antosianin dalam ekstrak bunga rosella diharapkan dapat meningkatkan efektifitas dalam pembersihan. Namun demikian perlu dilakukan pertimbangan dalam pemilihan dan penentuan konsentrasi surfaktan yang digunakan karena dapat mempengaruhi parameter fisik krusial akhir sediaan seperti pH; yang dapat mempengaruhi stabilitas sifat fisika kimia senyawa antosianin, serta viskositas dan kejernihan sediaan. PEG-6 caprylic/capryic glycerides (PEG-6 caprylic), dan disodium cocoamphodiacetate (DCC) merupakan dua surfaktan yang dapat digunakan dan dioptimasi agar menghasilkan formula optimum micellar water yang memenuhi syarat dan diharapkan dapat mempertahankan stabilitas antosianin di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan optimasi formula micellar water ekstrak bunga rosella dengan menggunakan kedua surfaktan tersebut. Rancangan formula optimum dibuat dengan bantuan software design expert model SLD (Simple Lattice Design). Data diolah dan dianalisis secara statistik menggunakan one-way ANOVA serta T-Test. Berdasarkan pada hasil pengujian yang telah dilakukan didapatkan formula optimum micellar  water dengan PEG-6 caprylic dan DCC sebesar 6,972 % dan  4,028 % yang memiliki nilai desirabilitas 0,875. Formula optimum yang dibuat memenuhi seluruh ketentuan parameter pH, viskositas dan kejernihan dan telah diverifikasi tidak berbeda signifikan terhadap hasil prediksi formula yang sebelumnya telah dirancang.
Formula Optimization of Roselle Flower Extract as Clay Facial Soap Hidayah Anisa Fitri; Ghaliyah Kusuma Wardani; Ika Yuni Astuti; Indri Hapsari
JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) Volume 9 No. 2 September 2025: JRST
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jrst.v9i2.24495

Abstract

Roselle flower is known rich in anthocyanin compounds that has activities as antipollutants, so it has potential to be developed as clay facial soap. Soap is formed by the saponification reaction between fatty acids and strong bases which generally has high pH properties. The anthocyanin compound in roselle extract is unstable at base pH. In addition, there are crucial parameters such as pH, viscosity and foam stability that must be eligible to be accepted as cleanser product for facial skin. This study aimed to obtain an optimal formula for clay facial soap containing roselle flower extract by optimizing concentration of surfactant SLES and KOH as soap-forming components. Soap basis was made by mixing the base with fatty acid phase. Design Expert 13 software, one-way ANOVA, and T-Test SPSS were used to design, analyze the effect and predict optimum mixed components in the formula so the final product met the ideal parameters. The data of study showed that the optimal formula of roselle flower clay facial soap should have 9.5% of SLES and 5.25% KOH with a desirability value of 1. The optimum formula had organoleptic, homogeneity, pH, viscosity and foam stability parameters that met the requirements.
Uji Efektivitas Kombinasi Ekstrak Arang Tempurung Kelapa dan Jeruk Nipis Terhadap Bakteri Gram Positif dan Negatif Kurniawan - Kurniawan; Hidayah Anisa Fitri; Tantri Analisawati Sudarsono
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i1.8850

Abstract

Sabun cuci piring dapat dibuat menggunakan alkali, trigliserida dan ditambah dengan berbagai jenis bahan alam yang mengandung senyawa antimikroba  seperti ekstrak jeruk nipis dan arang tempurung kelapa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan kombinasi ekstrak etil asetat jeruk nipis dan ekstrak etil asetat arang tempurung kelapa dalam menghambat pertumbuhan bakteri Gram positif dan negatif dan untuk mengetahui konsentrasi kombinasi ekstrak jeruk nipis dan ekstrak arang. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimental yang diawali dengan tahap ekstraksi sampai tahap uji efektivitasnya dalam menghambat pertumbuhan bakteri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak etil asetat jeruk nipis dan arang tempurung kelapa efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Gram positif (S. aureus dan B. subtilis) dan bakteri Gram negatif (E. coli dan P. aeruginosa) yang ditunjukkan dengan adanya zona hambat di sekitar kertas cakram. Kemampuan kombinasi kedua jenis ekstrak tersebut dalam menghambat pertumbuhan bakteri uji memiliki konsentrasi optimal yang berbeda-beda (P4, P5 dan P2). Kesimpulan dari penelitian ini adalah kombinasi ekstrak etil asetat jeruk nipis dan arang tempurung kelapa efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Gram positif (S. aureus dan B. subtilis) dan bakteri Gram negatif (E. coli dan P. aeruginosa) yang ditunjukkan dengan adanya zona hambat di sekitar kertas cakram, dan terdapat tiga konsentrasi kombinasi ekstrak etil asetat jeruk nipis dan arang tempurung kelapa yang efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri yaitu konsentrasi 75% jeruk nipis dan 25% arang tempurung kelapa (S. aureus dan B. subtilis), konsentrasi 100% arang tempurung kelapa (E. coli) dan konsentrasi 25% jeruk nipis dan 75% arang tempurung kelapa (P. aeruginosa).