Nur’aeni Nur’aeni
Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FATHER INVOLVEMENT PADA KELUARGA UNTUK MENGHINDARKAN ANAK DARI PERILAKU DISRUPTIVE Dyah Siti Septiningsih; Nur’aeni Nur’aeni; Pambudi Rahardjo
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 1 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2019
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (877.933 KB)

Abstract

Father involvement/ keterlibatan ayah dalam pengasuhan adalah keikutsertaan positif ayah dalam kegiatan berupa interaksi langsung dengan anak-anaknya, memberikan kehangatan, melakukan pemantauan dan kontrol terhadap aktivitas anak, serta bertanggungjawab terhadap keperluan dan kebutuhan anak. Padakenyataan yang terjadi, ibu lebih memiliki peran aktif dalam pengasuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan konsep co parenting/pengasuhan bersama antara suami dan istri agar anaknya terhindar dari perilaku disruptif. Penelitian menggunakan pendekatan grounded theory, sebab peneliti mengupayakan untuk memahami gejala yang bersifat proses yang memiliki kecenderungan berubah, dan berorientasi pada tujuan serta hasil. Peneliti memilih 2 pasangan suami istri yang memiliki anak berusia 1 – 5 tahun sebagai subjek penelitian, sebab pada pasangan tersebut suaminya terlibat dalam pengasuhan berdampingan dengan istrinya. Peneliti memilih subjek penelitian melalui skrining menggunakan angket tentang keterlibatan ayah dalam pengasuhan. Peneliti mengumpulkan data menggunakan metode wawancara dan observasi, dan menganalisis datanya melalui pengkodean berupa proses menguraikan data, kemudian menyusun konsep. Kesimpulan atau temuan penelitiannya adalah, keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak diterapkandengan menggunakan dimensi keterlibatan ayah meliputi paternal engagement, paternal accessibility dan paternal responsibility. Masing-masing dimensi tersebut ditunjukkan dengan aktivitas keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak. Keterlibatan ayah tersebut sangat mendukung istri dalam melakukan pengasuhan sehingga terbentuklah konsep pengasuhan bersama atau co parenting. Pengasuhan bersama tersebut, secara preventif dapat menghindarkan anaknya yang berusia 4 dan 5 tahun dari perilaku negatif. Hal itu karena anak mendapatkan pelayanan psikologis berupa kenyamanan dalam berperilaku positif. Kenyamanan yang diperoleh anak merupakan pre disposisi untuk terhindarnya dari perilaku disruptive. Co Parenting/pengasuhan bersama antara ayah dan ibu menggunakan pendekatan sifat asli dari laki-laki yaitu maskulin dan sifat asli perempuan yaitu feminin.