Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tinjauan Hukum Islam Terhadap Praktik Upah Kerja Buruh Tani dengan Sistem “Derep”: Studi Kasus di Desa Linggajaya Kecamatan Ciwaru Roni Hidayat; Hendra Karunia Agustine; Anisa Hasanah
Al Barakat Vol 1 No 01 (2021): Al Barakat - Jurnal Kajian Hukum Ekonomi Syariah
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah (Muamalah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.816 KB)

Abstract

Upah menjadi hal yang sangat penting dalam hal sewa menyewa jasa, karena dengan upah seorang pekerja akan merasa lebih dihargai atas jasa yang telah mereka keluarkan. Ada beberapa macam istilah buruh tani yang digunakan oleh masyarakat di Desa Linggajaya, ada buruh harian, buruh borongan, buruh dengan sistem kontrak, serta buruh derep. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui praktik pengupahan buruh tani dengan sistem derep dan untuk mengetahui tinjauan hukum Islam terhadap praktik pengupahan buruh tani dengan sistem derep di Desa Linggajaya Kecamatan Ciwaru kabupaten Kuningan. Penelitian ini menggunakan metode cara berpikir yang induktif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriftif analisis, dengan jenis penelitian lapangan. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan skunder. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan analisis datanya dengan mereduksi data, penyajian data, dan penyimpulan data. Hasil penelitian yang ditemukan yaitu, Desa Linggajaya merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Ciwaru, dengan mayoritas penduduk bekerja sebagai pedagang (rantau) dan petani. Dalam praktik pengupahan buruh tani dengan sistem derep di Desa Linggajaya dilakukan secara turun-temurun. Namun sekarang sudah jarang masyarakat yang melakukan sistem derep. Meskipun dalam praktik derep pembayaran upah ditangguhkan, namun hal tersebut telah menjadi kesepakatan antara petani dan buruh tani. Sehingga dalam sistem pembayarannya diperbolehkan dalam Islam karena mengandung unsur saling tolong-menolong dan telah ada kerelaan dari kedua belah pihak. Namun pembayaran upah pada saat terjadi gagal panen, hendaknya untuk tidak membuat penangguhan kembali pembayaran pada saat panen berikutnya, atau diikhlaskan oleh buruh tani, tetapi lebih baik digantikan langsung dengan uang tunai yang nominalnya sama dengan bekerja selama dua hari, untuk menghindari kerugian dan ketidakjelasan akad. Kata kunci: Hukum Islam, Praktik Upah Kerja, Buruh Tani, Sistem Derep
Apakah Kepercayaan Muwakif Ditentukan oleh Akuntabilitas Pengelolaan Wakaf Tunai dan Peran Nadzir ? Agus Sulaeman; Ai Nur Bayinah; Roni Hidayat
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Islam Vol 8, No 1, April (2020)
Publisher : SEKOLAH TINGGI EKONOMI ISLAM SEBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35836/jakis.v8i1.129

Abstract

This study aims to analyze the influence of accountability in cash waqf management and role of nadzir towards level of muwakif trust in Indonesia. This research type is quantitative research using a survey method with the correlation approach. The data used are primary data by spreading the questionnaires to 100 muwakif in Indonesia. samples were taken by using random sampling techniques. Analysis data used to test the hypotheses using multiple linear regression analysis. The results of this study stated that the variable of accountability in cash waqf management and role of nadzir have a positive effect and significant on the level of muwakif trust in Indonesia, Therefore to increase the muwakif trust, nadzir institutions must increase information dissemination, honesty, punctuality, according to ethical standards and laws, clear targets, and easy access to information. Also, the role of nadzir in carrying out their duties must be increased, like the responsibility for collecting and managing cash waqf, the efficiency of the program and the budget, the rationalization between the draft budget and the program to be implemented. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh akuntabilitas dalam pengelolaan wakaf tunai dan peran nadzir terhadap tingkat kepercayaan muwakif di Indonesia. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survei dengan pendekatan korelasional. Data yang digunakan adalah data primer dengan menyebarkan kuisioner ke 100 muwakif di Indonesia. Sampel diambil dengan menggunakan teknik random sampling. Analisis data digunakan untuk menguji hipotesis menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa variabel akuntabilitas dalam pengelolaan wakaf tunai dan peran nadzir berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kepercayaan muwakif di Indonesia, oleh karena itu untuk meningkatkan kepercayaan muwakif, lembaga nadzir harus meningkatkan penyebaran informasi, kejujuran, ketepatan waktu, sesuai dengan standar dan hukum etika, target yang jelas, dan akses mudah ke informasi. Juga, peran nadzir dalam melaksanakan tugas mereka harus ditingkatkan, seperti tanggung jawab untuk mengumpulkan dan mengelola wakaf tunai, efisiensi program dan anggaran, rasionalisasi antara rancangan anggaran dan program yang akan dilaksanakan.