Junieni Junieni
Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Maluku

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Penting Sekolah Dalam Memperbaiki Praktik Gizi Seimbang Pada Anak (Studi Literatur) Khartini Kaluku; Junieni Junieni
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 7, No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs7407

Abstract

Masyarakat dunia saat ini menghadapi banyak masalah gizi termasuk Negara Indonesia. Prevalensi masalah gizi di Indonesia tiap tahun mengalami peningkatan termasuk masalah gizi pada anak usia sekolah. Masalah gizi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah terkait praktik gizi seimbang. Praktik gizi seimbang pada anak usia sekolah tidak hanya tergantung pada peran keluarga. Akan tetapi, peran penting dari sekolah juga sangat berpengaruh. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa sebagian besar waktu anak dihabiskan di lingkungan sekolah. Mengingat pentingnya hal tersebut maka dari itu sudah semestinya kita sadar dan peduli. Kajian pustaka ini bertujuan untuk mengetahui seberapa penting peran sekolah dalam memperbaiki praktik gizi seimbang pada anak. Kajian secara naratif dilakukan terhadap beberapa artikel penelitian maupun skripsi yang terbit dalam 10 tahun terakhir pada jurnal nasional maupun internasional dan dapat diakses secara terbuka (open access). Hasil kajian menunjukkan bahwa praktik gizi seimbang khususnya pada anak sekolah sangatlah penting. Anak usia sekolah merupakan generasi penerus bangsa dan aset pembangunan. Peran penting sekolah dalam hal ini adalah memberikan pendidikan gizi yang dimana sangat diperlukan oleh anak usia sekolah terutama untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan praktik gizi seimbang yang pada gilirannya akan meningkatkan status gizinya. Kebijakan sekolah terkait dengan praktik gizi seimbang dapat berupa kantin sehat dengan harapan bahwa pola konsumsi anak bisa dikontrol dengan baik. Kantin sekolah berfungsi untuk menyediakan makanan yang sehat yakni yang bergizi dan aman untuk dikonsumsi anak serta mendorong anak untuk memilih makanan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman. Kata kunci: praktik gizi seimbang; pendidikan gizi; kantin sehat
Faktor yang Mempengaruhi Kebiasaan Ngemil Terhadap Prestasi Belajar dan Status Gizi (Studi Literatur) Khartini Kaluku; Junieni Junieni; Mahmud Mahmud; Nilfar Ruaida
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 8, No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs8204

Abstract

Sarapan telah dikenal sebagai makanan yang paling penting, namun paling sering dilewatkan oleh anak-anak usia sekolah dasar dan remaja. Kebanyakan remaja memilih untuk mengkonsumsi cemilan, Konsumsi cemilan tengah pagi dan sebelum makan siang diketahui juga memengaruhi dengan peningkatan body mass index (BMI). Pola jajan juga dapat memberikan kontribusi terhadap status gizi anak apabila jenis jajan yang dikonsumsi berkualitas dari segi jenis dan kandungan gizinya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana kebiasaan ngemil pada anak dan remaja terhadap prestasi belajar dan status gizi. Metode yang digunakan adalah pengambilan data sekunder dari beberapa jurnal internasional maupun nasional seperti international Journal of Community Medicine and Public Health, Journal Clinical Nutrition, Public Health Nutrition, journal of nutrition, Nutrition & Food Science, BMC Public Health, Jurnal Gizi dan Pangan, Nutrire Diaita, dari tahun 2008 sampai 2022 yang diolah secara deskriptif dengan melihat variable-variabel yang mempengaruhi kebiasaan ngemil pada anak-anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa hal yang mempengaruhi kebiasaan ngemil yaitu jenis makanan, asupan kalori, letak ketersediaan makanan jajanan, kebiasaan sarapan, uang saku, waktu ngemil dan status gizi. Disimpulkan bahwa anak-anak dengan kebiasaan ngemil tidak teratur dapat mengakibatkan obesitas pada masa remaja dan masa akan datang dan mengalami masalah gizi lainnya di masa depan. strategi untuk mencegah dampak buruk di masa depan adalah dengan Memodifikasi pilihan ngemil yang bisa meningkatkan kualitas gizi serta mengurangi frekuensi konsumsi cemilan. Kata kunci: ngemil; prestasi belajar; status gizi