Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pemetaan Partisipatif untuk Bahaya Longsor dan Jalur Evakuasi di Desa Hargomulyo, Kabupaten Kulonprogo, DIY Efrinda Ari Ayuningtyas
Jurnal Geografika (Geografi Lingkungan Lahan Basah) Vol 3, No 2 (2022): GEOGRAFIKA
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jgp.v3i2.6789

Abstract

Metode partisipatif merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan kapasitas masyarakat guna mengurangi dampak bencana. Masyarakat secara mandiri terlibat langsung dalam proses pengumpulan dan pengolahan data hingga sosialisasi tingkat desa untuk pengambilan keputusan dan perumusan tindakan pengurangan risiko bencana. Dalam kegiatan ini, Sistem Informasi Geografi (SIG) berperan dalam proses pengolahan data dijital dan visualisasi data spasial sederhana yang mampu memberikan informasi kebencanaan di tingkat desa. Kelompok masyarakat yang tergabung dalam Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Desa Hargomulyo, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulonprogo, DIY merupakan subjek utama dalam proses pemetaan partisipatif. Proses pemetaan melalui tahap Focus Group Discussion dan in-depth interview berkaitan dengan sejarah kejadian longsor dan survei jalur evakuasi. Kegiatan ini menghasilkan peta partisipatif tingkat bahaya longsor dan jalur evakuasi dalam format dua dan tiga dimensi. Dengan adanya peta partisipatif tersebut, maka masyarakat dan perangkat desa dapat lebih mudah untuk menentukan tindakan komprehensif pengurangan risiko bencana sekaligus meningkatkan kapasitas lokal Desa Hargomulyo untuk menghadapi bencana longsor.
PELATIHAN TEKNIS PEMETAAN BERBASIS ANDROID BAGI PENYULUH PERTANIAN DI KABUPATEN TAPIN, KALIMANTAN SELATAN Aman Nurrahman Kahfi; Efrinda Ari Ayuningtyas
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v3i2.2589

Abstract

Sektor pertanian merupakan salah satu bidang yang mempunyai pengaruh besar terhadap perekonomian bangsa. Seiring dengan kemajuan dan perkembangan teknologi, maka bidang pertanian sangat memerlukan penyesuaian, sehingga diharapkan dapat turut berpartisipasi menyediakan data spasial pertanian. Salah satu kompetensi penyuluh pertanian adalah memiliki kemampuan penyajian data potensi wilayah sebagai langkah awal persiapan program penyuluhan pertanian pada Wilayah Kerja Penyuluhan Pertanian (WKPP) masing-masing. Melalui kegiatan pelatihan ini, penyuluh pertanian dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan mempersiapkan, mengumpulkan, dan menyajikan data spasial dalam bentuk peta. Tujuan akhir dari kegiatan ini adalah penyuluh pertanian dapat mengembangkan kemampuan tersebut untuk mengubah dan menyediakan data sketsa potensi wilayah dalam bentuk data spasial. Penggunaan aplikasi pemetaan berbasis android dan perangkat lunak ArcGIS 10.8 membantu peserta dalam pembelajaran ini.
ANALISIS KERENTANAN BENCANA BANJIR DARI DATA INTENSITAS HUJAN DI BADUNG PROVINSI BALI Hanida Aulia; Rosalina Kumalawati; Ghinia Anastasia Muhtar; Efrinda Ari Ayuningtyas
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 03 (2023): Mei : Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukim.v2i03.611

Abstract

Banjir yang terjadi di Kabupaten Badung dan daerah sekitranya pada bulan Juni dan September disebabkan oleh besarnya curah hujan dan dipengaruhi oleh meluapnya air di Sungai Badung yang merupakan Sungai terbesar di Kabupaten Badung. Banjir yang terjadi menyebabr hingga menggenangi beberapa daerah di Badnung. Tinggi genangannya dapat mencapai 1 hingga 1,5 meter, dan banjir terbesar berada di sekitar Kuta, Kuta Utara, dan Mengwi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahu hubungan antara intensitas curah hujan dengan kerentanan bencana banjir dengan metode menganalisis data rata-rata curah hujan.
Peran Masyarakat dan Pemerintah dalam Mencegah Kebakaran Lahan di Kelurahan Sungai Andai Kecamatan Banjarmasin Utara Yeni Anggriani; Arif Rahman Nugroho; Efrinda Ari Ayuningtyas; Wisnu Putra Danarto
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2026): APRIL-JUNI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/bjq1bk98

Abstract

This research aims to: (1) identify the role of the community in preventing land fires in Sungai Andai Urban Village, (2) determine the obstacles faced by the community in land fire prevention efforts, and (3) examine the implementation of government programs in carrying out land fire prevention in Sungai Andai Urban Village.This study employs a qualitative approach with a descriptive method. The data were collected through interviews, observations, and documentation involving selected informants who possess relevant knowledge and information related to the research topic.The results of the study show that both the community and the government of Sungai Andai Urban Village play significant roles in preventing land fires. The community contributes through collective activities, environmental monitoring, and early reporting when fire indicators appear. Meanwhile, the local government plays a role by providing education, strengthening coordination with related agencies such as BPBD and the fire department, and implementing preventive programs that actively involve community participation.This research is expected to serve as an input for both the community and local government to strengthen collaboration and enhance the effectiveness of land fire prevention efforts in Sungai Andai Urban Village, thereby minimizing the negative impacts on the environment and the surrounding community
Identifikasi Kerawanan Banjir di Kota Banjarmasin Nazwa Noor Fitria; Efrinda Ari Ayuningtyas
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.19286

Abstract

Banjir rob menjadi salah satu bencana hidrometeorologi yang sering terjadi di Kota Banjarmasin akibat kondisi topografi rendah, dominasi lahan rawa, dan pengaruh pasang surut sungai. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kerawanan banjir rob di Kota Banjarmasin menggunakan pendekatan spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode Composite Mapping Analysis (CMA) melalui teknik skoring, pembobotan, dan overlay parameter kerawanan. Populasi penelitian meliputi seluruh wilayah administratif Kota Banjarmasin, sedangkan sampel berupa unit analisis spasial pada wilayah rawan banjir rob yang ditentukan menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian terdiri atas ArcGIS 10.8, GPS Map Camera, serta data primer dan sekunder berupa curah hujan, elevasi, kemiringan lereng, jenis tanah, dan buffer sungai. Teknik analisis data dilakukan melalui interpolasi IDW, reklasifikasi, skoring, pembobotan, overlay, dan klasifikasi interval kelas Sturges. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerawanan banjir rob kategori tinggi mendominasi Kota Banjarmasin dengan luas 6.041,47 ha atau 64,07% dari total wilayah. Kecamatan Banjarmasin Selatan dan Banjarmasin Barat menjadi wilayah dengan tingkat kerawanan tertinggi. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa kondisi topografi rendah, kedekatan dengan sungai, dan karakteristik tanah aluvial menjadi faktor utama tingginya kerawanan banjir rob di Kota Banjarmasin sehingga diperlukan penguatan mitigasi berbasis tata ruang dan sistem drainase perkotaan.
Pengaruh Pengetahuan, Sikap, Sarana dan Prasarana, dan Norma Subjektif Terhadap Perilaku Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Suriani Harefa; Efrinda Ari Ayuningtyas; Norma Yuni Kartika; Arif Rahman Nugroho
TheJournalish: Social and Government Vol. 7 No. 3 (2026): Social and Government
Publisher : CV The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/tsg.v7i3.1125

Abstract

Pengelolaan sampah rumah tangga merupakan salah satu tantangan utama dalam mewujudkan lingkungan permukiman yang bersih dan berkelanjutan, khususnya pada kawasan yang memiliki karakteristik permukiman berbeda. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pengetahuan, sikap, sarana dan prasarana, serta norma subjektif terhadap perilaku pengelolaan sampah rumah tangga di Kelurahan Mantuil, Kota Banjarmasin. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 98 kepala keluarga yang terdiri atas 49 responden di kawasan permukiman kumuh dan 49 responden di kawasan permukiman bukan kumuh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan, sikap, sarana dan prasarana, serta norma subjektif berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku pengelolaan sampah, baik secara parsial maupun simultan. Norma subjektif merupakan variabel yang memberikan pengaruh paling dominan terhadap perilaku pengelolaan sampah. Model penelitian mampu menjelaskan 73,7% variasi perilaku pengelolaan sampah rumah tangga, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan perilaku pengelolaan sampah memerlukan penguatan dukungan sosial yang didukung oleh peningkatan pengetahuan, pembentukan sikap, serta penyediaan sarana dan prasarana yang memadai.
Dinamika Spasial Abrasi dan Akresi Menggunakan Digital Shoreline Analysis System (DSAS) Berbasis Citra Sentinel-2 untuk Mendukung Pengelolaan Wilayah Pesisir Berkelanjutan di Estuari Sungai Batakan Gerarda Anastasya Bisa; Efrinda Ari Ayuningtyas; Wisnu Putra Danarto; Indra Agung Pamuja
Jurnal Sains Teknologi dalam Pemberdayaan Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Juli 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/pwjp2g95

Abstract

Shoreline change is an important indicator for understanding coastal environmental dynamics as it reflects the interaction between erosion and accretion processes occurring both temporally and spatially. The Batakan River Estuary, located in Panyipatan District, Tanah Laut Regency, is a coastal area influenced by the interaction of fluvial and marine processes, making it vulnerable to shoreline morphological changes. This study aims to analyze shoreline dynamics in the Batakan River Estuary during the 2020–2025 period using the Digital Shoreline Analysis System (DSAS) approach. The data consisted of shorelines extracted from Sentinel-2 imagery acquired between 2020 and 2025 and processed using Google Earth Engine. The analysis employed the Net Shoreline Movement (NSM) parameter to measure shoreline displacement and the End Point Rate (EPR) parameter to calculate the annual rate of shoreline change. The results indicate that shoreline changes occurred throughout the estuarine area, with distinct characteristics in each segment. Segment 1 was dominated by accretion, with NSM values ranging from 0.70 to 167.06 m and EPR values ranging from 0.35 to 33.41 m/year. Segment 2 exhibited a fluctuating pattern, with NSM values ranging from -19.93 to 21.37 m and EPR values ranging from -3.99 to 4.27 m/year. Segment 3 experienced the highest erosion intensity, characterized by a minimum NSM value of -79.60 m and a minimum EPR value of -15.92 m/year. Meanwhile, Segment 4 showed a mixed pattern, with NSM values ranging from 10.71 to 57.55 m and EPR values ranging from -2.14 to 11.51 m/year. These findings indicate that shoreline dynamics in the Batakan River Estuary are spatially heterogeneous, forming distinct patterns across different segments of the estuary. The spatial information generated from this study can serve as a basis for coastal zone management, environmental monitoring, erosion mitigation planning, and sustainable sediment management. 
Informasi Spasial Perubahan Tutupan Lahan untuk Pengelolaan Wilayah di Kecamatan Mataraman Bahrul Ilmi; Efrinda Ari Ayuningtyas; Wisnu Putra Danarto; Indra Agung Pamuja
Jurnal Sains Teknologi dalam Pemberdayaan Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Juli 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/pkv7s916

Abstract

Land cover change is an important indicator of environmental dynamics because it is closely associated with ecological function alteration, ecosystem degradation, and the sustainability of land resource utilization. Mataraman District, Banjar Regency, South Kalimantan, has experienced rapid expansion of oil palm plantations and mining activities that potentially affect environmental conditions and landscape structure. However, spatial information regarding the location, extent, and direction of land cover change remains limited, highlighting the need for more detailed information to support environmental monitoring and regional management. This study aimed to develop spatial information on land cover change from 2020 to 2025 using Sentinel-2 imagery and the Random Forest algorithm within the Google Earth Engine platform. The analysis was conducted through land cover classification, change detection, and transition matrix approaches to identify changes in area, spatial distribution, and conversion patterns among land cover classes. The results showed that secondary forest decreased by 6,026.04 ha (-30.22%), while oil palm plantations and mining areas increased by 4,422.16 ha (+22.18%) and 1,606.97 ha (+8.06%), respectively. The largest land cover conversion occurred from secondary forest to oil palm plantations, covering 4,069.57 ha, followed by secondary forest to mining areas, covering 1,537.75 ha. Change status analysis indicated that approximately 8,736.12 ha, or 44% of the total area of Mataraman District, experienced land cover change during the observation period. The spatial information generated provides a detailed representation of land cover dynamics and can serve as a supporting reference for environmental monitoring, land-use evaluation, and more adaptive regional management in response to land use change.