Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KEBUTUHAN KOMUNITAS UNTUK KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT PADA ASPEK KESEHATAN MENGHADAPI BENCANA BANJIR BANDANG DI AFDELING GUNUNG PASANG, DESA SUCI, KECAMATAN PANTI, KABUPATEN JEMBER Dhyani Ayu Perwiraningrum; Rahmat Hidayat; Fatwa Sari Tetra Dewi
Jurnal Permata Indonesia Vol.8 No.1 Mei 2017
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.144 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v8i1.120

Abstract

Preparedness is an important steps in efforts to disaster risk reduction on vulnerable communities. Afdeling Gunung Pasang classified as disaster-prone areas in flashflood, so that the community requires preparedness. To develop the necessary preparedness in community it needs analysis. The analysis includes assessing felt needs and fulfillment of normative needs, especially in the aspect of health for disaster risk reduction. In Indonesia, there are several criteria for fulfilling the health needs of disaster include the provision of clean water and sanitation, foods and clothing, health services, psychosocial services andshelters.Purpose: The main objective of this study for knowing about the community needs to develop a community preparedness in health by felt needs and fulfillment normative needs to prevent flashflood disaster in Afdeling Gunung Pasang, Suci Village, Panti Sub-Regency, Distric of Jember Method: This was a qualitative study with phenomenological approach. The main informan were community of Afdelling Gunung Pasang as well as, supporting informan were leaders of community, head of village office, stakeholder of community (Perusahaan Daerah Perkebunan) and stakeholder of disaster management (intitution of local government) in District of Jember. The main informan for focus group discussion were determined with purposive technique. Data collecting by focus group discussion, in depth interview, and observation. To validate the data was bytriangulation method and source. Findings: Many kind of felt needs finding in community to develop a community preparedness in health. Study by social representation of community experience in disaster, community needs stimulus such as training emergency response, fulfillment tools, disaster information and coordination with stakeholder. The needs aims to health prevention and observing dangerous zone in Afdeling Gunung Pasang.
Pelatihan dan Pendampingan Masyarakat untuk Pengelolaan Potensi dan Optimalisasi Bank Sampah di Desa Arjasa Sebagai Upaya Pelestarian Lingkungan Berkelanjutan: Pengelolaan Bank Sampah Iwan Abdi Suandana; Rinda Nurul Karimah; Dhyani Ayu Perwiraningrum; Nurina Aprilya; Nilam Puspitasari
SEJAGAT : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2025): Desember
Publisher : P3M Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/sejagat.v2i3.6753

Abstract

Pengelolaan sampah yang kurang optimal berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Desa Arjasa, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, menghadapi tantangan dalam keberlanjutan Bank Sampah karena rendahnya partisipasi warga, keterbatasan sarana, dan lemahnya sistem operasional. Untuk menjawab permasalahan tersebut, tim pengabdian masyarakat dari Program Studi Promosi Kesehatan Politeknik Negeri Jember melaksanakan program pelatihan dan pendampingan guna mengoptimalkan kembali fungsi Bank Sampah Arjasa. Metode kegiatan meliputi: (1) sosialisasi konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) melalui penyuluhan interaktif, (2) praktik pemilahan sampah dan simulasi alur kerja bank sampah, (3) penyediaan sarana timbangan digital untuk mendukung operasional, serta (4) penguatan kelembagaan melalui Focus Group Discussion (FGD) bersama perangkat desa, pengurus bank sampah, dan tokoh masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan partisipasi masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, dalam pengelolaan sampah. Bank Sampah Arjasa berkomitmen untuk kembali beroperasi secara transparan dan profesional, sementara pemerintah desa memberikan dukungan positif terhadap keberlanjutan program. Kegiatan ini berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama poin 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan) dan poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Kesimpulannya, pelatihan dan pendampingan efektif dalam memperkuat komitmen pengurus dan masyarakat dalam mengoperasikan kembali Bank Sampah Arjasa. Disarankan adanya pendampingan berkelanjutan, inovasi pemasaran produk daur ulang, serta pengembangan jejaring kemitraan untuk mendukung kemandirian dan keberlanjutan Bank Sampah.