Pengelolaan sampah yang kurang optimal berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Desa Arjasa, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, menghadapi tantangan dalam keberlanjutan Bank Sampah karena rendahnya partisipasi warga, keterbatasan sarana, dan lemahnya sistem operasional. Untuk menjawab permasalahan tersebut, tim pengabdian masyarakat dari Program Studi Promosi Kesehatan Politeknik Negeri Jember melaksanakan program pelatihan dan pendampingan guna mengoptimalkan kembali fungsi Bank Sampah Arjasa. Metode kegiatan meliputi: (1) sosialisasi konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) melalui penyuluhan interaktif, (2) praktik pemilahan sampah dan simulasi alur kerja bank sampah, (3) penyediaan sarana timbangan digital untuk mendukung operasional, serta (4) penguatan kelembagaan melalui Focus Group Discussion (FGD) bersama perangkat desa, pengurus bank sampah, dan tokoh masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan partisipasi masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, dalam pengelolaan sampah. Bank Sampah Arjasa berkomitmen untuk kembali beroperasi secara transparan dan profesional, sementara pemerintah desa memberikan dukungan positif terhadap keberlanjutan program. Kegiatan ini berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama poin 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan) dan poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Kesimpulannya, pelatihan dan pendampingan efektif dalam memperkuat komitmen pengurus dan masyarakat dalam mengoperasikan kembali Bank Sampah Arjasa. Disarankan adanya pendampingan berkelanjutan, inovasi pemasaran produk daur ulang, serta pengembangan jejaring kemitraan untuk mendukung kemandirian dan keberlanjutan Bank Sampah.
Copyrights © 2025