Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Political Communication Strategy H. Sumaryo, BA as a Legislative Member Candidate in the 2019 General Election in Siak Regency Abdullah Mitrin; Tania Dwika Putri
Formosa Journal of Multidisciplinary Research Vol. 1 No. 8 (2022): December 2022
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjmr.v1i8.2311

Abstract

Political communication is a communication medium that can be used by candidates for legislative members to their prospective voters. This is considered as an information distribution system that can facilitate access to information by voters to legislative candidates. So that voters in choosing their representatives will be based more on track record information and work programs. This research uses a descriptive qualitative approach using the case study method. To find out in depth about the problems being studied, this study used a key informant, namely H. Sumaryo BA as a candidate for legislative members in the 2019 elections in Siak Regency. The results of the study stated that the political communication strategy carried out by H. Sumaryo BA as a legislative member candidate in the 2019 general election in Siak Regency was a positioning strategy (strengthening strategy, persuasion strategy) which was modified with a political communication strategy which included maintaining institutional strengthening character, understanding the audience , crafting persuasive messages, setting methods, choosing media, the art of compromise and being willing to open up. This research concludes that the more dominant and effective strategy used in the winning strategy in the 2019 legislative elections by H.Sumaryo BA is the Caring for Character strategy.
PELATIHAN DIGITAL PARENTING SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN MEDIA ADDICATON (KECANDUAN MEDIA) PADA ANAK DI KELURAHAN SIALANG MUNGGU KOTA PEKANBARU Abdullah Mitrin; Rudi Rahman; N. Doni Dwi Putra
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 5 (2023): Volume 4 Nomor 5 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i5.21639

Abstract

Konsumsi media dengan jumlah yang cukup banyak, dengan frekuensi cukup sering dan durasi cukup lama dapat menyebabkan addiction (kecanduan) pada anak dan remaja. Media yang saat ini sangat popular di kalangan anak dan remaja adalah internet. Berbagai layanan tersedia di internet, hal ini membuat anak dan remaja dapat bertahan berlama-lama mengakses internet. Oleh karena itu para orang tua, perlu diberikan pengetahuan dan keterampilan pola asuh digital. Selain itu, para guru juga perlu diberikan kemampuan media literacy terutama keterampilan menggunakan parenting tools sehingga dapat menularkan keterampilan ini kepada orang tua murid atau anggota masyarakat yang lain melalui kegiatan-kegiatan sejenis. Tingkat adopsi gadget saat ini semakin mengkahwatirkan, sehingga perlu langkah-langkah konkret untuk menerapkan pola asuh di era digital, agar anak-anak terhindar dari kencanduan gadget serta terbentuk sikap dan mental yang baik di dalam diri anak. Beberapa upaya yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pendampingan terhadap anak, membatasi pengunaan internet pada anak, menjalankan screen time di Smartphone, serta pengunaan beberapa aplikasi ramah anak seperti youtube kids.
Regulasi dan Kreativitas dalam Penyiaran Lokal: Studi Kasus Kebijakan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau Abdullah Mitrin; Rudi Rahman; Lia Anisa; Yuda Irawan
Jurnal Komunikasi Vol. 16 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jkom.v16i1.12091

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dampak kebijakan KPID Riau terhadap kreativitas dalam produksi siaran lokal, serta mengkaji tantangan dan peluang dalam menyeimbangkan regulasi dan inovasi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, serta analisis dokumen kebijakan dan laporan tahunan. Analisis dilakukan secara tematik dengan teknik triangulasi data untuk menjaga validitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi KPID Riau berhasil menjaga standar etika dan melindungi nilai-nilai budaya lokal. Namun, regulasi yang ketat juga dinilai membatasi ruang inovasi lembaga penyiaran, mengakibatkan berkurangnya variasi program. Beberapa stasiun penyiaran yang mendapat ruang lebih fleksibel terbukti mampu meningkatkan daya tarik konten dan apresiasi publik. Penelitian ini merekomendasikan penerapan kebijakan yang lebih adaptif dan kolaboratif, melibatkan pelaku media dan akademisi dalam proses perumusan kebijakan. Dengan kebijakan yang responsif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat, penyiaran lokal di Riau diharapkan mampu tetap inovatif tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya sebagai fondasi utama siaran publik