Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS GOGAGOMAN TAHUN 2022 Moh. Rasyid Kuna; Mega Ananda; Olganita Manika; Tarisya Pobela
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 2 No. 4: Desember 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan adanya suatu gangguan metabolisme kronis ditunjukkan dengan kadar gula darah yang tinggi bersama gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein. Gangguan tersebut sebagai akibat dari sel-sel tubuh yang kurang responsif terhadap insulin atau sel-sel beta Langerhans kelenjar pankreas yang menyebabkan berkurangnya produksi insulin. Metode penelitian non eksperimental dengan pendekatan deskriptif yang diambil secara Retrospektif. Menggunakan rangcangan penelitian total sampling. Kemudian dianalisis berdasarkan karakteristik pasien (usia, jenis kelamin, diagnosis) Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif, kemudian data ditabulasikan dan hasil penelitian dapat dikaji ketepatan berdasarkan kriteria 4T (Tepat indikasi, Tepat pemilihan obat, Tepat Dosis, Tepat pasien). Hasil penelitian di Puskesmas Gogagoman tahun 2022 menunjukkan pengobatan Diabetes Melitus tipe 2 menggunakan metformin (61%), glimepirid (11%), glibenklamid (2%), metformin & glimepiride (11%), dan kombinasi metformin & glibenklamid (2%). Rasionalitas pengobatan Diabetes Melitus tipe 2 di Puskesmas gogagoman tahun 2022 sebesar 34%. Berdasarkan evaluasi pengobatan pasien antidiabetes tepat indikasi, 68% tepat obat, 69% tepat pasien 75%, dan 77% tepat dosis.
Formulasi Sediaan Lulur (Body Scrub) Ekstrak Beras Ketan Putih (Oryza sativa glutinous) dengan Cangkang Telur Ayam sebagai Eksfolian Olganita Manika; Rizky Resvita R. Bahi; Moh. Rivaldi Mappa
Tinctura Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Farmasi Tinctura
Publisher : Program Studi S1 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/tinctura.v7i2.8172

Abstract

Salah satu permasalahan yang terjadi pada kulit adalah terjadinya penuaan dini akibat paparan sinar ultraviolet (UV). Paparan sinar UV dapat menyebabkan menumpuknya sel kulit mati sehingga produk perawatan kulit tidak dapat terserap secara baik dan memberikan efek gelap pada kulit. Penumpukan sel kulit mati bisa diatasi dengan melakukan eksfoliasi kulit menggunakan sediaan lulur (body scrub). Sedian lulur mengandung antioksidan dan scrub yang bisa diambil dari bahan alam seperti beras ketan putih dan cangkang telur ayam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat keberhasilan limbah cangkang telur ayam menjadi eksfolian pada sediaan lulur ekstrak beras ketan putih serta efektivitas dan pengaruhnya terhadap sediaan. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan optimasi ukuran partikel cangkang telur ayam berdasarkan nomor ayakan. Sediaan dibuat dalam 4 formula, yaitu kontrol negatif (K-) tanpa menggunakan cangkang telur ayam serta FI, FII dan FIII yang menggunakan cangkang telur ayam dengan ayakan nomor 40 ; 60 ; dan 100. Uji sediaan yang dilakukan, meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji tipe krim, uji daya sebar, uji daya lekat, uji iritasi dan uji hedonik.. Hasil penelitian menyatakan bahwa sediaan lulur ekstrak beras ketan putih dengan formula terbaik terdapat pada formula II (FII) yang menggunakan cangkang telur ayam ayakan nomor 60. Sehingga dapat disimpulkan bahwa cangkang telur ayam dapat dijadikan sebagai eksfolian dalam formulasi sediaan lulur ekstrak beras ketan putih.