Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RANCANGAN PURWARUPA PENDETEKSI GAS KARBON MONOKSIDA (CO) PADA PESAWAT TANPA AWAK SECARA NIRKABEL BERBASIS MIKROKONTROLER Deni Kurniawan; Erwan Eko Prastiyo; Muhammad Fa'iz Alfatih
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 8 No 2 (2022): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56521/teknika.v8i2.626

Abstract

Udara adalah gabungan dari seluruh komponen yang meliputi energi, ions, zat organik, gas dan segala partikel baik padat, gas, maupun cair yang terdistribusi acak dan bebas mengikuti volume bentuk ruang. Salah satu zat lainnya yang terkandung di udara adalah gas karbon monoksida (CO) yang sebagian besar berasal dari pembakaran bahan fosil dengan udara berupa gas buangan. Gas ini memiliki dampak buruk jika terhisap ke dalam paru-paru dan ikut peredaran darah. Hal ini dapat menghalangi masuknya oksigen yang dibutuhkan tubuh karena gas karbon monoksida (CO) bersifat racun. Pada penelitian sebelumnya membahas rancngan alat ukur gas karbon monoksida (CO) berbasis pesawat tanpa awak menggunakan mikrokontroler ATMega32 dan sensor MQ-7. Pada penelitian tersebut memiliki keterbatasan dalam media penampil yang menggunakan laptop, belum adanya pengujian kalibrasi terhadap alat ukur, belum diketahui kinerja jarak radio telemetri, pengambilan data yang kurang bervariatif. Dalam penelitian ini dirancang sebuah alat yang dapat mengukur kandungan gas monoksida (CO) di udara menggunakan sensor gas berbasis mikrokontroler kemudian hasil ukuran tersebut dikirim melalui radio sehingga dapat dilihat melalui penampil. Berdasarkan hasil pengujian, rancangan mampu memberikan nilai pengukuran kadar gas CO dan memberikan peringatan apabila nilai pengukuran melebihi dari indeks standar pencemaran udara. Rancangan memiliki akurasi sebesar 75,33% dan error 24,67%, jarak pengukuran maksimal 50 cm dan jarak pengiriman 36 meter. Hal ini dipengaruhi oleh kualitas sensor yang digunakan, alat pembanding yang digunakan dan akurasi pembacaan nilai.
Development of an Intelligent Ultrasound Therapy System with Fuzzy-PID Based Variable Frequency Control for Biological Response Optimization Muhammad Fa'iz Alfatih; Kuspranoto, Abdul Haris; Yudono, Muchtar Ali Setyo; Alimi, Sabri; Bukhori, Muhammad Luqman; Irawati, Nur Bebi Ulfah
Journal of Electrical Technology UMY Vol. 9 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jet.v9i2.28555

Abstract

This study develops an intelligent ultrasound therapy system based on Fuzzy-PID for optimizing biological responses. Ultrasound therapy is used to accelerate tissue regeneration, reduce inflammation, and alleviate pain. Conventional systems with fixed frequencies are limited in adapting therapy to the biological conditions of the patient. The Fuzzy-PID system adjusts the ultrasound frequency based on the physiological conditions of the patient, such as tissue temperature and inflammation. The ESP32 microcontroller controls the system, with an LCD Nextion interface to adjust therapy parameters. Tests on material thickness, therapy duration, power consumption, and temperature were conducted to evaluate system performance. The results show that ultrasound waves penetrate rubber silicone at 1.5 mm and 3 mm well, but at 4.5 mm, the transmission decreases. In the time test, the Fuzzy-PID system showed errors of 6.11% at 60 seconds, 1.44% at 300 seconds, and 1% at 900 seconds, indicating good stability in therapy duration. The power test showed efficient consumption, with 2.7 W on standby and 7.6 W when both probes were active. The temperature test showed the system maintained a safe temperature, increasing from 31.3°C after 1 minute to 34.8°C after 5 minutes. The Fuzzy-PID system demonstrated stable and responsive performance compared to conventional PID, with high energy efficiency and good temperature management, making it an optimal solution for medical treatment.