Mihardo Saputro
STT Sangkakala Jakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kekuatan di balik kelemahan menurut II Korintus 12:10 Yohana Yohana; Mihardo Saputro; Nurmina Zai
Davar : Jurnal Teologi Vol 3, No 1 (2022): Juni
Publisher : Sekola Tinggi Teologi Sangkakala Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55807/davar.v3i1.81

Abstract

AbstractGod equips every human being with different potentials, which are called divine potentials. Problems sometimes make a person weak both mentally and in faith. One of the factors causing this to happen is a lack of intimacy with God, and Satan takes advantage of the situation. Weaknesses and strengths that exist can cause a conflict so that it can make a person a positive or negative person in terms of words, actions and perspectives. The method used is descriptive qualitative with a literature study approach to II Corinthians 12:10. The application of strength behind weakness according to II Corinthians 12:10 is: the right response, surrendering completely to God and acting with God's power. Keywords: Strengths, Weaknesses, CorinthiansAbstrakAllah melengkapi setiap manusia dengan potensi yang berbeda-beda, yang disebut dengan potensi Ilahi. Masalah kadang membuat seseorang menjadi lemah baik secara mental maupun iman. Salah satu faktor yang menyebabkan hal tersebut terjadi adalah kurang adanya kedekatan dengan Tuhan, dan Iblis menggunakan situasi tersebut. Kelemahan maupun kekuatan yang ada dapat menimbulkan suatu pertentangan sehingga dapat membuat seseorang menjadi pribadi yang positif atau negatif dalam hal perkataan, perbuatan maupun cara pandangnya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur terhadap II Korintus 12:10. Penerapan kekuatan di balik kelemahan menurut II Korintus 12:10 adalah: respon yang benar, berserah sepenuhnya kepada Tuhan dan bertindak dengan kuasa Allah. Kata kunci: Kekuatan, Kelemaham, Korintus
Pengaruh Kurikulum PAK Terhadap Pembentukan Karakter Siswa SMA Kasih Bagi Bangsa Jakarta Barat Hariyanto Hariyanto; Penni A Simanungkalit; Mihardo Saputro
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 4, No 2 (2024): November 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62738/ej.v4i2.84

Abstract

AbstractStudent character is an important aspect of education that plays a role in shaping individual morals, ethics and personality. The PAK curriculum is designed to provide a deep understanding of Christian teachings and moral values that are expected to be applied in students' daily lives. This study aims to evaluate the effect of the PAK curriculum on student character building at Kasih Bagi Bangsa High School. The research approach is descriptive quantitative using a Likert model questionnaire for 81 students and validity testing is carried out using Pearson's product moment correlation and reliability testing using the Cronbach Alpha formula. The results of the analysis show that the PAK curriculum on character building shows a t value of 7.016 and a p value (Sig) of 0.000 which is below alpha 5% with a coefficient of determian of 0.346. This means that the PAK curriculum has an influence on character building by 34.6%. While the remaining 65.4% is influenced by other variables not examined in this study. The PAK curriculum indicator that is significant in influencing character building at Kasih Bagi Bangsa High School is experiencing spiritual growth with a sample of 81. Keywords: Curriculum, PAK, Character building, SMA Kasih Bagi Bangsa. AbstrakKarakter siswa merupakan aspek penting dalam pendidikan yang berperan dalam membentuk moral, etika, dan kepribadian individu. Kurikulum PAK dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam tentang ajaran Kristen dan nilai-nilai moral yang diharapkan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh kurikulum (PAK) terhadap pembentukan karakter siswa di SMA Kasih Bagi Bangsa. Pendekatan penelitian secara deskriptif kuantitatif dengan menggunakan angket model Likert terhadap 81 siswa dan dilakukan pengujian validitas dengan menggunakan korelasi product moment dari Pearson dan pengujian reliabilitas dengan menggunakan rumus Alpha Cronbach. Hasil analisis menunjukkan bahwa kurikulum PAK terhadap pembentukan karakter  menunjukkan nilai t hitung 7,016 dan p value (Sig) sebesar 0,000 yang di bawah alpha 5% dengan koefisien determian 0,346. Hal ini berarti kurikulum PAK memberikan pengaruh terhadap pembentukan karakter sebesar 34,6%. Sedangkan sisanya 65,4% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Indikator kurikulum PAK yang signifikan dalam mempengaruhi pembentukan karakter di SMA Kasih Bagi Bangsa adalah mengalami pertumbuhan spiritual dengan sampel sebanyak 81. Kata Kunci: Kurikulum, PAK, Pembentukan karakter, SMA Kasih Bagi Bangsa.
Peran bapa dalam keluarga di Gereja Kristen Sangkakala Indonesia jemaat Genesaret Zakharia Suparyadi; Faozanolo Zebua; Mulyani Susana; Penni Ani Simanungkalit; Mihardo Saputro
Davar : Jurnal Teologi Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sangkakala Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55807/davar.v6i2.214

Abstract

ABSTRACTThe father's role in the family is a fundamental factor in shaping the family's quality, both socially, psychologically, and spiritually. However, the weakening of the father's role—often reduced to merely a breadwinner—presents a serious challenge in contemporary family life, including within the church. This study aims to empirically examine the level of understanding and implementation of the father's role in Christian families, as viewed from nine role indicators: head of the family, breadwinner, protector, role model, educator, intermediary (priest), teacher, prophet, and king. The study used a quantitative approach with a survey method of 44 respondents from the congregation of the Indonesian Sangkakala Christian Church, Gennesaret Congregation. The research instrument underwent validity and reliability tests, demonstrating valid and reliable results. The results indicate that all indicators of the father's role have a strong to very strong relationship with each other, with the role of intermediary (priest) possessing the highest influence. These findings confirm that the father's spiritual role is the primary foundation that strengthens other roles in the Christian family. This research makes an empirical contribution to the development of family theology and the practice of fathering in the church.Keywords: Role of father, Family quality, Christian family, Priest. ABSTRAKPeran bapa dalam keluarga merupakan faktor fundamental dalam pembentukan kualitas keluarga, baik secara sosial, psikologis, maupun spiritual. Namun, fenomena melemahnya fungsi ayah—yang kerap direduksi hanya sebagai pencari nafkah—menjadi tantangan serius dalam kehidupan keluarga masa kini, termasuk di lingkungan gereja. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara empiris tingkat pemahaman dan pelaksanaan peran bapa dalam keluarga Kristen, ditinjau dari sembilan indikator peran, yaitu sebagai kepala keluarga, pencari nafkah, pengayom, pemberi teladan, pendidik, perantara (imam), pengajar, nabi, dan raja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 44 responden jemaat Gereja Kristen Sangkakala Indonesia Jemaat Genesaret. Instrumen penelitian telah melalui uji validitas dan reliabilitas yang menunjukkan hasil valid dan reliabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh indikator peran bapa memiliki hubungan yang kuat hingga sangat kuat satu sama lain, dengan peran sebagai perantara (imam) menempati pengaruh tertinggi. Temuan ini menegaskan bahwa peran rohani bapa merupakan fondasi utama yang memperkuat peran-peran lainnya dalam keluarga Kristen. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan teologi keluarga dan praktik pembinaan kaum bapa di gereja.Kata kunci: Peran bapa, Kualitas keluarga, Keluarga Kristen, Imam.