Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUKUM MENGALOKASIKAN ZAKAT UNTUK INFRASTRUKTUR MENGATASNAMAKAN FI SABILILLAH Rukmana Prasetyo
HIBRUL ULAMA Vol. 1 No. 2 (2019): Jurnal Hibrul’ulama
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fi Sabilillah dalam konteks pihak-pihak yang berhak menerima zakat atau yang lazim disebut dengan Mustahiq az-Zakat adalah prajurit atau tentara yang secara sukarela turut berperang dan berjuang dalam rangka menegakkan dan menjaga agama Allah Swt. melawan orang-orang kafir serta tidak mendapatkan gaji tetap dari pemerintah. Fi Sabilillah tidak dapat diperluas maknanya kepada segala sesuatu yang mengandung kemaslahatan secara umum dan dapat dirasakan manfaatnya oleh orang banyak seperti membangun infrastruktur berupa sarana dan fasilitas umum termasuk sarana ibadah. Kongkritnya, harta zakat tidak boleh dialokasiikan untuk mendirikan mesjid, membangun sekolah, rumah sakit, perbaikan jembatan, pelebaran jalan, irigasi dan lain sebagainya dengan mengatasnamakan Fi Sabilillah.. Hal ini berdasarkan makna Fi Sabilillah itu sendiri secara bahasa dan istilah syara’ serta hadis Nabi riwayat Abu Dawud dan Ibnu Majah yang menjelaskan bahwa makna Fi Sabilillah dalam konteks Mustahiq az-Zakat adalah sukarelawan yang berperang di jalan Allah. Syariat Islam memiliki banyak dimensi ajaran lain selain zakat seperti Shadaqah, Wakaf, Nazar, Hibah, Wasiat dan Kaffarat yang telah dipersiapkan Allah untuk dapat memenuhi kebutuhan lainnya.
Nilai-Nilai Pendidikan Adab Pada Kitab Al-Muhim Fi Tarjamati Adabil Alim Wal Muta’allim (Studi Komperatif Terhadap Pendidikan Era Modern) Muhammad Ihsan Khaikal; Juriono; Rukmana Prasetyo
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji nilai-nilai pendidikan adab dalam kitab Al-Muhim Fi Tarjamati Adabil ‘Alim wal Muta’allim karya Achmad Muhdor, yang merupakan syarah atas karya monumental KH. Hasyim Asy’ari, Adabul ‘Alim wal Muta’allim. Latar belakang penelitian ini dilandasi oleh urgensi krisis moral dan akhlak di kalangan peserta didik pada era modern, yang menuntut integrasi nilai-nilai adab dalam sistem pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), yang memfokuskan pada telaah teks primer dan literatur sekunder yang relevan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi nilai-nilai pendidikan adab dalam kitab tersebut serta mengevaluasi relevansinya terhadap pembentukan karakter peserta didik dalam konteks pendidikan Islam kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitab ini mengandung nilai-nilai utama seperti keikhlasan dalam menuntut ilmu, penghormatan terhadap guru, kedisiplinan, ketawadhu’an, serta tanggung jawab intelektual dan moral. Nilai-nilai ini terbukti relevan dalam merespons tantangan pendidikan karakter di era digital dan globalisasi. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan secara teoritis, praktis, dan sosial, serta merekomendasikan integrasi ajaran kitab ini dalam kurikulum pendidikan Islam sebagai upaya penguatan moralitas generasi muda. Dengan demikian, karya ini tidak hanya menjadi refleksi terhadap warisan keilmuan Islam klasik, tetapi juga menjadi solusi aplikatif bagi problematika pendidikan modern.