Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL FISIKA PAPUA

Profil Peningkatan Literasi Sains Peserta Didik pada Pembelajaran Fisika di Sekolah Menengah Pertama Anisa Eka Mauladhani; Indah Ayu Safitri; Arini Azrin Fakhira; M. Fatur Rohman; I Ketut Mahardika; Singgih Baktiarso
Jurnal Fisika Papua Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Fisika Papua
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/jfp.v2i1.15

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membangun kesadaran literasi sains pada pembelajaran fisika di SMP tahun 2022. Berdasarkan data PISA, Indonesia berada diperingkat rendah pada bidang sains, membaca, dan metematika. Metodologi penelitian yang digunakan adalah kajian Pustaka. Keberhasilan pembelajaran literasi sains ditunjukkan apabila peserta didik memahami apa yang dipelajari serta dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Literasi sains dinilai cocok dan penting dalam mengembangakan pembelajaran fisika tahun 2022.
Tradisi Masyarakat Suku Osing Pada Peristiwa Gerhana Bulan Singgih Baktiarso; Era Cahayati; Amalia Rosyida Indriyani; Lailiatul Istianah; I Ketut Mahardika
Jurnal Fisika Papua Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Fisika Papua
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/jfp.v2i1.16

Abstract

Gerhana bulan dapat terjadi ketika bulan menutupi bayangan bumi. Gerhana bulan ini hanya dapat terjadi pada saat posisi Matahari, Bumi dan Bulan berada pada satu garis lurus atau hampir lurus dan pada saat Bulan sedang dalam fase bulan purnama. Dalam menyikapi peristiwa gerhana bulan, terdapat perbedaan diantara masyarakat. Beberapa mengaitkan gerhana bulan yang terjadi dengan berbagai persepsi yang berkembang di masyarakat mereka. Salah satu tradisi masyarakat suku osing di Banyuwangi saat terjadi gerhana bulan. Masyarakat di sekitar jika mempunyai hewan ternak yang bertelur ataupun tanaman palawija yang sedang mengalami pertumbuhan akan dibangunkan dengan dipukul menggunakan kain, dan wanita yang hamil diwajibkan mandi disungai dengan posisi kepala menghadap ke aliran sungai.
Peranan Laboratorium Fisika dalam Menunjang Pembelajaran Fisika di SMA Nara Ratih Nur Puspitasari; Flapreliani Syafa Shabitna; Diva Kanaya Anggraeni; Febby Putri Wulandari; Singgih Baktiarso; I Ketut Mahardika
Jurnal Fisika Papua Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Fisika Papua
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/jfp.v2i1.18

Abstract

Anggapan sebagai mata pelajaran yang penting, fisika diajarkan sebagai mata pelajaran tersendiri dengan berbagai pertimbangan. Kajian teori dan pengamatan di laboratorium fisika merupakan dua komponen esensial pendidikan fisika yang saling bergantung dan tidak dapat dipisahkan. Keduanya tidak dapat dipisahkan, saling melengkapi, dan saling bergantung. Fisika dipandang sebagai proses dan produk, sehingga belajar fisika dengan sukses membutuhkan fokus pada pembelajaran yang efektif dan efisien. Kelas fisika memberi siswa kesempatan untuk memperluas dan menyempurnakan pemikiran mereka. Kemampuan kognitif ini membantu dalam mencapai tingkat pendidikan yang lebih tinggi dan membantu dalam penyelesaian masalah sehari-hari. Laboratorium sangat penting bagi keberhasilan kegiatan pendidikan di sekolah. Laboratorium adalah tempat di mana eksperimen dan investigasi dalam fisika, kimia, biologi, dan disiplin ilmu lainnya dilakukan. Siswa dapat mendemonstrasikan dan membuktikan fenomena alam dan konsep fisika yang dibahas melalui kegiatan praktikum langsung.